Porto
  • Profil Provinsi
    • Sejarah Banten
    • Geografi
    • Demografi
    • Arti Lambang
    • Kebudayaan
  • Profil Pemerintah
    • Profil Pimpinan dan Pegawai
    • Visi dan Misi Provinsi Banten
    • Struktur Organisasi
    • Organisasi Perangkat Daerah (OPD)
    • Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN)
  • Informasi Publik
    • Informasi Publik
    • Daftar Informasi Publik
    • Permohonan Informasi
    • Keberatan Informasi Publik
    • Standar Pengumuman Informasi
  • Berita Update
    • Press Release
    • Gallery Video
    • Artikel
  • Pengumuman
  • IPKD
    • 2023
    • 2024
  • SAKIP
    • Pedoman SAKIP
    • RPJPD
    • RPJMD
    • RKPD
    • LPPD
    • LKPD
    • PERKIN GUBERNUR
    • Indikator Kinerja Utama (IKU)
    • Pengadaan Barang dan Jasa Strategis

Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Daerah (Pemda) dan Kuliah di Luar Negeri

Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Daerah (Pemda) dan Kuliah di Luar Negeri

 13 May 2024   531 dilihat
Sumber Gambar : Contoh desain jalan dan manajemen lalu lintas yang aman dan encouraging untuk pejalan kaki. Gambar oleh M Nurhestitunggal

“Kuliah di luar negeri membuka kesempatan untuk menjelajahi negara asing, merasakan budaya berbeda, dan menjalani peradaban baru untuk mendapatkan perspektif lain.

Kita mengalami sendiri bagaimana sebuah kota direncanakan dan dikelola secara spasial, bagaimana fasilitas publik disediakan, bagaimana semua infrastruktur didesain dengan perspektif gender dan inklusif disabilitas. Kita mengalami bagaimana moda transportasi darat, air, dan udara diintegrasikan, serta manajemen transportasinya. Kita juga bisa melihat bagaimana lingkungan hidup dikelola”.

 

Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Daerah (Pemda) dan Kuliah di Luar Negeri

Oleh: M. Nurhestitunggal

Bagian 2

Pada bagian sebelumnya, kita telah mengulas mengenai apakah ASN Pemda bisa berkuliah ke luar negeri, beserta opsi-opsi beasiswa yang tersedia. Pada bagian ini, kita akan bahas mengenai mengapa berkuliah ke luar negeri.

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, kita akan bagi menjadi dua sub bahasan: mengapa ASN perlu melanjutkan kuliah, dan mengapa ke luar negeri.

 

Mengapa ASN perlu melanjutkan kuliah?

Ada dua alasan mengapa ASN perlu melanjutkan kuliah: alasan obyektif, dan alasan subyektif. Alasan obyektif kita selaku ASN perlu melanjutkan kuliah adalah karena tuntutan profesi. Undang-Undang ASN mengamanatkan bahwa salah satu kewajiban ASN adalah untuk melaksanakan nilai dasar ASN.

Salah satu dari nilai dasar tersebut adalah “kompeten”, yaitu terus belajar dan mengembangkan kapabilitas. Kita perlu terus belajar, untuk meningkatkan kompetensi, agar mampu menjawab tantangan yang selalu berubah, membantu orang lain belajar, serta agar dapat melaksanakan tugas dengan kualitas terbaik.

Tuntutan untuk terus belajar juga diturunkan dalam Peraturan Pemerintah mengenai Manajemen PNS. Setiap ASN dituntut untuk melakukan pengembangan kompetensi melalui pembelajaran secara terus menerus, agar selalu relevan dengan tuntutan organisasi.

Secara umum terdapat premis bahwa kompetensi ASN akan meningkatkan kualitas birokrasi. Birokrasi yang berkualitas akan berkontribusi pada pemerintahan yang efektif. Karenanya, kompetensi pegawai negeri merupakan salah satu komponen dalam indeks efektivitas pemerintahan.

Apabila kompetensi ASN di pusat lebih merata, di daerah terdapat disparitas kompetensi ASN. Karenanya, perlu lebih banyak ASN Pemda yang berupaya meningkatkan kualifikasinya agar kesenjangan kompetensi dengan ASN pusat dapat diminimalkan.

Selain tuntutan profesi, alasan obyektif berikutnya adalah karena kualifikasi pendidikan merupakan tolok ukur utama. Kita hidup dalam sistem sosial yang menempatkan kualifikasi pendidikan lebih utama dibandingkan skills. Karenanya, berkuliah lagi membuka lebih banyak peluang karier baru yang tidak akan ada jika seseorang tidak mempunyai kualifikasi pendidikan lebih tinggi.

Mempunyai kualifikasi pendidikan yang lebih tinggi juga membantu menyiapkan diri dalam memilih spesialisasi di pilihan karier tertentu, misalnya bila suatu saat ingin beralih menjadi dosen, peneliti, atau profesi lain. Memperoleh kualifikasi yang lebih tinggu juga meningkatkan rasa percaya diri dan menanamkan sense of growth dan achievement.

