Porto
  • Profil Provinsi
    • Sejarah Banten
    • Geografi
    • Demografi
    • Arti Lambang
    • Kebudayaan
  • Profil Pemerintah
    • Profil Pimpinan dan Pegawai
    • Visi dan Misi Provinsi Banten
    • Struktur Organisasi
    • Organisasi Perangkat Daerah (OPD)
    • Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN)
  • Informasi Publik
    • Informasi Publik
    • Daftar Informasi Publik
    • Permohonan Informasi
    • Keberatan Informasi Publik
    • Standar Pengumuman Informasi
  • Berita Update
    • Press Release
    • Gallery Video
    • Artikel
  • Pengumuman
  • IPKD
    • 2023
    • 2024
  • SAKIP
    • Pedoman SAKIP
    • RPJPD
    • RPJMD
    • RKPD
    • LPPD
    • LKPD
    • PERKIN GUBERNUR
    • Indikator Kinerja Utama (IKU)
    • Pengadaan Barang dan Jasa Strategis

Waspada Overthinking Berlebihan dan Solusi Mengatasi Kesehatan Mental Pada Usia Remaja dan Dewasa

Waspada Overthinking Berlebihan dan Solusi Mengatasi Kesehatan Mental Pada Usia Remaja dan Dewasa

 05 Mar 2024   3953 dilihat
Sumber Gambar :

Terlalu banyak memikirkan persoalan secara berlebihan merupakan indikasi awal seseorang terkena overthinking. Orang pengidap overthinking biasanya terlalu memikirkan masa lalu atau kejadian yang memilukan yang pernah terjadi, menyesali kesalahan yang pernah dilakukan serta mencemaskan masa depan yang belum terjadi. 

Overthinking tanpa disadari dapat menguras energi dan waktu. Orang yang selalu overthinking akan kesulitan dalam bertindak yang akan berpengaruh pada gangguan kecemasan bahkan sampai depresi/hilang akal/gangguan mental. Kesehatan mental sangat penting untuk menunjang produktivitas dan kualitas kesehatan fisik. Gangguan mental atau kejiwaan bisa dialami oleh siapa saja.

Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 menunjukkan prevalensi gangguan mental emosional yang ditunjukkan dengan gejala-gejala depresi dan kecemasan untuk usia 15 tahun ke atas mencapai sekitar 6,1% dari jumlah penduduk Indonesia atau setara dengan 11 juta orang. Pada usia remaja (15-24 tahun) memiliki persentase depresi sebesar 6,2%. 

Depresi berat akan mengalami kecenderungan untuk menyakiti diri sendiri (selfharm) hingga bunuh diri. Sebesar 80 – 90% kasus bunuh diri merupakan akibat dari depresi dan kecemasan. Kasus bunuh diri di Indonesia bisa mencapai 10.000 atau setara dengan setiap satu jam terdapat kasus bunuh diri.

Menurut ahli suciodologist 4,2% siswa di Indonesia pernah berpikir bunuh diri. Pada kalangan siswa sebesar 6,9% mempunyai niatan untuk bunuh diri sedangkan 3% lainnya pernah melakukan percobaan bunuh diri. Depresi pada remaja bisa disebabkan oleh beberapa hal seperti tekanan dalam bidang akademik, perundungan (bullying), faktor keluarga, dan permasalahan ekonomi.

Stres dan kecemasan adalah  ciri yang menyebabkan terhambatnya aktivitas dan menurunnya kualitas fisik. Pencegahan depresi dapat dilakukan dengan pengelolaan stres. Pengelolaan stres masing-masing individu berbeda, ada yang mengelola stres dengan melakukan hobi yang disukai, melakukan kegiatan refreshing, mendekatkan diri pada spiritual keagamaan, hingga bercerita kepada orang lain untuk mengurangi beban stres.

Gangguan psikologis overthinking  tidak dapat dianggap sepele melainkan penyakit serius yang harus segera ditangani, sama halnya dengan pengidap jantung dan diabetes. Dalam beberapa kasus, overthinking kebanyakan dialami oleh remaja maupun dewasa dan peralihan dari masa remaja menuju dewasa.

Akibat permasalahan yang dihadapi beragam dan kompleks, akhirnya membuat tekanan dalam kehidupan remaja, sehingga mereka akan terus memikirkan permasalahan secara berlebihan tanpa menemukan solusi. 

Jika hal itu berlarut-larut, nantinya akan timbul pikiran  atau bayangan terhadap hal yang akan terjadi kedepannya, dan perasaan takut tidak sesuai ekspektasi akan terus menghantui.

Penyebab dari overthinking ini sebenarnya banyak sekali dan setiap individu akan memiliki penyebab tersendiri entah itu masalah kehidupan, keluarga, percintaan, sekolah, pertemanan atau bahkan kejadian yang sudah berlalu.

Namun tidak sedikit juga anak muda yang overthinking tentang masa depan yang akan dijalani, mau jadi apa aku nanti?, bisa tidak ya aku menggapai impianku?. Banyak sekali pertanyaan dan kekhawatiran yang memunculkan pemikiran-pemikiran negatif penyebab overthinking.

