Porto
  • Profil Provinsi
    • Sejarah Banten
    • Geografi
    • Demografi
    • Arti Lambang
    • Kebudayaan
  • Profil Pemerintah
    • Profil Pimpinan dan Pegawai
    • Visi dan Misi Provinsi Banten
    • Struktur Organisasi
    • Organisasi Perangkat Daerah (OPD)
    • Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN)
  • Informasi Publik
    • Informasi Publik
    • Daftar Informasi Publik
    • Permohonan Informasi
    • Keberatan Informasi Publik
    • Standar Pengumuman Informasi
  • Berita Update
    • Press Release
    • Gallery Video
    • Artikel
  • Pengumuman
  • IPKD
    • 2023
    • 2024
  • SAKIP
    • Pedoman SAKIP
    • RPJPD
    • RPJMD
    • RKPD
    • LPPD
    • LKPD
    • PERKIN GUBERNUR
    • Indikator Kinerja Utama (IKU)
    • Pengadaan Barang dan Jasa Strategis

Bisnis Anyaman Pandan di Pandeglang Mampu Serap 70 Tenaga Kerja Lansia

Bisnis Anyaman Pandan di Pandeglang Mampu Serap 70 Tenaga Kerja Lansia

 07 May 2024   778 dilihat
Sumber Gambar : Potret Adi Pandat selaku pemilik UMKM kerajinan anyaman daun Pandan asal Pandeglang sedang menjajakan beragam bentuk hasil anyaman dari daun Pandan pada dua orang pembeli dalam acara pameran. Gambar oleh Admin

Adi Pandat (40) pengusaha kerajinan anyaman pandan asal Desa Kadulimus, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang mampu membuka peluang usaha bagi warga sekitarnya. 

Sedikitnya ada 70 lanjut usia (Lansia) Ibu Rumah Tangga (IRT) yang dipekerjakan olehnya untuk menganyam kerajinan berbahan pandan. 

Para lansia tersebut menggantungkan penghasilan dari setiap anyaman yang berhasil diselesaikan. Kerajinan anyaman daun pandan yang dikelola oleh Adi memiliki beragam bentuk, dari mulai tas (Kaneron), topi, sajadah, tikar, sandal, dompet, tentengan dan beragam jenis lainnya. 

Aneka macam variasi modifikasi bentuk tradisional anyaman pandan, kini berhasil dikreasikan dalam bentuk modern oleh Adi. 

Menurutnya, bentuk kerajinan tradisional harus melek dengan kebutuhan pasar dan mengikuti arus perkembangan zaman agar tidak ketinggalan tren. 

  • Baca Juga : Tiga Jenis Kue Tradisional Khas Pandeglang yang Ada Saat Ramadan, Lengkap dengan Proses Pembuatannya

Maka dari itu, Adi mengkombinasikan anyaman daun pandan dengan proses jahit, lem yang dipadukan menggunakan kain, aksesoris, gambar 3D, logo dan lainnya. 

"Saya membuat inovasi produk yang disesuaikan dengan tren saat ini. Ada unsur jahit, lem modifikasi produk baru sebelumnya hanya anyaman saja," ujar Adi 

Bisnis rumahan ini mulai ditekuni Adi sejak tahun 2015, yang diturunkan dari leluhurnya yang juga pengrajin kerajinan anyaman berbahan pandan. 

"Saya mulai fokus usaha dari tahun 2015, kalau usaha ini sudah turun-temurun dari kakek, nenek dan sekarang semakin berkembang, dulu jualan anyaman kaneron, tikar dan topi. Kalo ibu saya dari 2007 melanjutkan usaha,"  terangnya. 

