Dalam rangkaian Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Provinsi Banten, Sarasehan Kepala Sekolah Jurnalistik Indonesia (SJI) se-Indonesia bersama Kepala SMA, SMK, dan SKh Negeri se-Banten digelar di Pendopo Gubernur Banten, Kota Serang, Sabtu (7/2/2026).
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten sebagai upaya memperkuat literasi komunikasi publik di lingkungan pendidikan.
Sarasehan ini membahas pentingnya komunikasi yang baik antara sekolah dan media, termasuk bagaimana sekolah menyampaikan informasi kepada publik secara terbuka, jelas, dan bertanggung jawab, serta sikap yang perlu ditunjukkan ketika wartawan datang ke lingkungan sekolah.
Narasumber dalam kegiatan ini adalah Nizwar, Wakil Direktur SJI, yang memaparkan materi terkait etika komunikasi, keterbukaan informasi, serta cara merespons pertanyaan media agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat.
Dalam paparannya, Nizwar menekankan bahwa sekolah tidak perlu menghindari wartawan, justru harus membangun komunikasi yang sehat dan profesional.
“Saya berharap kepada seluruh kepala SMA, SMK, dan SKh di Provinsi Banten untuk menjalin komunikasi aktif dengan wartawan. Jangan hindari wartawan, terima wartawan. Ketika mereka meminta informasi terkait pemerintahan, silakan layani dengan baik,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa komunikasi yang baik menjadi sarana penting bagi sekolah untuk menyampaikan berbagai program positif kepada publik.
“Komunikasi yang baik antara sekolah dengan media sangat penting. Karena dengan komunikasi yang baik, pihak sekolah dapat menyampaikan seluruh program yang positif untuk diketahui publik. Dengan menjauh dari wartawan, informasi itu tidak tersampaikan,” tambahnya.
Lebih lanjut, Nizwar menjelaskan bahwa apabila terdapat pemberitaan yang dinilai tidak proporsional, sekolah dapat menempuh mekanisme yang telah diatur sesuai ketentuan, termasuk melalui Dewan Pers.
Melalui sarasehan ini, diharapkan para kepala sekolah memiliki pemahaman yang lebih baik tentang pentingnya komunikasi publik, sehingga informasi mengenai dunia pendidikan dapat diterima masyarakat secara utuh, akurat, dan berimbang.