Porto
  • Home
  • Profil Provinsi
    • Sejarah Banten
    • Geografi
    • Demografi
    • Arti Lambang
    • Kebudayaan
  • Profil Pemerintah
    • Profil Pimpinan dan Pegawai
    • Visi dan Misi Provinsi Banten
    • Struktur Organisasi
    • Organisasi Perangkat Daerah (OPD)
    • Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN)
  • Informasi Publik
    • Informasi Publik
    • Daftar Informasi Publik
    • Permohonan Informasi
    • Keberatan Informasi Publik
    • Standar Pengumuman Informasi
  • Berita Update
    • Press Release
    • Gallery Video
    • Artikel
  • Pengumuman
  • IPKD
    • 2023
    • 2024
  • SAKIP
    • Pedoman SAKIP
    • RPJPD
    • RPJMD
    • RKPD
    • LPPD
    • LKPD
    • PERKIN GUBERNUR
    • Indikator Kinerja Utama (IKU)
    • Pengadaan Barang dan Jasa Strategis

Gubernur Andra Soni Dorong Kolaborasi Wujudkan Swasembada Pangan Saat Panen Raya Padi Organik PS-08

Gubernur Andra Soni Dorong Kolaborasi Wujudkan Swasembada Pangan Saat Panen Raya Padi Organik PS-08

 31 Jul 2026   117 dilihat
Sumber Gambar : Biro Adpimpro Banten

Gubernur Banten Andra Soni menilai kolaborasi lintas sektor menjadi langkah awal dalam mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya mewujudkan swasembada pangan nasional.

Hal itu disampaikan saat mengikuti kegiatan Panen Raya Padi Organik PS-08 seluas 1.500 hektar dan Gerakan Tanam Jagung Hibrida PS-08 seluas 500 hektar di Desa Sukarame, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Kamis (30/7/2026).

Andra Soni mengatakan, swasembada pangan merupakan agenda strategis nasional yang hanya dapat diwujudkan melalui sinergi seluruh elemen. Mulai dari pemerintah pusat dan daerah, TNI-Polri, kementerian dan lembaga, perguruan tinggi, dunia usaha, hingga para petani sebagai pelaku utama sektor pertanian.

"Saya mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat sinergi sektor pertanian sebagai salah satu pilar ekonomi Provinsi Banten dalam mewujudkan swasembada pangan sebagai bagian dari Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya melalui peningkatan produksi pertanian di Provinsi Banten," ungkap Andra Soni.

Kolaborasi yang telah terbangun tersebut menjadi modal penting dalam meningkatkan produktivitas pertanian dan memperkuat ketahanan pangan daerah maupun nasional.

Pada kesempatan itu juga Andra Soni mengatakan berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Provinsi Banten pada Triwulan I Tahun 2026 mencapai 5,64 persen, dengan sektor pertanian, perikanan, dan kehutanan menjadi sektor dengan pertumbuhan tertinggi sebesar 17,88 persen.

"Kondisi ini menunjukkan bahwa sektor pertanian tidak hanya berperan menjaga ketahanan pangan, tetapi juga menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi daerah," katanya.

Selanjutnya, pada tahun 2026 Pemprov Banten menargetkan luas tanam padi sebesar 350.060 hektare dengan target produksi 1.859.348 ton. Sementara itu, komoditas jagung ditargetkan mencapai luas panen 8.131 hektare dengan produksi 58.494 ton.

"Untuk realisasi, luas tanam padi telah mencapai 74 persen dari target tahunan dengan produksi mencapai 1.214.654 ton, sedangkan produksi jagung mencapai 42.996 ton," imbuhnya.

Andra Soni menegaskan, Pemprov Banten akan terus mengakselerasi berbagai program strategis, mulai dari percepatan luas tambah tanam, optimalisasi lahan pertanian, pengembangan kawasan jagung, peningkatan kualitas pendampingan penyuluh pertanian, hingga memperkuat kolaborasi dengan pemerintah kabupaten dan kota, Bulog, perbankan, perguruan tinggi, dan sektor swasta.

Seluruh upaya tersebut bermuara pada satu tujuan utama, yakni meningkatkan kesejahteraan petani. Produktivitas pertanian yang terus meningkat diharapkan mampu memperkuat pendapatan petani, menjaga stabilitas pasokan pangan, sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat di perdesaan.

"Semoga berbagai ikhtiar yang kita lakukan mampu meningkatkan produktivitas pertanian dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan petani di Provinsi Banten, sehingga Banten dapat terus berkontribusi dalam mewujudkan swasembada pangan nasional," jelasnya.

Sementara itu, Ketua Umum DPN Yayasan Bhakti Bela Negara Seno Aji mengatakan, panen raya tersebut merupakan panen ketiga yang dilaksanakan yayasan. Namun, untuk areal pengembangan seluas 1.500 hektare, kegiatan kali ini menjadi panen perdana setelah sebelumnya panen dilakukan pada lahan seluas 753 hektare.

