Porto
  • Profil Provinsi
    • Sejarah Banten
    • Geografi
    • Demografi
    • Arti Lambang
    • Kebudayaan
  • Profil Pemerintah
    • Profil Pimpinan dan Pegawai
    • Visi dan Misi Provinsi Banten
    • Struktur Organisasi
    • Organisasi Perangkat Daerah (OPD)
    • Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN)
  • Informasi Publik
    • Informasi Publik
    • Daftar Informasi Publik
    • Permohonan Informasi
    • Keberatan Informasi Publik
    • Standar Pengumuman Informasi
  • Berita Update
    • Press Release
    • Gallery Video
    • Artikel
  • Pengumuman
  • IPKD
    • 2023
    • 2024
  • SAKIP
    • Pedoman SAKIP
    • RPJPD
    • RPJMD
    • RKPD
    • LPPD
    • LKPD
    • PERKIN GUBERNUR
    • Indikator Kinerja Utama (IKU)
    • Pengadaan Barang dan Jasa Strategis

Tanam Jagung Berdampak Pada Alih Fungsi Lahan? Ini Faktanya

Tanam Jagung Berdampak Pada Alih Fungsi Lahan? Ini Faktanya

 11 May 2026   12 dilihat
Sumber Gambar : Tanam Jagung Berdampak Pada Alih Fungsi Lahan? Ini Faktanya

Isu alih fungsi lahan pertanian menjadi perhatian pemerintah daerah karena berpengaruh langsung pada ketahanan pangan. Pemerintah Provinsi Banten mendorong perlindungan lahan pertanian agar tetap produktif dan tidak beralih fungsi secara tidak terkendali. 

Upaya ini dilakukan melalui pengendalian pemanfaatan ruang dan koordinasi dengan instansi terkait.

Baca Juga: Gubernur Andra Soni Canangkan Gerakan Tanam Jagung untuk Ketahanan Pangan di Banten

Apakah gerakan tanam jagung akan mengganggu lahan pertanian?

  • Perluasan areal tanam difokuskan pada lahan yang belum produktif, seperti lahan tidur, lahan bekas tambang yang direklamasi, serta kawasan kehutanan produksi dengan pola tumpangsari. Jadi bukan membuka lahan dari sawah aktif.
  • Pendekatan ini dilakukan agar program peningkatan produksi tetap berjalan tanpa mengurangi luas lahan pertanian yang sudah ada.

Tujuan Gerakan Tanam Jagung 

  • Meningkatkan produksi dan produktivitas jagung melalui percepatan dan perluasan areal tanam secara terkoordinasi guna mendukung ketahanan pangan dan penyediaan bahan baku pakan
  • Mengoptimalkan pemanfaatan lahan potensial
  • Meningkatkan pendapatan petani
  • Mengurangi ketergantungan terhadap impor melalui penguatan produksi jagung dalam negeri.

Lahan yang digunakan dalam perluasan areal tanam baru jagung hibrida  

  • Lahan tidur yang belum termanfaatkan (Koordinasi dengan stakeholder terkait lahan perhutani/kawasan kehutanan produksi sebagai tanaman sisipan
  • Tumpangsari (agroforestry) di sela tegakan muda (jati, mahoni dan lainnya)
  • Lahan bekas tambang dengan pola reklamasi + revegetasi produktif
  • Lahan milik pemerintah/masyarakat yang belum dimanfaatkan optimal (lahan tidur, semak, eks kebun dan lainnya).

Gerakan menanam jagung untuk pakan ternak dilakukan di beberapa wilayah di Banten guna mendukung swasembada pangan jagung. Hal ini dilakukan untuk mendorong Provinsi Banten menjadi produsen utama jagung nasional setelah beras. 

Baca Juga: Dampingi Wapres Tanam Jagung, Gubernur Andra Soni Tegaskan Swasembada Pangan Terwujud di Banten

Provinsi Banten saat ini memiliki 14 pabrik pakan ternak yang membutuhkan 4.000 ton jagung per hari. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Pemprov Banten didukung oleh Kementerian Pertanian dan para pihak yang akan mengembangkan 9.000 hektare lahan kosong untuk ditanami jagung.

Pencanangan penanaman jagung ini diharapkan supaya Banten ke depan bisa menjadi sentra jagung. Minimal untuk kebutuhan industri dan pertanian di daerah sendiri.
 
