Lindungi Diri dari Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau
Abu vulkanik dari aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau perlu diwaspadai karena dapat mengganggu kesehatan, terutama saluran pernapasan dan mata.
Untuk membantu melindungi masyarakat, Pemerintah Provinsi Banten menyiapkan 5.000 dus masker untuk didistribusikan melalui pemerintah kabupaten/kota.
“Saya memerintahkan kepada Kepala Dinas Kesehatan untuk mendistribusikan 5.000 dus masker kepada pemerintah kabupaten/kota,” kata Gubernur Banten Andra Soni saat berada di Pos Pengamatan Gunung Api Anak Krakatau, Kabupaten Serang, Minggu (6/9/2026).
Satu dus berisi 50 masker. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten Ati Pramudji Hastuti memastikan stok tersebut siap didistribusikan kepada masyarakat.
“Stok masker 5.000 dus, satu dus isinya 50 dan cukup,” ujar Ati.
Masker penting digunakan untuk mengurangi paparan abu vulkanik yang terhirup. Abu vulkanik mengandung material dan zat kimia yang dapat mengganggu saluran pernapasan.
“Dalam abu vulkanik terdapat zat kimiawi yang membahayakan dan akan mempengaruhi metabolisme tubuh seperti paru-paru dan organ pernapasan sehingga wajib memakai masker,” jelas Ati.
Selain menyiapkan masker, seluruh puskesmas di 8 kabupaten/kota di Banten juga disiagakan selama 24 jam untuk membantu masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan akibat paparan debu vulkanik.
Dampak abu vulkanik sudah dirasakan sebagian warga. Lola Julianti mengaku debu semakin banyak setelah erupsi dan membuat sejumlah warga mengalami keluhan seperti batuk, pilek, sesak napas, serta mata terasa pedih.
“Yang dirasain debunya makin banyak pasca erupsi. Banyak warga ngeluh debu. Ke anak kecil jadi batuk pilek, pernapasannya sesak, pedih ke mata,” kata Lola.
Karena itu, Lola memilih menggunakan masker dan kacamata ketika beraktivitas di luar rumah.
Di tengah aktivitas Gunung Anak Krakatau yang terus dipantau, masyarakat diimbau tetap tenang dan waspada. Kurangi aktivitas di luar ruangan dan gunakan masker saat berada di luar rumah untuk mengurangi paparan abu vulkanik.
Warga sedulur Banten, jangan abaikan kondisi kesehatan saat abu vulkanik masih berpotensi mengganggu aktivitas.
Gunakan masker, kurangi aktivitas di luar ruangan, dan segera manfaatkan layanan puskesmas jika mengalami keluhan kesehatan.
Jaga diri, jaga keluarga, dan saling mengingatkan.