Pemerintah terus mendorong pengembangan sports tourism sebagai salah satu penggerak baru perekonomian nasional.
Melalui strategi terarah dan kolaborasi lintas sektor, industri olahraga diproyeksikan memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, serta promosi destinasi Indonesia di tingkat global.
Berdasarkan data Kementerian Pemuda dan Olahraga, nilai agregat ekonomi industri olahraga Indonesia mencapai Rp39,4 triliun dengan kontribusi sekitar 0,19 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Angka ini menunjukkan besarnya potensi sports tourism untuk dikembangkan secara berkelanjutan.
Pengembangan sports tourism diarahkan pada dua pendekatan utama, yaitu hard sports tourism dan soft sports tourism.
Hard sports tourism berfokus pada penyelenggaraan event olahraga berskala besar dan kompetitif yang menarik perhatian internasional, seperti MotoGP Mandalika dan F1 Powerboat (F1H2O).
Sementara itu, soft sports tourism mengedepankan aktivitas olahraga rekreasi berbasis gaya hidup, seperti marathon, golf, dan wisata bersepeda.
Untuk mempercepat pengembangan sektor ini, pemerintah menyiapkan sejumlah strategi, antara lain deregulasi peraturan, kolaborasi lintas sektor pembuat kebijakan, serta pelibatan sektor swasta.
Upaya ini diperkuat melalui penyelenggaraan business infrastructure forum dan business matchmaking yang mempertemukan pemilik aset, penyelenggara event, investor, dan mitra swasta.
Dari sisi tren, sports tourism Indonesia juga diarahkan pada pengembangan heritage dan lifestyle sports, green sports tourism, serta aktivitas olahraga berbasis alam.
Penyelenggaraan event yang berkelanjutan, minim jejak karbon, dan melibatkan masyarakat lokal menjadi fokus utama agar manfaat ekonomi dapat dirasakan langsung oleh daerah.
Pengembangan industri sports tourism dilakukan secara bertahap, mulai dari fase state-led ignition, dilanjutkan hybrid transition, hingga market-led sustainability.
Pada tahap akhir, sektor swasta diharapkan menjadi penggerak utama, sementara pemerintah berfokus pada regulasi dan promosi.
Melalui model kolaborasi yang melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMN, dan investor, sports tourism diharapkan mampu menjadi mesin pertumbuhan ekonomi baru sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi olahraga kelas dunia.