Dari hal kecil bisa menjadi besar, itu pula yang menjadikan nama Rumah Dunia sudah tidak asing lagi bagi para penggiat literasi, khususnya di Provinsi Banten.
Terletak di Kampung Ciloang, Sumur Pecung, Kecamatan Serang, Kota Serang, Banten, Rumah Dunia menjadi salah satu pelopor gerakan literasi yang ada di Provinsi Banten.
Baca juga:
Pentingnya Memilih Makanan, Lakukan Cek dan Kroscek Sebelum Membeli Produk Kemasan
Rumah Dunia bermula dari mimpi sederhana pasangan suami istri, Gol A Gong dan Tias Tatanka yang mengizinkan anak-anak di sekitar Kampung Ciloang untuk membaca dan menggambar di halaman rumah mereka setiap sore.
"Sudah menjadi cita-cita kami, suatu saat akan membuka pusat belajar bagi siapa saja yang mau datang, untuk membagi ilmu dan memperoleh ilmu," ujar Tias Tatanka dikutip dari Youtube Pemprov Banten.
Tetapi minat literasi yang masih rendah membuat tidak semua anak-anak suka dengan buku bacaan, oleh karena itu Tias Tatanka melakukan inovasi dimulai dengan mengajarkan membaca dan menulis kepada anak-anak sekitar.
Seiring berjalannya waktu, pada akhirnya, Rumah Dunia resmi diwujudkan pada tahun 2002 sebagai taman baca yang ada di Banten.
Mimpi sederhana ini membawa perubahan besar
Rumah Dunia sudah tidak lagi sebatas meminjamkan koleksi buku milik Gol A Gong dan Tias Tatanka kepada anak-anak sekitar saja, namun beragam inovasi terus dikembangkan sebagai bagian dari tanggung jawab atas Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 23 Tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti.
Kini Rumah Dunia sudah memiliki beragam program dari mulai kelas menulis bersama Gol A Gong, taman bacaan masyarakat, hingga perpustakaan.
Baca juga: Pencegahan Stunting dengan ABCDE untuk Masa Depan Anak Indonesia
Bagi pengunjung anak-anak, Rumah Dunia juga menawarkan pelbagai kegiatan menarik seperti kelas kreatif Rumah Dunia, yang di dalamnya berisi wisata tulis, wisata dongeng, hingga Friday English.
Tidak hanya sampai di sana, Rumah Dunia saat ini juga memiliki auditorium untuk pemutaran film pendek atau bedah buku, taman bermain anak, teater terbuka hingga mobil perpustakaan keliling. Rumah Dunia terbuka untuk umum, dan tidak dipungut biaya, siapapun boleh datang ke sini.
Bagi siapa saja yang mau berkunjung untuk membaca koleksi buku atau mengikuti kegiatan seru lainnya, Rumah Dunia buka setiap hari Senin-Minggu dari pukul 07.00-19.00 WIB.
Kehadiran Rumah Dunia di Banten membuka cakrawala dunia terutama bagi anak-anak dalam megakses bahan bacaan. Langkah yang dilakukan kedua pasangan suami istri ini begitu inspiratif untuk kemajuan Banten, terutama dalam memberantas buta huruf di Banten.
Baca:
Pendidikan Inklusif, Mimpi Tanpa Batas Anak Berkebutuhan Khusus
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik Provinsi Banten mencatat di tahun 2023 sebesar 1,77% anak di Banten mengalami buta huruf. Angka ini dapat terus berkurang asalkan dengan giat dilakukan edukasi tentang menanamkan minat literasi sejak dini kepada anak-anak.
Menumbuhkan minat literasi bisa dilakukan dengan mengajak anak mengunjungi Rumah Dunia sebagai daya tarik wisata literasi yang ada di Provinsi Banten.
Mari bersama kita wujudkan Indonesia yang cerdas dengan giat berliterasi sejak dini! (Septi/MGNG).
Kunjungi artikel lainnya di sini
Sumber:
1. Youtube Pemprov Banten
2. Instagram Rumah Dunia @rumahdunia
3. Angka Buta Aksara Menurut Provinsi dan Kelompok Umur - Tabel Statistik - Badan Pusat Statistik Indonesia (bps.go.id)