Remaja di Provinsi Banten kini memiliki kesempatan untuk mengambil peran lebih besar dalam menciptakan ruang digital yang aman melalui SAFE Squad, sebuah program kepeloporan remaja yang diinisiasi oleh Kakak Aman Indonesia.
SAFE Squad hadir untuk membekali dan melibatkan remaja sebagai peer educator (edukator sebaya) yang dapat menjadi teman, penggerak, sekaligus penyebar edukasi mengenai pencegahan kekerasan, khususnya kekerasan seksual dan kekerasan di ruang digital.
Program ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk meningkatkan kemampuan remaja dalam mengenali berbagai risiko di dunia digital, memahami cara melindungi diri, serta berani mengambil peran dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi teman sebaya.
Remaja Bukan Hanya Pengguna, Tapi Juga Penggerak
Penggagas SAFE Squad sekaligus Penggagas Kakak Aman Indonesia, Hana Maulida, menyampaikan bahwa perkembangan teknologi perlu diikuti dengan peningkatan kemampuan remaja dalam menjaga keamanan diri dan orang lain di ruang digital.
“Remaja kita hari ini hampir semuanya bisa mengakses internet dan menggunakan media sosial. Tapi hal itu jarang dibarengi dengan kemampuan untuk menjaga diri dari kekerasan, terutama kekerasan seksual di ruang digital.”
Menurut Hana, pendekatan melalui teman sebaya menjadi penting karena remaja sering kali lebih nyaman bercerita, berdiskusi, dan belajar dari orang yang berada dalam kelompok usia yang sama.
Melalui SAFE Squad, remaja tidak hanya mendapatkan pengetahuan, tetapi juga didorong untuk menjadi bagian dari solusi dengan menyebarkan pesan-pesan pencegahan kepada lingkungan sekitarnya.
Dukungan Penuh Pemerintah Provinsi Banten
Program SAFE Squad juga mendapatkan dukungan dari Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Provinsi Banten.
Dukungan ini menjadi bentuk kolaborasi dalam memperkuat perlindungan anak dan remaja di tengah meningkatnya penggunaan teknologi digital.
“Melindungi anak-anak dari berbagai risiko di ruang digital menjadi tugas kita bersama. Program SAFE Squad adalah wujud nyata kepedulian dari berbagai pihak. Dalam rangka mendukung implementasi PP Tunas yang diterbitkan Komdigi, kami Diskominfo Provinsi Banten tentu merasa sangat terbantu,"Kata Kepala Diskiminfo SP Banten, Beny Ismail.
Beny menegaskan kolaborasi antara pemerintah, organisasi masyarakat, sekolah, keluarga, dan remaja diharapkan dapat memperkuat ekosistem perlindungan anak di ruang digital.
Sebagai informasi, SAFE Squad kini membuka kesempatan bagi pelajar jenjang SMA/sederajat di Provinsi Banten yang memiliki kepedulian terhadap isu perlindungan anak dan keamanan di ruang digital.
Peserta yang terpilih akan mendapatkan kesempatan untuk:
SAFE Squad bukan sekadar komunitas. Ini adalah ruang bagi remaja untuk belajar, bersuara, saling menjaga, dan menjadi bagian dari perubahan.
Bagi kamu pelajar SMA/sederajat di Banten yang ingin belajar lebih banyak, peduli pada keamanan teman sebaya, dan ingin ikut menciptakan ruang digital yang aman, pendaftaran SAFE Squad kini dibuka.
Jangan hanya jadi pengguna ruang digital. Jadilah bagian dari generasi yang ikut menjaganya.
SAFE Squad — We got you!
Informasi :
Instagram @kakakaman.id
082311546031 (Vany Rianti)
Tautan Pendaftaran :