Kebiasaan overthinking para remaja memberikan dampak kepada kehidupan dan psikologis mereka, mereka yang terlalu banyak berpikir akan mudah lelah emosinya dan berakibat pada kelelahan fisik. Dampak lainnya adalah berkurangnya kualitas dan makna hidup yang membuat tidak semangat dalam menghadapi berbagai tantangan.

Anxiety juga menjadi salah satu dampak yang ditimbulkan dari overthinking, selain itu ada dampak lain seperti insomnia yang akan mengurangi produktivitas, menghambat berpikir rasional dan bisa saja sampai mengakibatkan depresi. Maka dari itu kebiasaan overthinking harus dikurangi dan dibatasi.

Mengurangi overthinking perlu dilakukan walaupun sulit, karena overthinking menjadi sesuatu yang harus diatasi untuk meningkatkan kualitas hidup. Oleh karena itu, dibutuhkan adanya kontrol dimana setiap individu harus mampu mengendalikan pikiran mereka agar tidak menjadi overthinking, dengan ini maka dapat membantu individu terhindar dari rasa kecemasan yang timbul akibat hal yang mereka pikirkan secara berlebihan. 

Berikut faktor-faktor penyebab seseorang mengalami overthinkiing :

1. Adanya perasaan takut gagal

2. Terlalu perfeksionis

3. Kurang percaya diri

4. Trauma

5. Ketidakpastian

6. Pola fikir negatif

7. Memikirkan pendapat orang lain

8. Tekanan sosial

 

Dari faktor-faktor penyebab overthinking di atas, dampak yang ditimbulkannya yaitu:

 1. Kecemasan dan stress kronis

2. Gangguan tidur

3. Gangguan mood

4. Ketidakmampuan mengambil keputusan 

5. Penurunan produktivitas

 

Agar hidup menjadi nyaman dan terbebas dari fikiran yang berlebihan, maka ada beberapa cara untuk  meminimalisir dan mengatasi overthinking yaitu:

1. Meluangkan waktu untuk diri sendiri atau (me time) agar dapat menemukan makna dalam pengalaman yang dialami

2. Alihkan pemikiran-pemikiran yang negatif dengan cara memikirkan hal yang menyenangkan. 

3. Membuat jadwal untuk melakukan meditasi 15-30 menit  tidak melakukan apapun setiap harinya



 

Sumber: 

 

1. Yankes.kemkes.go.id

2. Program Studi Magister Psikologi Universitas Medan Area

3. Perpustakaan Fakultas Geologi UGM (Egsa.geo.udm.ac.id)

 

Bagikan Artikel

Anda dapat menyiarkan ulang, menulis ulang, dan atau menyalin konten ini dengan mencantumkan sumber bantenprov.go.id

  Facebook   Twitter   Whatsapp
  • Kabar Populer
  • Kabar Terkini
  • Gubernur Andra Soni Harap Alumni Daar El-Qolam Tingkatkan Kontribusi ke Masyarakat
  • Resmikan Renovasi Masjid Assa’adah, Gubernur Banten Andra Soni Apresiasi Kekompakan dan Gotong Royong Warga
  • Wagub Dimyati Minta Pertandingan dan Eksibisi Olahraga Tinju Diperbanyak
  • Gubernur Andra Soni: Peringatan HPN Jadi Momentum Pers sebagai Mitra Pembangunan
  • Gubernur Andra Ramaikan Pertandingan Persahabatan BangBro Badminton Triple
  • Gubernur Andra Soni: Peringatan HPN Jadi Momentum Pers sebagai Mitra Pembangunan
  • Gubernur Andra Soni dan Forkopimda Provinsi Banten Dengarkan Arahan Presiden Prabowo
  • Pemprov Banten Matangkan Skema Sekolah Gratis untuk Madrasah Aliyah Swasta
  • Wagub Dimyati Jalin Kebersamaan dengan Masyarakat, Mancing dan Catur Bareng Komunitas
  • Gubernur Andra Soni Harap Alumni Daar El-Qolam Tingkatkan Kontribusi ke Masyarakat
Statistik Kunjungan

Pengunjung Hari ini: Loading...
Pengunjung Kemarin: Loading...
Pengunjung Bulan ini: Loading...
Total Hits: Loading...
Statistik Kunjungan Bantenprov.

Kabupaten/Kota
  • Kota Tangerang
  • Kota Tangerang Selatan
  • Kota Serang
  • Kab. Pandeglang
  • Kota Cilegon
  • Kab. Lebak
  • Kab. Tangerang
  • Kab. Serang
Popular Links
  • Press Release
  • Struktur Organisasi
  • Gallery Video
  • Kebudayaan
  • Permohonan Informasi
Hubungi Kami
  • Alamat:
    Jl. Syech Nawawi Al-Bantani No.1, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B)
    Kecamatan Curug, Kota Serang, Provinsi Banten.
  • admin@bantenprov.go.id
  • Senin - Jumat 9.00 - 17.00

Provinsi Banten © 2023. All Rights Reserved.