Pandan sebagai bahan utama pembuatan kerajinan yang banyak ditemui di daerahnya, maka Adi memberi nama usahanya dengan sebutan "Pandan'S Craft Banten"

  • Baca :  Pesanan Tungku Tanah Liat Meningkat saat Ramadan, dalam Sehari Bisnis Rumahan Ini Mampu Menjual 1.500 Tungku

Terdapat 70 orang ibu penganyam yang didominasi para lansia, kemudian ada bagian produksi dan pemasaran sebanyak enam orang. Adi membebaskan para lansia menganyam dari rumah masing-masing agar mereka tetap bisa berkumpul bersama keluarga dan mengurus anak. 

"Ibu penganyamnya ada 70 orang, mereka membuat anyaman di rumah masing-masing, ada yang bagian produksi, pemasaran enam orang dan lainnya," kata Adi. 

Dalam satu hari, satu orang ibu penganyam bisa membuat lima topi, sedangkan untuk jenis anyaman tikar proses pembuatannya satu hari menghasilkan satu buah tikar tergantung jenis ukuran. 

"Dalam satu hari satu orang penganyam bisa membuat lima topi, sedangkan pembuatan tikar satu hari satu tergantung ukuran," jasnya. 

Harga jual kerajinan yang dipasarkan Adi bervariasi dari mulai Rp15 ribu sampai Rp250 ribu rupiah. Pembelinya datang dari berbagai daerah di Indonesia bahkan asia yaitu Malaysia, Thailand dan sekitarnya. 

Pemasarannyapun dilakukan secara offline maupun online yang tersebar di beberapa marketplace serta dalam acara pameran. 

"Harga jualnya mulai dari harga Rp15 ribu sampai Rp250 ribu. Dijualnya online ke berbagai market place dan offline di dalam dan luar daerah," terangnya. 

Sementara itu, untuk bahan baku daun pandan, diperoleh Adi dari kebun, dibeli dari masyarakat, tanah desa yang ditanami pandan serta dari Kecamatan Banjar dan Mekarjaya.

"Pandannya dari kebun, beli dari masyarakat, tanah desa/ tanah bengkok yang ditanam dan beli dari yang punya lahan yang ditanami pandan. Bahan bakunya dari dua kecamatan yaitu Kecamatan Banjar dan Mekarjaya," jelasnya. 

Dalam proses pembuatannya, Adi tidak merasa kesulitan karena para pekerjanya sudah terlatih dan mahir membuat kerajinan anyaman dari daun pandan. 

Adapun proses awal pembuatan kerajinan anyaman dimulai dari memetik daun pandan yang masih hijau dan berduri, kemudian buang duri pada kedua sisi daun pandan. 

Setelah duri berhasil dibuang, buat ukuran pandan sesuai dengan bentuk kerajinan yang akan dibuat. Proses berikutnya, daun pandan yang sudah dibentuk lalu direbus selama satu jam dan direndam satu malam. 

  • Baca Juga : Apem Hj Rumsah di Cimanuk Pandeglang Kebanjiran Orderan saat Ramadan

Usai direndam, daun pandan dikeringkan dua hari di bawah sinar matahari. Apabila sudah kering, bahan daun pandan siap digunakan untuk dibentuk kerajinan. 

"Proses pembuatannya ambil daun pandan yang masih hijau berduri, dibuang durinya, daun kemudian dibentuk sesuai ukuran produk yang akan dianyam, setelah itu direbus satu jam dan direndam satu malam, lalu dijemur sampai kering selama dua hari," tutur Adi.

"Setelah itu, daun pandan siap dianyam dan dibentuk tikar, topi, kanderon atau tas dan lainnya," imbuhnya
 
Lanjut Adi, tahap berikutnya setelah selesai proses penganyaman, masuk proses modifikasi dengan menambahkan gambar/aksesoris pada kerajinan, membuat pola tas, proses pengguntingan dan jahit. 

Usai dibuat modifikasi, hasil kerajinan anyaman pandan diberi pewarna agar putih bersih lalu dijemur. Apabila sudah selesai dijemur, berikutnya anyaman difernis agar mengkilap sehingga kerajinan anyaman daun pandan siap dipasarkan. 

