Porto
  • Profil Provinsi
    • Sejarah Banten
    • Geografi
    • Demografi
    • Arti Lambang
    • Kebudayaan
  • Profil Pemerintah
    • Profil Pimpinan dan Pegawai
    • Visi dan Misi Provinsi Banten
    • Struktur Organisasi
    • Organisasi Perangkat Daerah (OPD)
    • Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN)
  • Layanan dan Informasi Publik
    • Layanan Publik
    • Informasi Publik
    • Daftar Informasi Publik
    • Permohonan Informasi
    • Keberatan Informasi Publik
    • Standar Pengumuman Informasi
  • Berita Update
    • Press Release
    • Gallery Video
    • Artikel
  • Pengumuman
  • IPKD
    • 2023
    • 2024
  • SAKIP
    • Pedoman SAKIP
    • RPJPD
    • RPJMD
    • RKPD
    • LPPD
    • LKPD
    • PERKIN GUBERNUR
    • Indikator Kinerja Utama (IKU)
    • Pengadaan Barang dan Jasa Strategis

Cara Menghindari Penyakit Hipotiroid Kongenital Pada Bayi baru Lahir

Cara Menghindari Penyakit Hipotiroid Kongenital Pada Bayi baru Lahir

 22 Aug 2024   439 dilihat
Sumber Gambar : Ilustrasi pemeriksaan bayi baru lahir oleh dokter. Design by admin

Banyak hal yang harus dipersiapkan oleh calon ibu di rumah terutama dalam menyambut sang buah hati yang kelahirannya sudah dinantikan sejak awal. 

Namun tahukah bunda, ada beberapa penyakit yang harus diantisipasi agar buah hati lahir dan tumbuh dengan sehat, yaitu penyakit Hipotiroid Kongenital. 

Penting untuk diketahui bersama oleh para calon orang tua untuk mengantisipasi penyakit Hipotiroid Kongenital terutama pada 48 sampai 72 jam pertama kehidupan atau kelahiran buah hati. 

Baca juga:  Cara Pilih Makanan Kemasan yang Aman

Hal yang harus dilakukan agar bayi terhindar dari penyakit Hipotiroid Kongenital yaitu melakukan Skrining Hipotiroid Kongenital (SHK) sedini mungkin. 

Skrining ini dapat dilakukan di fasilitas kesehatan pemberi layanan kesehatan ibu dan anak terdekat atau fasilitas kesehatan milik pemerintah untuk bisa mendapatkan pemeriksaan secara gratis. 

Penyakit Hipotiroid Kongenital merupakan kondisi dimana fungsi kelenjar tiroid pada bayi menurun dan berkurang, kondisi ini bukan termasuk penyakit bawaan. 

Secara umum, bayi tidak menunjukan gejala penyakit Hipotiroif Kongenital, namun demikian, bayi baru lahir perlu untuk mengikuti SHK. 

Skrining Hipotiroid Kongenital (SHK) adalah skrining/uji saring dengan pengambilan sampel darah pada tumit bayi yang baru lahir. 

Skrining ini dilakukan untuk mengelompokkan bayi yang menderita Hipotiroid Kongenital (HK) dan bayi yang bukan penderita, sehingga bayi mendapatkan penanganan secara cepat dan tidak akan memberikan dampak yang cukup serius terhadap tumbuh kembang bayi. 

Baca:  Kenali Penyebab Gagal Ginjal dan Ciri-cirinya

Dampak penyakit Hipotiroid Kongenital apabila tidak diantisipasi sejak dini oleh para orang tua yaitu dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan dan perkembangan yang bersifat permanen. 

Perlu digaris bawahi, jika bayi sudah menunjukkan gejala seperti:
•    Tubuh cebol
•    Lidah besar
•    Bibir tebal
•    Hidung pesek
•    Pusar menonjol
•    Kesulitan bicara
•    Keterbelakangan mental

Apabila gejala tersebut sudah terlanjur dialami oleh bayi, maka proses pemeriksaannya sudah terlambat. Untuk mengantisipasi hal tersebut, maka perlu dilakukan SHK agar bayi terhindar dari penyakit di atas. 

