Masjid Kasunyatan lahir bersamaan dengan perkembangan Kesultanan Banten pada pertengahan abad ke-16 Masehi. Berlokasi di Kampung Kasunyatan, Kelurahan Kasunyatan, Kecamatan Kasemen, Kota Serang. Masjid ini terletak sekitar 2 kilometer arah selatan Masjid Agung Banten atau Kawasan Banten Lama.
Masjid ini dibangun oleh Sultan Maulana Muhammad sebagai wujud penghormatan kepada guru agamanya, yakni Kiai Dukuh. Pada perkembangannya, masjid ini dijadikan sebagai pusat penyebaran sekaligus pendidikan Islam di Banten.
Tidak hanya sampai di situ saja, masjid ini juga kerap dijadikan sebagai lokasi perkumpulan para alim ulama terdahulu di Banten.
Hal ini sejalan dengan penuturan Staf Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah VIII, Mulangkara mengatakan, Masjid Kasunyatan memiliki kontribusi besar bagi perkembangan Islam di Banten, karena dulunya masjid ini dijadikan lokasi bagi para alim ulama untuk berdiskusi dan berkumpul.
“Bisa dikatakan seperti itu, karena memang para guru spiritual para Sultan Banten dan masyarakat berkumpul di sini, dibuktikan dengan adanya makam Syekh Abdul Syukur Sepuh di Masjid Kasunyatan,” tutur Mulangkara.
Baca juga: Yuk, Kenali Lebih Dekat Cacar Monyet dengan Mengetahui Gejala dan Pencegahannya
Kasunyatan sendiri berasal dari kata kesunyian, atau kesucian. Masjid Kasunyatan juga sering disebut sebagai Masjid Al Fatihah yang berarti pembuka, maksudnya adalah masjid ini sebagai pertanda pembuka proses penyebaran serta pengajaran agama Islam di Banten.
Masjid Kasunyatan juga memiliki beragam keunikan daripada masjid yang lain diantaranya adalah kolam wudu dan makam para alim ulama yang masyhur di Banten.
Kolam wudu terletak di belakang masjid dan dahulu difungsikan sebagai tempat wudu atau membersihkan diri sebelum beribadah. Kolam sedalam 5 meter itu, kini masih digunakan sebagai tempat wudu.
Selain kolam zaman dulu, di Masjid Kasunyatan sudah dilengkapi tempat wudu modern menggunakan keran untuk memudahkan para jemaah yang hendak menunaikan ibadah.
Baca: Perlindungan Hukum Terhadap Korban KDRT dan Sanksi Pidana Bagi Pelaku
Di sekitar Masjid Kasunyatan, terdapat komplek pemakaman yang terbagi menjadi dua bangunan. Bangunan pertama, terdapat makam Syekh Abdul Syukur Putra dan Ratu Asiyah beserta orang kepercayaannya.
Di bangunan lain terdapat makam Syekh Abdul Syukur Sepuh yang dikatakan sebagai tokoh masyarakat sekaligus guru dari Sultan Maulana Yusuf, Sultan Banten yang kedua.
Sampai saat ini Masjid Kasunyatan masih difungsikan sebagai tempat ibadah bagi masyarakat sekitar dan termasuk salah satu tempat ziarah favorit yang ada di Banten. Keberadaan Masjid Kasunyatan menjadi bukti peradaban Islam di Banten sekaligus warisan budaya Kesultanan Banten yang harus dijaga hingga generasi yang akan datang.
Sumber:
1. kemdikbud.go.id
2. Jurnal Kementerian Agama Republik Indonesia “Masjid Kasunyatan Banten: Tinjauan Sejarah dan Arsitektur” (2018)