"Ini panen ke-3, tetapi untuk kawasan 1.500 hektare ini merupakan panen pertama. Sebelumnya kami melakukan panen pertama dan kedua pada lahan seluas 753 hektare," ujarnya.

Menurut Seno, pengembangan varietas PS-08 dilakukan melalui kemitraan dengan kelompok tani di Kecamatan Carita. Yayasan menyediakan benih, pupuk, pendampingan budidaya, hingga menjamin pembelian hasil panen sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP), sehingga petani tidak lagi bergantung pada tengkulak.

"Kami melibatkan kelompok tani yang memiliki lahan sawah dan ingin bergabung bersama kami. Kami memberikan benih, pupuk, pendampingan, kemudian hasil panennya kami beli sesuai harga standar yang ditetapkan pemerintah. Dengan begitu tidak ada lagi praktik tengkulak yang merugikan petani," katanya.

Terkait pengembangan benih, Seno Aji menjelaskan bahwa varietas padi PS-08 saat ini masih dalam proses sertifikasi dan ditargetkan selesai dalam dua bulan ke depan. Selama proses tersebut, benih belum diperjualbelikan secara umum dan hanya dimanfaatkan oleh kelompok tani binaan Yayasan Bhakti Bela Negara.

Ia menilai Provinsi Banten memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu lumbung pangan nasional. Selain memiliki lahan yang subur, posisi Banten yang berdekatan dengan Jakarta serta dukungan pembangunan infrastruktur irigasi menjadi keunggulan tersendiri dalam pengembangan sektor pertanian.

"Kami fokus mengembangkan Banten terlebih dahulu karena memiliki potensi yang sangat besar. Kami ingin menjadikan Banten sebagai lumbung pangan nasional, dan varietas PS-08 ini sangat cocok dikembangkan di Banten," katanya.

Untuk memperkuat hilirisasi sektor pertanian, Yayasan Bhakti Bela Negara juga berencana membangun industri penggilingan padi atau Rice Milling Unit (RMU) di Kabupaten Pandeglang pada tahun 2026.

"Kita berencana membangun itu pada tahun ini agar dapat membantu para petani yang ada di sini," paparnya.
 

Bagikan Artikel

Anda dapat menyiarkan ulang, menulis ulang, dan atau menyalin konten ini dengan mencantumkan sumber bantenprov.go.id

  Facebook   Twitter   Whatsapp
  • Kabar Populer
  • Kabar Terkini
  • Gubernur Andra Soni Tinjau Pembangunan Ruang Kelas Baru SMA Negeri 30 Kabupaten Tangerang
  • MTQ XXIII Provinsi Banten Resmi Dibuka, 477 Peserta Siap Berkompetisi dan Cetak Generasi Qurani Berprestasi
  • Gubernur Andra Soni Hadiri Penyambutan Peserta Raker APPSI
  • Tutup MTQ XXIII Provinsi Banten 2026, Wagub Dimyati Serahkan Piala Bergilir ke Bupati Tangerang
  • Gubernur Andra Soni Resmikan Payment Point Gerai Samsat untuk Permudah Layanan Pajak
  • Komitmen Gubernur Andra Soni Perkuatan Ketahanan Pangan di Banten Dipuji Pramono Anung
  • Gubernur Andra Soni Dorong Kolaborasi Wujudkan Swasembada Pangan Saat Panen Raya Padi Organik PS-08
  • Wagub Dimyati Tegaskan Dukungan Pemprov Banten terhadap Industri Kendaraan Listrik
  • Wagub Dimyati :Era Milenial Jadikan Tantangan Guru Makin Berat
  • Delegasi Gita Bahana Nusantara Asal Banten Dilepas Gubernur Andra Soni
Statistik Kunjungan

Pengunjung Hari ini: Loading...
Pengunjung Kemarin: Loading...
Pengunjung Bulan ini: Loading...
Total Hits: Loading...
Statistik Kunjungan Bantenprov.

Kabupaten/Kota
  • Kota Tangerang
  • Kota Tangerang Selatan
  • Kota Serang
  • Kab. Pandeglang
  • Kota Cilegon
  • Kab. Lebak
  • Kab. Tangerang
  • Kab. Serang
Popular Links
  • Press Release
  • Struktur Organisasi
  • Gallery Video
  • Kebudayaan
  • Permohonan Informasi
Hubungi Kami
  • Alamat:
    Jl. Syech Nawawi Al-Bantani No.1, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B)
    Kecamatan Curug, Kota Serang, Provinsi Banten.
  • admin@bantenprov.go.id
  • Senin - Jumat 9.00 - 17.00

Provinsi Banten © 2023. All Rights Reserved.