Selain sistem sosial, sistem birokrasi kita juga menempatkan kualifikasi pendidikan sebagai benchmark. Misalnya, kualifikasi pendidikan merupakan salah satu komponen utama dalam Indeks Profesionalitas ASN. Lalu, dalam sistem merit, prinsip meritokrasi didasarkan pada kualifikasi pendidikan. Hal ini tercermin dari persyaratan jabatan, yang menentukan kualifikasi pendidikan paling rendah untuk jenis jabatan tertentu. Karenanya, kualifikasi pendidikan menjadi penting.

  • Baca Juga: Kisah Inspiratif ASN Bappeda Banten Raih Beasiswa LPDP Program Doktoral

Selain alasan obyektif tersebut, ASN perlu melanjutkan kuliah karena berbagai alasan subyektif. Alasan subyektif ini lebih bersifat personal. Misalnya, saya termotivasi melanjutkan pendidikan karena belum pernah merasakan suasana kuliah. Saya masuk PNS dengan ijazah SMA. Sambil bekerja, saya melanjutkan kuliah di Universitas Terbuka.

Universitas Terbuka merupakan satu-satunya perguruan tinggi negeri yang menyelenggarakan sistem pendidikan jarak jauh, yang lazim diadopsi pada masa pandemi kemarin. Karena hanya mengalami sistem belajar jarak jauh, saya ingin merasakan kuliah secara langsung dengan metode tatap muka.

Selain karena belum pernah merasakan suasana kuliah, alasan personal lainnya adalah untuk memberi motivasi kepada anak. Man jadda wajada. Siapa yang bersungguh-sungguh berusaha, insyaallah, akan berhasil. Dengan melihat dan mengalami secara langsung proses ikhtiarnya, diharapkan anak dapat meneladani.

Apapun alasan subyektifnya, melanjutkan kuliah untuk memperoleh kualifikasi yang lebih tinggi adalah perlu.

 

Mengapa ke luar negeri?

“Tuntutlah ilmu walaupun sampai ke Negeri Cina”. Kita tentu familier dengan hadis tersebut. Terlepas dari perdebatan mengenai sanad dan derajat sahihnya, menuntut ilmu merupakan suatu keutamaan, meskipun untuk itu kita harus ke luar negeri.

Mengapa ke luar negeri juga menjadi salah satu topik yang selalu ditanyakan pada saat interviu beasiswa. Joint Selection Team beasiswa AAS selalu menanyakan: “Why Australia?”. Demikian halnya wawancara beasiswa LPDP, selalu menanyakan mengapa harus ke luar negeri.

Secara umum, ada dua argumen mengapa berkuliah di luar negeri: pertimbangan akademik dan alasan personal. Secara akademik, kualitas universitas-universitas di luar negeri umumnya lebih baik. Ini dapat dilihat dari, misalnya, peringkat universitas-universitas dunia oleh Times Higher Education. Untuk tahun 2024, universitas terbaik di Indonesia berada di peringkat 800-an, dari sejumlah 1906 universitas di 108 negara dan wilayah.

Pemeringkatan tersebut didasarkan pada kualitas pembelajaran, iklim penelitian, kualitas penelitian, perspektif internasional, dan perspektif industri. Peringkat universitas mencerminkan standar dan tolok ukur sumber daya dan fasilitas yang mendukung pengalaman belajar yang menyenangkan.

Pertimbangan akademik lainnya, khusus untuk jenjang doktoral, adalah karena di luar negeri program doktoral dilakukan seluruhnya by research. Tidak ada coursework sejak awal memulai program. Mahasiswa riset juga mendapatkan dana penelitian yang bisa digunakan untuk menunjang riset, misalnya untuk mengikuti konferensi, membeli peralatan, perangkat lunak, bahan, di luar yang ditanggung oleh kampus, dan untuk keperluan lainnya atas persetujuan pembimbing.

Setiap mahasiswa riset juga mendapatkan fasilitas personal computer, sesuai pilihannya, printer jaringan, dan ruangan riset sendiri. Juga dukungan peningkatan ketrampilan riset, teknologi informasi dan komunikasi, perpustakaan dan akses database riset, serta bantuan pengembangan diri yang terus menerus.

Adapun alasan personal berkuliah di luar negeri, bagi saya, adalah untuk pengalaman dan pengembangan diri. Salah satu fragmen tak ternilai dari berkuliah di luar negeri adalah pengalaman. Kuliah di luar negeri membuka kesempatan untuk menjelajahi negara asing, merasakan budaya berbeda, dan menjalani peradaban baru untuk mendapatkan perspektif lain.

Kita mengalami sendiri bagaimana sebuah kota direncanakan dan dikelola secara spasial, bagaimana fasilitas publik disediakan, bagaimana semua infrastruktur didesain dengan perspektif gender dan inklusif disabilitas. Kita mengalami bagaimana moda transportasi darat, air, dan udara diintegrasikan, serta manajemen transportasinya. Kita juga bisa melihat bagaimana lingkungan hidup dikelola.

