Tanaman obat tradisional sejak dahulu sudah digunakan oleh nenek moyang kita untuk mengobati berbagai penyakit. Tak jarang, di pekarangan rumah sering dijumpai pekarangan yang ditanami berbagai tumbuhan berkhasiat mampu menyembuhkan penyakit.
Pengobatan tradisional dapat dijadikan sebagai tindakan pertolongan pertama, artinya jika seseorang terkena penyakit maka dibuatlah obat tradisional kemudian diminumkan.
Baca juga: Bergerak Memulai Pola Hidup Sehat, Bersama Lawan Obesitas
Namun, jika setelah mengkonsumsi ramuan tradisional tidak mengalami perubahan dan sakitnya tidak kunjung sembuh, barulah memanfaatkan pengobatan medis. Obat tradisional dalam penyajiannya tidak semua diminum, ada pula yang dibalurkan pada area luka dan lainnya.
Perlu diketahui, Tanaman Obat Keluarga (TOGA) memiliki peran penting dalam proses pengobatan tradisional Indonesia dan dikenal sebagai salah satu bentuk pemanfaatan tanaman alami yang ekonomis.
Baca juga: Cara Merawat Orang dengan TBC
Dinas Kesehatan Provinsi Banten menginisiasi kegiatan ini dan menyosialisasikannya di Kabupaten/Kota di Provinsi Banten melalui program Asuhan Mandiri dengan TOGA.
Program ini mendorong masyarakat untuk menggunakan tanaman obat sebagai upaya mandiri dalam menjaga kesehatan dan menangani gangguan kesehatan ringan.
Dinas Kesehatan Provinsi Banten melalui program Asuhan mandiri mengajak keluarga di rumah untuk menanam dan memanfaatkan TOGA sehingga masyarakat dapat memetik langsung khasiat tanaman herbal sebagai alternatif atau pelengkap pengobatan modern.
Asuhan Mandiri dengan tanaman obat keluarga adalah program yang mendorong masyarakat untuk menggunakan tanaman obat sebagai upaya Mandiri dalam menjaga kesehatan dan menangani gangguan kesehatan ringan.
Baca : 14 Ragam Dialek Bahasa Daerah di Provinsi Banten
Tujuan utama dari Asuhan Mandiri TOGA untuk meningkatkan kesadaran pentingnya tanaman herbal serta memberdayakan keluarga agar lebih mandiri dalam upaya kesehatan.
Beberapa tanaman herbal yang sering dimanfaatkan yaitu; jahe, kunyit, lidah buaya dan sereh yang memiliki khasiat untuk meningkatkan imunitas. Selain untuk pemgobatan awal secara mandiri, TOGA juga berkontribusi dalam pelestarian tanaman obat dan menjadi langkah nyata dalam mewujudkan kesehatan berbasis kearifan lokal.
Sumber: Instagram @dinkes_provbanten