Porto
  • Profil Provinsi
    • Sejarah Banten
    • Geografi
    • Demografi
    • Arti Lambang
    • Kebudayaan
  • Profil Pemerintah
    • Profil Pimpinan dan Pegawai
    • Visi dan Misi Provinsi Banten
    • Struktur Organisasi
    • Organisasi Perangkat Daerah (OPD)
    • Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN)
  • Informasi Publik
    • Informasi Publik
    • Daftar Informasi Publik
    • Permohonan Informasi
    • Keberatan Informasi Publik
    • Standar Pengumuman Informasi
  • Berita Update
    • Press Release
    • Gallery Video
    • Artikel
  • Pengumuman
  • IPKD
    • 2023
    • 2024
  • SAKIP
    • Pedoman SAKIP
    • RPJPD
    • RPJMD
    • RKPD
    • LPPD
    • LKPD
    • PERKIN GUBERNUR
    • Indikator Kinerja Utama (IKU)
    • Pengadaan Barang dan Jasa Strategis

Waspada Penyakit Demam Berdarah, Begini Cara Pengobatannya Agar Segera Sembuh 

Waspada Penyakit Demam Berdarah, Begini Cara Pengobatannya Agar Segera Sembuh 

 04 Mar 2024   801 dilihat
Sumber Gambar :

Perubahan cuaca yang kurang menentu, terutama sering turun hujan, perubahan perilaku masyarakat dan mobilitas penduduk yang tinggi menjadi pemicu penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).  

Apabila masyarakat terpapar virus dengue, maka akan menyebabkan penurunan kesehatan ditandai adanya demam selama 2 sampai 7 hari yang disertai dengan penurunan trombosit, adanya hemokonsentrasi yang ditandai kebocoran plasma, disertai gejala-gejala seperti nyeri kepala, nyeri otot dan tulang, ruam kulit atau nyeri belakang bola pada mata. 

Tidak semua yang terinfeksi virus dengue akan menunjukkan DBD berat. Ada pula yang terkena DBD tidak  mengalami demam berat dan hanya demam ringan yang akan sembuh dengan sendirinya atau ada yang sama sekali tanpa gejala sakit (asimtomatik). 

Sebagian lainnya yang terkena DBD hanya akan mengalami demam dengue saja yang tidak menimbulkan kebocoran plasma dan mengakibatkan kematian. Faktor utama merebaknya kasus DBD pada manusia akibat curah hujan tinggi. 

Intensitas curah hujan yang tinggi akan mengakibatkan bertambahnya genangan air sebagai tempat perindukan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus yang merupakan faktor utama penular DBD. Virus dengue ini masuk pada tubuh manusia melalui gigitan nyamuk. 

Umumnya, penyakit DBD sering terjadi pada anaka usia dibawah 15 tahun. Namun kasus DBD yang menjangkit orang dewasa juga ada dan belakangan meningkat. 

Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit DBD di Indonesia pertama dilaporkan pada tahun 1968 di Jakarta dan Surabaya dengan jumlah kasus 58 dan 24 kematian. Dalam kurun waktu 50 tahun, angka kematian DBD telah berhasil diturunkan menjadi di bawah 1%. 

Dalam 10 tahun terakhir dalam rentang waktu tahun 2008–2017, incidence rate (IR) DBD berada pada kisaran 26,1 per 100.000 penduduk hingga 78,8 per 100.000 penduduk. 

Pada tahun 2018 jumlah kasus DBD di Indonesia sebanyak 65.602 dengan CFR 0,71%, artinya terdapat 467 kasus kematian per tahun atau 1,3 kematian per hari. 

Sampai saat ini belum ada obat atau vaksin yang spesifik agar terhindar dari DBD. Meski belum ada obatnya, umumnya kasus-kasus penyakit ini dapat diselamatkan dengan berobat dini, dan mendapat tata laksana yang adekuat. 

Agar pasien DBD segera sembuh, maka penurunan angka kematian DBD memerlukan proses yang terorganisir dengan baik sejak awal diagnosis sampai tahap rujukan. 

Hal ini dapat dicapai dengan cara meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya membawa pasien DBD ke fasilitas pelayanan kesehatan, pemerataan distribusi tenaga dan alat kesehatan, serta peningkatan mutu pelayanan kesehatan. 

Seseorang yang berobat di tempat pelayanan kesehatan dan menderita DBD maka pemeriksaan pertama yang perlu dilakukan terlebih dahulu adalah melihat adanya tanda-tanda kedaruratan. 

Bila ada tanda kedaruratan berupa syok, kejang, kesadaran menurun, perdarahan, muntah dan atau asupan oral inadekuat, hematuria, hematokrit cenderung meningkat, nyeri perut hebat, letargi dan atau gelisah, lemas atau pusing berputar, akral pucat, dingin dan basah, oliguria (urin yang keluar kurang / tidak ada selama 4-6 jam), memiliki komorbid, dan tinggal sendiri atau jauh dari fasilitas kesehatan penderita harus dirawat inap. 

Jika tidak ada tanda kedaruratan dan lama demam ≥ 3 hari maka perlu dilakukan pemeriksaan hemoglobin (Hb), hematokrit (Ht), leukosit, dan trombosit. 

Apabila trombosit pasien ≤100.000 maka penderita dianjurkan rawat inap.  Tetapi apabila nilai trombosit >100.000 maka penderita dapat berobat jalan serta dibekali edukasi mengenai tanda-tanda kedaruratan. 

