Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Letjen TNI (Purn) Marciano Norman, menegaskan bahwa fasilitas arena (venue), akomodasi, transportasi, serta sarana prasarana penunjang di Provinsi Banten sangat lengkap untuk menggelar Pekan Olahraga Nasional (PON) XXIII tahun 2032. Atas dasar itu, Marciano menilai Banten sudah sangat layak menjadi tuan rumah.
"Ya, Banten dan Lampung sudah layak menjadi tuan rumah," ujar Marciano seusai membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) KONI 2026 di Hotel Pullman Central Park, Jakarta, Kamis (21/5/2026). Rakernas tahun ini mengusung tema PON Sebagai Program Strategis Nasional Mewujudkan Sasaran Asta Cita Bidang Olahraga.
Marciano menjelaskan, berdasarkan hasil visitasi menyeluruh oleh tim penjaringan calon tuan rumah PON XXIII, Provinsi Banten memiliki fasilitas arena yang cukup banyak, bahkan melebihi kebutuhan.
"Misalnya lapangan golf. Kita butuhnya hanya satu, tetapi Banten menawarkan tujuh. Lalu untuk maraton juga ada dua, di PIK 2 dan Tanjung Lesung, padahal yang kita butuhkan hanya satu. Karena itu, kami meyakini seluruh cabang olahraga (cabor) yang akan dipertandingkan dapat terfasilitasi dengan baik," jelasnya.
Menurut Marciano, Provinsi Banten masih memiliki waktu enam tahun untuk menyempurnakan seluruh fasilitas penunjang. Ia optimistis tenggat waktu tersebut sangat cukup, terlebih dengan adanya komitmen kuat dari Gubernur Banten, Andra Soni, untuk memeratakan fasilitas olahraga di seluruh daerah.
"Bahkan tadi kita saksikan bersama, Pak Gubernur Andra Soni sudah merencanakan target penyelesaian seluruh venue pada tahun 2030. Artinya, kesiapan Banten sebagai tuan rumah PON XXIII ini akan kita sampaikan saat Munaslub nanti," pungkas Marciano.
Pada kesempatan yang sama, Gubernur Banten Andra Soni menyatakan kesiapan Provinsi Banten untuk menjadi tuan rumah PON XXIII bersama Provinsi Lampung. Ia memaparkan bahwa Banten didukung oleh sejumlah infrastruktur strategis yang mumpuni.
"Infrastruktur seperti Bandara Soekarno-Hatta, Pelabuhan Merak, Commuter Line Serpong–Tanah Abang, serta jalur kereta api Rangkasbitung–Tanah Abang dan Rangkasbitung–Merak akan mempermudah aksesibilitas para atlet, ofisial, dan seluruh tamu PON XXIII," kata Andra.
Selain itu, akses transportasi darat ditopang oleh jaringan jalan tol yang luas, meliputi tol Jakarta–Merak, Serpong–Cinere, Cengkareng–Batuceper, Sedyatmo, serta tol Serang–Panimbang. Banten juga telah memiliki stadion berstandar internasional dengan kapasitas puluhan ribu penonton yang siap dijadikan pusat pelaksanaan olahraga.
"Kami memiliki Banten International Stadium (BIS) yang berada dalam Kawasan Sport Center. Stadion berkapasitas 32.000 penonton ini akan menjadi klaster utama pelaksanaan PON XXIII dengan konsep sport city yang terintegrasi dengan venue multicabang olahraga," tuturnya.
Pemerintah Provinsi Banten telah menyiapkan 44 arena untuk menunjang pelaksanaan 28 cabor. Beberapa arena unggulan yang tersebar di berbagai kabupaten/kota antara lain:
Andra menambahkan, sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Banten tahun 2026–2029, pembangunan sejumlah arena baru di kawasan sport center ditargetkan rampung pada tahun 2030.
Fasilitas yang akan dikebut penyelesaiannya meliputi GOR Akuatik, GOR Lapangan Tenis, GOR Basket, GOR Beladiri, Lapangan Hoki, Lapangan Tembak, GOR Bulu Tangkis, arena BMX & Skateboard, serta arena angkat besi.