Misalnya, dengan melihat langsung bagaimana air hujan dikelola, kita bisa menilai bahwa melubangi jalan untuk meresapkan air hujan, tanpa didukung oleh sistem saluran air bawah tanah yang mengumpulkannya ke badan air lebih besar untuk dialirkan ke laut, adalah nonsens. Banyak lagi contoh lainnya yang membuka wawasan kita.

Alasan pengembangan diri berkaitan dengan bagaimana kita rela meninggalkan zona nyaman untuk memulai petualangan baru. Di tempat baru, kita melepas semua status di negara asal, dan menjalani peran sebagai pelajar. Berada di teritori berbeda mendorong kita beradaptasi untuk membangun rasa percaya diri. Bertemu dengan orang-orang baru memperluas peluang berjejaring, yang mungkin akan bermanfaat di masa depan.

Selain pengalaman dan pengembangan untuk diri pribadi, bagi saya, belajar di luar negeri juga baik untuk tumbuh kembang anak. Tumbuh dalam lingkungan dari beragam latar belakang mengajarkan anak menerima dan menghargai perbedaan, untuk lebih dapat memaknai kebinekaan saat kembali ke tanah air.

Namun demikian, hidup di negeri orang tidaklah selalu indah. Seperti sebuah jalan, banyak pula tikungan, tanjakan dan turunan. Sebagian orang dapat mengalami homesickness, kerinduan akan kampung halaman. Misalnya tentang kemudahan memperoleh makanan khas, atau yang halal. Perubahan status dari mayoritas menjadi minoritas pun dapat menimbulkan rasa insecure. Misalnya, suasana Ramadan dan Idulfitri yang jauh berbeda dari di Indonesia. Dan masih banyak lagi contoh lainnya.

Apabila tidak dikelola dengan baik, homesickness dan insecurity dapat mempengaruhi kesehatan mental yang pada akhirnya berdampak pada proses dan hasil belajar. Namun demikian, yang perlu kita tanamkan saat tiba di negeri orang adalah kita berada di sana untuk menuntut ilmu, bukan untuk bertamasya. Dengan kerangka berpikir demikian, kita akan berusaha beradaptasi dengan lingkungan.

Itulah pertimbangan perlunya ASN Pemda berkuliah ke luar negeri. Argumen yang sama juga dapat diterapkan pada perlunya ASN Pemda mengikuti pelatihan, berupa kursus-kursus singkat atau magang. Apabila berkuliah untuk meningkatkan kualifikasi, mengikuti kursus singkat dapat meningkatkan keterampilan.

Lalu, bagaimana cara kita bisa berkuliah ke luar negeri? Apa saja yang perlu kita persiapkan? Apa yang Pemda perlu lakukan? Bagian paling menarik ini akan kita bahas pada episode mendatang.

 

 

 

Bagikan Artikel

Anda dapat menyiarkan ulang, menulis ulang, dan atau menyalin konten ini dengan mencantumkan sumber bantenprov.go.id

  Facebook   Twitter   Whatsapp
  • Kabar Populer
  • Kabar Terkini
  • Gubernur Andra Soni Harap Alumni Daar El-Qolam Tingkatkan Kontribusi ke Masyarakat
  • Resmikan Renovasi Masjid Assa’adah, Gubernur Banten Andra Soni Apresiasi Kekompakan dan Gotong Royong Warga
  • Wagub Dimyati Minta Pertandingan dan Eksibisi Olahraga Tinju Diperbanyak
  • Gubernur Andra Ramaikan Pertandingan Persahabatan BangBro Badminton Triple
  • Wagub Dimyati Jalin Kebersamaan dengan Masyarakat, Mancing dan Catur Bareng Komunitas
  • Gubernur Andra Soni: Peringatan HPN Jadi Momentum Pers sebagai Mitra Pembangunan
  • Gubernur Andra Soni dan Forkopimda Provinsi Banten Dengarkan Arahan Presiden Prabowo
  • Pemprov Banten Matangkan Skema Sekolah Gratis untuk Madrasah Aliyah Swasta
  • Wagub Dimyati Jalin Kebersamaan dengan Masyarakat, Mancing dan Catur Bareng Komunitas
  • Gubernur Andra Soni Harap Alumni Daar El-Qolam Tingkatkan Kontribusi ke Masyarakat
Statistik Kunjungan

Pengunjung Hari ini: Loading...
Pengunjung Kemarin: Loading...
Pengunjung Bulan ini: Loading...
Total Hits: Loading...
Statistik Kunjungan Bantenprov.

Kabupaten/Kota
  • Kota Tangerang
  • Kota Tangerang Selatan
  • Kota Serang
  • Kab. Pandeglang
  • Kota Cilegon
  • Kab. Lebak
  • Kab. Tangerang
  • Kab. Serang
Popular Links
  • Press Release
  • Struktur Organisasi
  • Gallery Video
  • Kebudayaan
  • Permohonan Informasi
Hubungi Kami
  • Alamat:
    Jl. Syech Nawawi Al-Bantani No.1, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B)
    Kecamatan Curug, Kota Serang, Provinsi Banten.
  • admin@bantenprov.go.id
  • Senin - Jumat 9.00 - 17.00

Provinsi Banten © 2023. All Rights Reserved.