Porto
  • Home
  • Profil Provinsi
    • Sejarah Banten
    • Geografi
    • Demografi
    • Arti Lambang
    • Kebudayaan
  • Profil Pemerintah
    • Profil Pimpinan dan Pegawai
    • Visi dan Misi Provinsi Banten
    • Struktur Organisasi
    • Organisasi Perangkat Daerah (OPD)
    • Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN)
  • Informasi Publik
    • Informasi Publik
    • Daftar Informasi Publik
    • Permohonan Informasi
    • Keberatan Informasi Publik
    • Standar Pengumuman Informasi
  • Berita Update
    • Press Release
    • Gallery Video
    • Artikel
  • Pengumuman
  • IPKD
    • 2023
    • 2024
  • SAKIP
    • Pedoman SAKIP
    • RPJPD
    • RPJMD
    • RKPD
    • LPPD
    • LKPD
    • PERKIN GUBERNUR
    • Indikator Kinerja Utama (IKU)
    • Pengadaan Barang dan Jasa Strategis

Wisata Anyer-Carita Ramai, Pemprov Banten Perkuat Mitigasi Pasca Status Siaga Anak Krakatau

Wisata Anyer-Carita Ramai, Pemprov Banten Perkuat Mitigasi Pasca Status Siaga Anak Krakatau

 13 Jul 2026   59 dilihat
Sumber Gambar :

Aktivitas wisata di kawasan Pantai Anyer dan Carita tetap berlangsung normal meski Gunung Anak Krakatau (GAK) berstatus Level III (Siaga). Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten terus melakukan pemantauan perkembangan aktivitas gunung api sekaligus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana dengan mengacu pada informasi resmi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten Lutfi Mujahidin mengatakan, fokus pemerintah tidak hanya pada aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau, tetapi juga terhadap kemungkinan dampak yang ditimbulkan, terutama potensi tsunami.

“Mitigasi sudah kita lakukan sejak awal tahun, bahkan kita perkuat pasca level III status GAK,” kata Lutfi, Kamis (9/7/2026).

Menurut Lutfi, keputusan untuk melakukan evakuasi masyarakat akan bergantung pada hasil analisis dan informasi resmi mengenai potensi tsunami. Erupsi gunung tidak serta-merta menyebabkan masyarakat harus mengungsi apabila tidak terdapat indikasi tsunami.

Ia menjelaskan, apabila terjadi erupsi yang berpotensi memicu tsunami, masyarakat di wilayah pesisir memiliki waktu sekitar 40 menit untuk melakukan evakuasi. BPBD Provinsi Banten terus memperkuat koordinasi dengan PVMBG, BMKG, TNI, Polri, pemerintah kabupaten/kota, serta memberikan pelatihan kepada Badan Penyelamat Wisata Tirta (Balawista) agar proses evakuasi dapat dilakukan secara cepat apabila diperlukan.

Lutfi mengimbau masyarakat tidak panik menghadapi peningkatan aktivitas Gunung Anak Krakatau. Hasil pantauannya terkait aktivitas wisata di Anyer-Cinangka berjalan normal.

Sementara itu, Pengamat Gunung Api PVMBG Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau Anggi Nuryo Saputro menjelaskan, hingga saat ini rekomendasi PVMBG masih tetap sama, yakni masyarakat, wisatawan, nelayan, maupun pendaki dilarang melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari kawah aktif.

“Kondisi kegempaan masih fluktuatif dan rekomendasinya belum berubah, masih tiga kilometer dari kawah pusat. Semua informasi resminya dapat diakses melalui MAGMA Indonesia,” ujar Anggi saat ditemui di Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau.

Anggi menjelaskan, berdasarkan kajian para ahli, kondisi morfologi Gunung Anak Krakatau saat ini berbeda dengan kondisi menjelang tsunami Selat Sunda pada 2018. Saat itu tinggi tubuh gunung mencapai sekitar 337 meter di atas permukaan laut (mdpl) sebelum terjadi longsoran, sedangkan hasil pengamatan terbaru menunjukkan tinggi Gunung Anak Krakatau sekitar 158 mdpl.

“Kalau berdasarkan kajian para ahli, potensinya berbeda dengan tahun 2018. Dulu tinggi gunung sekitar 337 mdpl, sedangkan sekarang 158 mdpl, sehingga kondisinya tidak sama. Namun, masyarakat tetap harus mematuhi rekomendasi PVMBG,” katanya.

Ia menambahkan, sepanjang pemantauan PVMBG, Gunung Anak Krakatau belum pernah ditetapkan pada Status Level IV (Awas). Bahkan saat longsoran tubuh Gunung Anak Krakatau pada Desember 2018 yang memicu tsunami Selat Sunda, status aktivitas gunung tetap berada pada Level III (Siaga). Karena itu, masyarakat diminta tidak menafsirkan tingkat aktivitas gunung hanya berdasarkan peristiwa masa lalu, melainkan tetap mengikuti rekomendasi resmi PVMBG dan informasi pemerintah.