Selama 9 tahun Adi menekuni usahanya, dia berharap agar para pelaku UMKM bisa difasilitasi tempatnya di Kabupaten Pandeglang terutama dalam memasarkan produknya. 

"Mudah-mudahan bisa difasilitas tempat untuk UMKM dalam memasarkan produk," pungkasnya. 

Ke depan Adi juga berharap agar Pemerintah Provinsi Banten, instansi terkait, BUMN dapat membina dan menyerap produk UMKM dan memaksimalkan dalam penggunaan produk lokal untuk kebutuhan souvenir, oleh-oleh dan lainnya. 

"Harapannya Pemprov Banten, instansi, BUMN yang bisa membina dan menyerap produk UMKM ini bisa dimaksimalkan dalam penggunaan produk lokal untuk souvenir, oleh-oleh dan sudah menjadi ciri khas tersendiri," terangnya. 

Tidak hanya itu, Adi berharap agar Diskominfo Pandeglang menjembatami dalam pembuatan website Pandan's Craft Banten supaya produk UMKM ini dapat diketahui lebih luas di kancah nasional maupun internasional.

"Pengennya Diskominfo Kabupaten Pandeglang menjembatani ini untuk dibuatkan wesite agar kami bisa melakukan pemasaran lebih luas ke skala nasional sampai internasional," harapan Adi. 

Lengkapnya di sini 


Sumber : Wawancara Adi Pandat, Owner Pandan's Craft Banten.

Bagikan Artikel

Anda dapat menyiarkan ulang, menulis ulang, dan atau menyalin konten ini dengan mencantumkan sumber bantenprov.go.id

  Facebook   Twitter   Whatsapp
  • Kabar Populer
  • Kabar Terkini
  • Gubernur Andra Soni Harap Alumni Daar El-Qolam Tingkatkan Kontribusi ke Masyarakat
  • Resmikan Renovasi Masjid Assa’adah, Gubernur Banten Andra Soni Apresiasi Kekompakan dan Gotong Royong Warga
  • Wagub Dimyati Minta Pertandingan dan Eksibisi Olahraga Tinju Diperbanyak
  • Gubernur Andra Ramaikan Pertandingan Persahabatan BangBro Badminton Triple
  • Wagub Dimyati Jalin Kebersamaan dengan Masyarakat, Mancing dan Catur Bareng Komunitas
  • Gubernur Andra Soni: Peringatan HPN Jadi Momentum Pers sebagai Mitra Pembangunan
  • Gubernur Andra Soni dan Forkopimda Provinsi Banten Dengarkan Arahan Presiden Prabowo
  • Pemprov Banten Matangkan Skema Sekolah Gratis untuk Madrasah Aliyah Swasta
  • Wagub Dimyati Jalin Kebersamaan dengan Masyarakat, Mancing dan Catur Bareng Komunitas
  • Gubernur Andra Soni Harap Alumni Daar El-Qolam Tingkatkan Kontribusi ke Masyarakat
Statistik Kunjungan

Pengunjung Hari ini: Loading...
Pengunjung Kemarin: Loading...
Pengunjung Bulan ini: Loading...
Total Hits: Loading...
Statistik Kunjungan Bantenprov.

Kabupaten/Kota
  • Kota Tangerang
  • Kota Tangerang Selatan
  • Kota Serang
  • Kab. Pandeglang
  • Kota Cilegon
  • Kab. Lebak
  • Kab. Tangerang
  • Kab. Serang
Popular Links
  • Press Release
  • Struktur Organisasi
  • Gallery Video
  • Kebudayaan
  • Permohonan Informasi
Hubungi Kami
  • Alamat:
    Jl. Syech Nawawi Al-Bantani No.1, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B)
    Kecamatan Curug, Kota Serang, Provinsi Banten.
  • admin@bantenprov.go.id
  • Senin - Jumat 9.00 - 17.00

Provinsi Banten © 2023. All Rights Reserved.