Penderita DBD juga dianjurkan pemeriksaan Hb, Ht, leukosit, trombosit dan kontrol setiap 24 jam ke sarana pelayanan kesehatan. 

Bila kemudian dalam perjalanan penyakitnya terdapat tanda-tanda kedaruratan dan atau trombosit ≤100.000 maka penderita dianjurkan untuk dilakukan rawat inap.

Selanjutnya, apabila penderita yang tetap tidak memiliki tanda kedaruratan dan nilai trombosit >100.000 maka tetap dianjurkan untuk berobat jalan. 

Prosedur tersebut dilakukan setiap harinya sampai penderita bebas demam atau harus dirawat inap. Bila penderita mengeluh demam <3 hari dan tidak terdapat tanda-tanda kedaruratan maka penderita dapat berobat jalan. 

Penderita DBD yang dianjurkan berobat jalan adalah penderita yang mampu mentoleransi volume cairan oral yang memadai dan buang air kecil setidaknya sekali setiap 6 jam, dan tidak adanya tanda-tanda peringatan terutama saat demam reda. 

Setiap hari juga dilakukan pemeriksaan tanda-tanda kedaruratan dan pemeriksaan Hb, Ht, Leukosit, Trombosit. 

Bagi penderita yang dapat berobat jalan perlu diberikan edukasi terhadap penderita atau keluarga agar percepatan proses pemulihan pasien, berikut yang harus dilakukan:
1) Penderita perlu istirahat yang cukup.

2) Asupan cairan yang adekuat. 
WHO menganjurkan agar cairan oral yang diberikan jangan air putih biasa tetapi minuman yang mengandung glukosa dan elektrolit seperti susu, jus buah, larutan isotonik oral, oralit, dan air tajin. 

Asupan cairan oral yang adekuat diharapkan dapat mengurangi jumlah angka rawat inap. 

Perlu diingat bahwa cairan yang mengandung glukosa dapat menimbulkan hiperglikemia akibat stres fisiologis dari infeksi dengue dan diabetes mellitus. 

3) Menjaga suhu tubuh kurang dah 39°C. Jika suhu tubuh melebihi 39°C, penderita diberikan parasetamol dengan dosis 325 mg atau 500 mg dalam bentuk tablet. 

Dosis yang dianjurkan adalah 10 mg/kg/dosis dan harus diberikan dalam frekuensi atau jarak tidak kurang dari 6 jam. 

Dosis maksimum untuk orang dewasa adalah 4 gram/hari. Hindari penggunaan parasetamol berlebihan dan aspirin dan NSAID.

4) Berikan kompres hangat pada dahi, ketiak dan ekstremitas, sedangkan untuk orang dewasa dianjurkan agar mandi dengan air hangat.

5) Beri tahu keluarga penderita atau orang yang akan merawatnya bahwa penderita DBD harus segera dibawa ke rumah sakit jika terdapat salah satu dari tanda kedaruratan.


Sumber : Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran (PNPK) khususnya dalam menangani pasien infeksi dengue di Indonesia. Yankes.kemkes.go.id

Bagikan Artikel

Anda dapat menyiarkan ulang, menulis ulang, dan atau menyalin konten ini dengan mencantumkan sumber bantenprov.go.id

  Facebook   Twitter   Whatsapp
  • Kabar Populer
  • Kabar Terkini
  • Gubernur Andra Soni Harap Alumni Daar El-Qolam Tingkatkan Kontribusi ke Masyarakat
  • Resmikan Renovasi Masjid Assa’adah, Gubernur Banten Andra Soni Apresiasi Kekompakan dan Gotong Royong Warga
  • Wagub Dimyati Minta Pertandingan dan Eksibisi Olahraga Tinju Diperbanyak
  • Gubernur Andra Soni: Peringatan HPN Jadi Momentum Pers sebagai Mitra Pembangunan
  • Gubernur Andra Ramaikan Pertandingan Persahabatan BangBro Badminton Triple
  • Gubernur Andra Soni: Peringatan HPN Jadi Momentum Pers sebagai Mitra Pembangunan
  • Gubernur Andra Soni dan Forkopimda Provinsi Banten Dengarkan Arahan Presiden Prabowo
  • Pemprov Banten Matangkan Skema Sekolah Gratis untuk Madrasah Aliyah Swasta
  • Wagub Dimyati Jalin Kebersamaan dengan Masyarakat, Mancing dan Catur Bareng Komunitas
  • Gubernur Andra Soni Harap Alumni Daar El-Qolam Tingkatkan Kontribusi ke Masyarakat
Statistik Kunjungan

Pengunjung Hari ini: Loading...
Pengunjung Kemarin: Loading...
Pengunjung Bulan ini: Loading...
Total Hits: Loading...
Statistik Kunjungan Bantenprov.

Kabupaten/Kota
  • Kota Tangerang
  • Kota Tangerang Selatan
  • Kota Serang
  • Kab. Pandeglang
  • Kota Cilegon
  • Kab. Lebak
  • Kab. Tangerang
  • Kab. Serang
Popular Links
  • Press Release
  • Struktur Organisasi
  • Gallery Video
  • Kebudayaan
  • Permohonan Informasi
Hubungi Kami
  • Alamat:
    Jl. Syech Nawawi Al-Bantani No.1, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B)
    Kecamatan Curug, Kota Serang, Provinsi Banten.
  • admin@bantenprov.go.id
  • Senin - Jumat 9.00 - 17.00

Provinsi Banten © 2023. All Rights Reserved.