Pemerintah Provinsi Banten terus memperkuat sektor perikanan budidaya melalui penyediaan benih unggul, pengembangan kapasitas pembudidaya, serta optimalisasi sarana produksi menuju Banten Makmur sesuai dengan Visi Misi Gubernur dan Wakil Gubernur Banten.
Upaya tersebut dilakukan melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Produksi dan Pengembangan Perikanan Budidaya (P3B) Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Banten di Km 12 Jalan Raya Labuan, Kabupaten Pandeglang.
Kepala UPTD P3B Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Banten, Erwin Damayanto, mengatakan terdapat berbagai komoditas ikan air tawar yang sudah dikembangkan untuk mendukung kebutuhan pembudidaya di Banten.
Lima komoditas utama yang diproduksi meliputi ikan nila, ikan mas, lele, patin, dan gurame. Selain itu, bantuan benih yang disalurkan kepada kelompok pembudidaya juga mencakup ikan bandeng sesuai ketersediaan.
Areal UPTD P3B memiliki sekitar 128 kolam yang tersebar di lahan seluas kurang lebih lima hektare. Kolam tersebut digunakan untuk pemeliharaan indukan, pembenihan hingga pembesaran.
Produksi dilakukan secara berkala dengan menyesuaikan kesiapan benih dan kebutuhan pembudidaya. Saat ini, permintaan benih terbesar berasal dari komoditas lele dan nila.
Menurut Erwin, tingginya permintaan terhadap kedua jenis ikan tersebut salah satunya berkaitan dengan kebutuhan pangan, termasuk peluang yang muncul dari pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Permintaan benih lele dan nila cukup banyak. Asumsi kami, dengan adanya MBG, pembudidaya akan lebih mudah membangun kerja sama dengan SPPG,” ujarnya saat ditemui di lokasi.
Target Produksi 1 Juta Benih
Pada 2026, UPTD P3B menargetkan produksi sekitar 1 juta benih ikan. Target tersebut lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai sekitar 2 juta benih.
Salah satu faktor yang memengaruhi produksi adalah kondisi sarana kolam. Dari sekitar 128 kolam yang tersedia, sebagian besar mengalami kebocoran dan saat ini hanya dua kolam yang kondisinya tidak bocor. Perbaikan kolam menjadi salah satu kebutuhan penting agar proses pembenihan dapat kembali berjalan optimal.
“Harapan kami sarana dan prasarana yang ada di P3B bisa dirapikan dan dimaksimalkan sehingga kami bisa memberikan bantuan benih secara maksimal di Provinsi Banten,” kata Erwin.
Bantuan Disesuaikan dengan Kondisi Kolam
Penyaluran benih kepada pembudidaya dilakukan berdasarkan proposal yang masuk dan ketersediaan benih di balai. Jumlah benih yang diberikan juga tidak disamaratakan.
UPTD P3B terlebih dahulu mempertimbangkan luas serta kondisi kolam yang dimiliki kelompok. Dengan cara tersebut, bantuan diharapkan sesuai dengan kapasitas kolam yang dimiliki pembudidaya sehingga benih dapat dipelihara dan dikembangkan secara optimal.
Hingga September 2026, tercatat 54 proposal telah masuk dan diproses untuk penyaluran bantuan. Jumlah tersebut dapat bertambah hingga akhir tahun sesuai hasil verifikasi dan ketersediaan benih.
Terbuka untuk Belajar Budidaya Ikan
Penguatan sektor budidaya juga dilakukan melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia. UPTD P3B terbuka bagi masyarakat/pokdakan/mitra yang mau belajar cara budidaya ikan.
UPTD P3B juga bekerja sama dengan SMK di wilayah Banten untuk Praktik Kerja Lapangan (PKL). Setiap tahun, kegiatan tersebut dapat melibatkan sekitar 50–70 peserta.
Masyarakat maupun pembudidaya yang ingin meningkatkan pengetahuan mengenai teknik budidaya juga dapat datang langsung ke dinas maupun balai.
Erwin mengatakan terdapat tiga fokus yang terus didorong UPTD P3B, yakni menyiapkan benih unggul, memfasilitasi pelatihan, dan meningkatkan perekonomian pembudidaya ikan di Banten.
“Harapannya, bantuan benih bisa berkembang dan memberikan nilai ekonomis bagi keluarga pembudidaya,” tuturnya.
Ke depan, UPTD P3B akan menyiapkan pengembangan kawasan sebagai lokasi edukasi dan kunjungan anak sekolah. Rencana tersebut telah dituangkan dalam Detail Engineering Design (DED) yang mencakup area kuliner, pusat bermain, pusat pelatihan, serta fasilitas pendukung lainnya.
Dengan penguatan produksi benih, sarana, dan sumber daya manusia, UPTD P3B diharapkan mampu menjadi salah satu penggerak pengembangan perikanan budidaya di Banten.