Porto
  • Home
  • Profil Provinsi
    • Sejarah Banten
    • Geografi
    • Demografi
    • Arti Lambang
    • Kebudayaan
  • Profil Pemerintah
    • Profil Pimpinan dan Pegawai
    • Visi dan Misi Provinsi Banten
    • Struktur Organisasi
    • Organisasi Perangkat Daerah (OPD)
    • Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN)
  • Informasi Publik
    • Informasi Publik
    • Daftar Informasi Publik
    • Permohonan Informasi
    • Keberatan Informasi Publik
    • Standar Pengumuman Informasi
  • Berita Update
    • Press Release
    • Gallery Video
    • Artikel
  • Pengumuman
  • IPKD
    • 2023
    • 2024
  • SAKIP
    • Pedoman SAKIP
    • RPJPD
    • RPJMD
    • RKPD
    • LPPD
    • LKPD
    • PERKIN GUBERNUR
    • Indikator Kinerja Utama (IKU)
    • Pengadaan Barang dan Jasa Strategis

PKK Banten Perkuat Kapasitas Orang Tua Hadapi Tantangan Pengasuhan Digital

PKK Banten Perkuat Kapasitas Orang Tua Hadapi Tantangan Pengasuhan Digital

 01 Dec 2025   328 dilihat
Sumber Gambar : Biro Adpimpro Banten.

Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Banten menegaskan komitmennya dalam memperkuat kapasitas orang tua dan para kader menghadapi dinamika pengasuhan di era digital.

Langkah ini diperlukan untuk memastikan keluarga mampu mendampingi anak secara bijak di tengah perkembangan teknologi yang semakin cepat.

Hal itu disampaikan Ketua TP PKK Provinsi Banten Tinawati Andra Soni dalam kegiatan Pola Asuh Anak dan Remaja di Era Digital (Paaredi) yang berlangsung di Gedung Negara Provinsi Banten, Jl. KH Syamun No. 5, Kota Serang, Senin (1/12/2025).

“Teknologi sering menjadi pengganti peran orang tua sehingga kerap menjadi silent babysitter dan ini menyebabkan berkurangnya interaksi tatap muka yang berkualitas terhadap anak,” ujar Tinawati. 

Tinawati menilai, kemajuan teknologi memberikan banyak kemudahan sekaligus tantangan bagi keluarga.

Ia menekankan perlunya pendampingan yang konsisten dari orang tua agar anak tetap aman dan mendapatkan pengalaman digital yang positif. 

Ia juga menyoroti bahwa generasi anak dan remaja saat ini tumbuh sebagai digital native yang sangat akrab dengan gawai. Makanya, keluarga menjadi benteng pertahanan agar dampak negatif dapat diminimalisir. 

“Pola asuh konvensional tidak lagi memadai. Keluarga adalah benteng utama dalam membentuk karakter anak dan melindungi mereka dari dampak negatif digital,” tutur Tinawati.

Menurutnya, kegiatan ini merupakan bentuk komitmen TP PKK Banten dalam meningkatkan kapasitas orang tua dan kader agar lebih siap menghadapi dinamika pengasuhan digital.

Ia turut menekankan pentingnya literasi digital bagi orang tua sebagai dasar dalam memberikan pendampingan.

“Yang dibutuhkan anak adalah pendampingan aktif, bukan larangan total, bangun keterbukaan dan kepercayaan agar anak merasa nyaman berbagi pengalaman digital mereka. Digitalisasi harus diimbangi dengan penguatan nilai agama, moral, dan budaya lokal Banten agar anak memiliki filter yang kuat,” ungkapnya.

Terakhir, Tinawati berharap peserta dapat memanfaatkan materi yang disampaikan narasumber serta menerapkannya dalam keluarga. Termasuk menularkannya kepada masyarakat luas mengenai pendampingan digital. 

 “Mari kita terus bersinergi dan menjadi agen perubahan dalam menciptakan generasi emas Banten yang cerdas, berkarakter, dan beretika digital,” tuturnya.

Di kesempatan yang sama, materi pembelajaran yang disampaikan Psikolog Ratu Eliyan Handiyanti yang juga Tenaga Ahli Divisi Pencegahan Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) Provinsi Banten ini menekankan bahwa setiap anak memiliki peluang yang sama untuk berkembang.

Ia menyoroti pentingnya kualitas komunikasi dalam keluarga. Komunikasi, menurutnya, bukan hanya penyampaian pesan tetapi juga kehadiran emosional yang menenangkan bagi anak.

“Setiap anak lahir dengan potensi yang sama untuk menjadi pribadi yang utuh. Tugas orang tua adalah memastikan lingkungan keluarga aman, hangat, dan mendukung tumbuh kembang mereka,” ujarnya.

“Komunikasi positif bukan sekadar teknik berbicara, tetapi sikap hati yang menghargai setiap emosi anak. Saya mengingatkan berbagai kesalahan umum orang tua yaitu Kesalahan dalam komunikasi yang sering terjadi karena kita terburu-buru merespons, bukan memahami,” katanya menambahkan.

Bagikan Artikel

Anda dapat menyiarkan ulang, menulis ulang, dan atau menyalin konten ini dengan mencantumkan sumber bantenprov.go.id

  Facebook   Twitter   Whatsapp
  • Kabar Populer
  • Kabar Terkini
  • Jelajahi Keindahan Ujung Kulon, Banten Tawarkan Pengalaman Wisata Alam Kelas Dunia
  • Tinjau Sekolah Rakyat Pandeglang, Gubernur Andra Soni Pastikan Pembangunan Sesuai Target
  • Gubernur Andra Soni Pimpin Penandatanganan Komitmen SPMB Ramah Tahun Ajaran 2026-2027
  • Cerita Wisatawan Menjelajahi Pulau Peucang, Pulang Membawa Cerita dan Kerinduan
  • Jemaah Haji Kloter Pertama Banten Tiba di Debarkasi Grand El Hajj dengan Selamat
  • Gubernur Andra Soni Raih Penghargaan Disway Top Regional Leader Awards 2026
  • Hari Pertama Dibuka, Gubernur Andra Soni Tinjau Pelaksanaan SPMB Jalur Domisili
  • Gubernur Andra Soni Buka Popda dan Paperda, Siapkan Atlet Menuju PON di Provinsi Banten
  • Pemprov Banten dan Kasepuhan Cisungsang Bangun Sinergi Sambut Seren Taun 2026
  • Buka Rakernas Apdesi Merah Putih, Andra Soni Tegaskan Komitmen Bangun Desa
Statistik Kunjungan

Pengunjung Hari ini: Loading...
Pengunjung Kemarin: Loading...
Pengunjung Bulan ini: Loading...
Total Hits: Loading...
Statistik Kunjungan Bantenprov.

Kabupaten/Kota
  • Kota Tangerang
  • Kota Tangerang Selatan
  • Kota Serang
  • Kab. Pandeglang
  • Kota Cilegon
  • Kab. Lebak
  • Kab. Tangerang
  • Kab. Serang
Popular Links
  • Press Release
  • Struktur Organisasi
  • Gallery Video
  • Kebudayaan
  • Permohonan Informasi
Hubungi Kami
  • Alamat:
    Jl. Syech Nawawi Al-Bantani No.1, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B)
    Kecamatan Curug, Kota Serang, Provinsi Banten.
  • admin@bantenprov.go.id
  • Senin - Jumat 9.00 - 17.00

Provinsi Banten © 2023. All Rights Reserved.