Pantauan di sejumlah destinasi wisata menunjukkan aktivitas pariwisata tetap berjalan normal. Di Pantai Bandulu, Abdul Malik (42), wisatawan asal Bekasi yang datang bersama rombongan sekitar 30 orang dari Universitas Pancasila mengatakan memilih perjalanan wisata ke Anyer karena telah direncanakan sekitar satu bulan sebelumnya.

“Perjalanannya menyenangkan dan suasana pantainya juga bagus. Saya lihat kondisinya masih aman, belum ada masalah apa-apa,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan Marlian (39), warga Tajur Halang, Parung, Bogor, yang datang bersama 28 anggota komunitas senam. Meski mengetahui peningkatan aktivitas Gunung Anak Krakatau, rombongannya tetap melaksanakan agenda wisata.

“Kami tetap berangkat karena informasinya aman. Tadi bahkan sempat naik perahu ke tengah laut dan semuanya berjalan lancar,” katanya.

Di Pantai Pandan, Carita, Jonelisa (18), pelajar asal Nabire, Papua Tengah, yang saat ini menempuh pendidikan di Tangerang, juga tetap menikmati liburan bersama dua kerabatnya.

“Saya tahu informasi Gunung Anak Krakatau dari media sosial. Tapi setelah melihat masih banyak wisatawan yang berlibur ke Carita, kami tetap datang untuk menikmati liburan,” tuturnya.

Ramainya kunjungan wisatawan juga dirasakan pelaku usaha di Pantai Bandulu. Petugas penjualan tiket dan penyewaan saung, Maria Ulfah, mengatakan hingga siang hari tercatat sekitar 10 bus rombongan dan 15 kendaraan pribadi memasuki kawasan wisata. Pada akhir pekan, jumlah kunjungan mencapai sekitar 30 hingga 50 bus serta puluhan kendaraan pribadi.

“Pengunjung tetap ramai. Penyewaan saung juga tetap berjalan seperti biasa dan sampai sekarang peningkatan status Gunung Anak Krakatau tidak berpengaruh terhadap kunjungan wisatawan,” ujarnya.

Bagikan Artikel

Anda dapat menyiarkan ulang, menulis ulang, dan atau menyalin konten ini dengan mencantumkan sumber bantenprov.go.id

  Facebook   Twitter   Whatsapp
  • Kabar Populer
  • Kabar Terkini
  • MTQ XXIII Provinsi Banten Resmi Dibuka, 477 Peserta Siap Berkompetisi dan Cetak Generasi Qurani Berprestasi
  • Tutup MTQ XXIII Provinsi Banten 2026, Wagub Dimyati Serahkan Piala Bergilir ke Bupati Tangerang
  • Audiensi dengan DMI Banten, Gubernur Andra Soni Sambut Baik Program Kemakmuran Masjid
  • Gubernur Andra Soni Resmikan Payment Point Gerai Samsat untuk Permudah Layanan Pajak
  • Andra Soni Usulkan Pelebaran Jalan Akses Banten International Stadium, Dukung Kesiapan Provinsi Banten Menuju PON XXIII Tahun 2032
  • Wisata Anyer-Carita Ramai, Pemprov Banten Perkuat Mitigasi Pasca Status Siaga Anak Krakatau
  • Sambut Siswa Baru, Pemprov Banten Tegaskan MPLS 2026 Wajib Ramah dan Bebas Perpeloncoan
  • Pemasangan Tiang Pancang Pembangunan Masjid Al Mubarokah, Gubernur Andra Soni Harap Masjid Menjadi Pusat Peradaban
  • Gubernur Andra Soni Apresiasi Semangat Gotong Royong Warga Cengkok Dalam Membangun Kampung
  • Hadiri Kejurnas Taekwondo Kapolri Cup VII, Wagub Dimyati Usulkan Bela Diri Jadi Mulok
Statistik Kunjungan

Pengunjung Hari ini: Loading...
Pengunjung Kemarin: Loading...
Pengunjung Bulan ini: Loading...
Total Hits: Loading...
Statistik Kunjungan Bantenprov.

Kabupaten/Kota
  • Kota Tangerang
  • Kota Tangerang Selatan
  • Kota Serang
  • Kab. Pandeglang
  • Kota Cilegon
  • Kab. Lebak
  • Kab. Tangerang
  • Kab. Serang
Popular Links
  • Press Release
  • Struktur Organisasi
  • Gallery Video
  • Kebudayaan
  • Permohonan Informasi
Hubungi Kami
  • Alamat:
    Jl. Syech Nawawi Al-Bantani No.1, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B)
    Kecamatan Curug, Kota Serang, Provinsi Banten.
  • admin@bantenprov.go.id
  • Senin - Jumat 9.00 - 17.00

Provinsi Banten © 2023. All Rights Reserved.