Wakil Menteri Kesehatan RI, Dante Saksono Harbuwono mengatakan pada pelaksanaannya, Skrining Hipotiroid Kongenital dilakukan dengan pengambilan sampel darah pada tumit bayi yang berusia minimal 48 sampai 72 jam dan maksimal 2 minggu oleh tenaga kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan pemberi layanan Kesehatan Ibu dan Anak (baik FKTP maupun FKRTL), sebagai bagian dari pelayanan neonatal esensial.

Darah diambil sebanyak 2-3 tetes dari tumit bayi kemudian diperiksa di laboratorium. Apabila hasilnya positif, bayi harus segera diobati sebelum usianya 1 bulan agar terhindar dari kecacatan, gangguan tumbuh kembang, keterbelakangan mental dan kognitif.

“Setetes darah tumit menyelamatkan hidup anak-anak bangsa. Karena begitu kita tahu kadar tiroidnya rendah langsung kita obati. Pengobatannya bisa berlangsung seumur hidup supaya mereka bisa tumbuh dan berkembang secara optimal,” ujar Wamenkes.

Pihaknya berpesan agar pemeriksaan HK kembali digencarkan, agar anak yang memiliki risiko HK dapat segera ditemukan dan ditangani.

Informasi lebih lelengkapnya di sini

Sumber: ayosehat.kemkes.go.id

Bagikan Artikel

Anda dapat menyiarkan ulang, menulis ulang, dan atau menyalin konten ini dengan mencantumkan sumber bantenprov.go.id

  Facebook   Twitter   Whatsapp
  • Kabar Populer
  • Kabar Terkini
  • Pantau Operasi Lilin 2025, Gubernur Banten Andra Soni dan Kapolda Banten Pastikan Keamanan Malam Tahun Baru 2026
  • Apresiasi Juara DA7 Tasya Allesia, Gubernur Banten Andra Soni: Inspirasi Nyata Generasi Muda Banten
  • Puluhan Ribu Siswa Terbantu, Sekolah Gratis Perluas Jangkauan Hingga Sekolah Swasta
  • Gubernur Banten Andra Soni Antar Kepergian Tokoh Pendiri Banten H. Tryana Sjam'un ke Peristirahatan Terakhir
  • Perkuat Meritokrasi, Gubernur Banten Andra Soni: Manajemen Talenta Kunci Profesionalisme ASN
  • Wagub Dimyati: Jadikan Isra Mikraj Momentum Perkuat Keimanan dan Persatuan
  • Hadiri Peringatan Isra Mikraj di Pandeglang, Wagub Dimyati Ingatkan Pentingnya Menjaga Salat
  • Kukuhkan Pengurus PPTI, Gubernur Andra Soni Tekankan Kolaborasi Percepatan Eliminasi TBC
  • Perkuat Sinergi, Gubernur Andra Soni Ajak Brigif 87/Salakanagara Akselerasi Pembangunan dan Ketahanan Pangan
  • Gubernur Andra Soni: Sekolah Gratis, Strategi Pemprov Banten Tekan Angka Putus Sekolah
Statistik Kunjungan

Pengunjung Hari ini: Loading...
Pengunjung Kemarin: Loading...
Pengunjung Bulan ini: Loading...
Total Hits: Loading...
Statistik Kunjungan Bantenprov.

Kabupaten/Kota
  • Kota Tangerang
  • Kota Tangerang Selatan
  • Kota Serang
  • Kab. Pandeglang
  • Kota Cilegon
  • Kab. Lebak
  • Kab. Tangerang
  • Kab. Serang
Popular Links
  • Press Release
  • Struktur Organisasi
  • Gallery Video
  • Kebudayaan
  • Permohonan Informasi
Hubungi Kami
  • Alamat:
    Jl. Syech Nawawi Al-Bantani No.1, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B)
    Kecamatan Curug, Kota Serang, Provinsi Banten.
  • admin@bantenprov.go.id
  • Senin - Jumat 9.00 - 17.00

Provinsi Banten © 2023. All Rights Reserved.