Tangerang Selatan – Dunia digital ibarat ruang terbuka tanpa batas yang menawarkan peluang sekaligus tantangan bagi remaja.
Merespons hal tersebut, kampanye #SALINGJAGATUNASBANGSA hadir di Kota Tangerang Selatan (20/1) sebagai wadah edukasi untuk memperkuat perlindungan remaja di ekosistem digital.
Pemateri yang didatangkan langsung dari ahlinya yaitu Kementerian Komunikasi Digital (Komdigi) bersama TikTok Indonesia sekaligus turut mensosialisasikan dan menerapkan PP Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak (PP TUNAS).
Fokus utamanya adalah memastikan keamanan remaja saat berselancar di internet tanpa membatasi ruang gerak kreativitas mereka.
Menjembatani Kesenjangan Digital di keluarga salah satu poin krusial yang dibahas yakni perihal pentingnya peran orang tua sebagai pendamping utama. Di tengah pesatnya teknologi, muncul tantangan berupa ketimpangan kecakapan digital antara anak dan orang tua.
Kolaborasi untuk Masa Depan, sinergi ini menegaskan bahwa keamanan digital bukan hanya tanggung jawab satu pihak. Dukungan dari berbagai komunitas dan platform digital seperti TikTok diharapkan mampu menciptakan ruang siber yang lebih inklusif dan positif.
Dengan fitur keamanan yang lebih mumpuni dan literasi yang tepat, remaja Indonesia diharapkan dapat tumbuh menjadi generasi yang cerdas dan bijak berdigital.
Melalui pendekatan ini, perlindungan anak bukan lagi sekadar aturan hukum, melainkan sebuah budaya baru dalam pola asuh di era modern.
Wakil Menteri Komdigi, Nezar Patria menegaskan bahwa ruang digital layaknya jalan terbuka yang penuh peluang bagi remaja.
PP TUNAS hadir memastikan ruang digital tetap aman tanpa membatasi hak berekspresi dan tetap menjamin akses informasi yang tepat.
“Dengan sinergi kolaboratif yang kuat, termasuk dengan PSE seperti TikTok, kita dapat mendukung regulasi ini dan terciptanya generasi muda yang makin cakap digital,” Ujar Nezar.
Di kesempatan yang sama, Head of Public Policy & Government Relations TikTok Indonesia, Hilmi Adrianto menyampaikan bahwa ia menjamin keamanan pengguna Tiktok yang menjadi prioritas utama di perusahaannya.
“Kami bekerja untuk menghadirkan pengalaman digital yang positif bagi remaja. Kami apresiasi langkah sinergi Komdigi dalam kampanye #SalingJagaTunasBangsa demi menciptakan ekosistem digital yang aman dan positif bagi generasi emas Indonesia,” Kata Hilmi
Seorang peserta, Taufiq yang juga merupakan Ketua Relawan TIK Provinsi Banten turut bersuara perihal kegelisahan ini. Ia berharap para orang tua menjaga komunikasi yang baik dengan anak, sehingga terbangunnya keluarga yang cakap digital.
“Kami dari Relawan TIK ketika melakukan edukasi kepada masyarakat seringkali menemukan para orang tua yang sudah mengaku menyerah. Kami mengajak seluruh orang tua untuk terus mau belajar literasi digital khususnya digital parenting,” ungkap Taufiq.
Terselenggaranya kegiatan ini menjadi titik awal sekaligus menggaungkan ke seluruh penjuru negeri untuk bersama-sama membangun kesadaran para orang tua dan remaja agar menjadi masyarakat yang cakap digital dan mampu membimbing, mengawasi dan memberikan edukasi baik untuk orang tua itu sendiri maupun kepada anak-anaknya.