Cacar monyet mulai menjadi perhatian serius dunia sejak Mei 2022 akibat lonjakan kasus yang cepat di berbagai negara. Sejak awal munculnya kasus cacar monyet secara global, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menegaskan melalui Juru Bicara dr. Mohammad Syahril, telah memberitahu bahwa Indonesia termasuk dalam daftar negara yang perlu meningkatkan kewaspadaan.
Kemenkes RI telah mengkonfirmasi bahwa kasus pertama cacar monyet di Indonesia dialami oleh seorang pria berusia 27 tahun dengan riwayat perjalanan ke Eropa. Pasien saat ini dalam kondisi baik dan menjalani isolasi mandiri.
Baca juga: Berawal dari Mimpi, Pasangan Suami Istri di Banten Wujudkan Dunia Literasi Rumah Dunia
Sebagian besar orang yang tertular cacar monyet sembuh dalam waktu 3-4 minggu. Namun, penyakit tersebut bisa menjadi lebih serius bagi sebagian orang dan berpotensi mengakibatkan kematian. Masyarakat diimbau tetap tenang dan mengikuti protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran penyakit ini.
Monkeypox atau yang sering dikenal sebagai cacar monyet adalah penyakit menular. Awalnya, penyakit ini berasal dari hewan, namun kini penularan antar manusia semakin sering terjadi.
Cacar monyet bisa menular melalui kontak langsung dengan penderita, seperti menyentuh ruam atau cairan tubuh mereka. Penyakit ini juga bisa menular melalui benda yang terkontaminasi seperti pakaian atau peralatan makan.
Baca juga: Manfaat Minum Tablet Tambah Darah untuk Remaja Putri
Risiko penularan lebih tinggi terjadi jika ada kontak secara dekat dan berlangsung lama dengan penderita, terutama saat berhubungan intim. Dilansir dari laman Kemenkes RI, cacar monyet merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus jenis Orthopoxvirus.
Ada beberapa gejala yang biasa dialami oleh beberapa penderita, seperti berikut:
Pencegahan Penularan Cacar Monyet
Setelah mengetahui gejalanya, Warga Sedulur Banten juga perlu mengetahui aspek penting yang harus dipahami yaitu cara pencegahannya.
Cacar monyet dapat dicegah dengan menghindari kontak langsung dengan hewan pengerat dan primata, serta individu yang terinfeksi.
Menjaga kebersihan seperti mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir selama minimal 20 detik, adalah salah satu kunci untuk memutus rantai penularan cacar monyet.
Selain itu, memasak makanan hingga matang dan menghindari konsumsi daging hewan liar juga perlu diperhatikan. Untuk mencegah penyebaran lebih lanjut, masyarakat diimbau untuk segera melapor jika mengalami gejala seperti ruam, terutama jika memiliki riwayat perjalanan ke negara-negara yang sedang mengalami wabah cacar monyet.
Daya tular penyakit ini lebih rendah dibandingkan dengan Covid-19. Namun demikian, tetap penting untuk menerapkan protokol kesehatan dan segera melakukan pemeriksaan jika mengalami gejala tersebut ya.
Mari bersama-sama menyebarkan informasi yang benar tentang cacar monyet dengan mengetahui gejala, cara penularan, dan pencegahannya.
Hal ini perlu dilakukan agar Warga sedulur Banten dapat melindungi diri sendiri, keluarga, dan masyarakat sekitar. Yuk, bagikan informasi ini ke teman-temanmu, agar bersama berantas dan cegah penularan Cacar Monyet (Via/MGNG)
Artikel lainnya bisa akses di sini
Sumber:
1. p2p.kemkes.go.id
2. upk.kemkes.go.id
3. yankes.kemkes.go.id