“Target produksi yang kita harapkan 52.000 ton jagung pipil kering,” kata Gubernur Banten, Andra Soni dilansir dari Press Release Biro Adpimpro Banten. 

Wilayah Penghasil Jagung Terbanyak di Banten
Kabupaten Pandeglang

  • Jagung yang dihasilkan mencapai 20.047 ton/69,44% dari total produksi jagung Banten. 
  • Ketersediaan dan luas lahan di Pandeglang memenuhi kriteria untuk budidaya jagung; baik pada lahan tegalan maupun lahan sawah tadah hujan
  • Menjadi sentra utama pengembangan jagung di Banten
  • Areal tanam jagung di Pandeglang tersebar di Kecamatan Cikeusik, Cimanggu dan Cigeulis

Kabupaten Lebak

  • Jagung yang dihasilkan mencapai 4.533 ton dengan kontribusi 15,70%. 
  • Produksi jagung di wilayah ini memanfaatkan potensi lahan kering dan lahan sela, meskipun pola tanam jagung belum dilakukan secara berkelanjutan karena keterbatasan modal dan sarana produksi di tingkat petani
  • Perluasan area tanam baru di Desa Bulakan, Kecamatan Gunung Kencana berkerjasama dengan Perhutani yang implementasinya dilakukan melalui Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH).

Kabupaten Serang

  • Produksi jagung mencapai 3.554 ton, berkontribusi 12,31% terhadap total produksi jagung Banten
  • Pengembangan jagung di Kabupaten Serang bersifat musiman dan mengikuti program bantuan pemerintah, terutama pada areal yang tidak ditanami padi pada musim tertentu
  • Sentra kawasan jagung yang memanfaatkan perluasan areal tanam baru (Desa Pagintungan dan Desa Cemplang).

Jumlah produksi jagung yang dihasilkan di Banten tahun 2025

  • Produksi jagung di Banten tahun 2025 mencapai 28.869 ton dengan luas panen 5.117 hektare 
  • Produktivitas rata-rata 5,42 kuintal per hektare (Angka sementara). 

Capaian ini menunjukkan bahwa komoditas jagung di Banten masih bersifat komplementer dan sangat dipengaruhi oleh dukungan program pemerintah, khususnya dalam penyediaan sarana produksi.

Bagaimana menurut warga sedulur Banten perihal gerakan tanam jagung di Banten? Apakah setuju Provinsi Banten menjadi produsen utama jagung nasional setelah beras? Share informasi ini agar warga sedulur Banten mengetahui update informasi seputar kebijakan Pemprov Banten. 


Sumber: Dinas Pertanian Provinsi Banten & Press Release Biro Adpimpro Banten

Bagikan Artikel

Anda dapat menyiarkan ulang, menulis ulang, dan atau menyalin konten ini dengan mencantumkan sumber bantenprov.go.id

  Facebook   Twitter   Whatsapp
  • Kabar Populer
  • Kabar Terkini
  • Gubernur Andra Soni Minta Puteri Indonesia 2026 Suarakan Pentingnya Pendidikan di Banten Banten
  • Wagub Banten: Program MBG 3B Kunci Kesejahteraan Keluarga dan Generasi Emas 2045
  • Triwulan I 2026, Ekonomi Banten Tumbuh 5,64 Persen, Serapan Tenaga Kerja Meningkat
  • Lepas Jemaah Haji Kloter 13 Kabupaten Pandeglang, Ini Pesan Wagub Dimyati
  • Solusi Izin Tanpa Tinggalkan Lapak: Ini Syarat dan Manfaat Punya NIB bagi Pedagang Banten
  • Tanam Jagung Berdampak Pada Alih Fungsi Lahan? Ini Faktanya
  • Gubernur Andra Soni Ajak Buruh dan Pengusaha Perkuat Kolaborasi Demi Kemajuan Industri Banten
  • Mendikdasmen Abdul Mu’ti Sebut Provinsi Banten Pelopor Gerakan Sekolah Aman dan Nyaman di Indonesia
  • Di Depan Ribuan Kader PAN, Andra Soni Paparkan Realisasi Program Sekolah Gratis dan Pembangunan Infrastruktur
  • Mendikdasmen Abdul Mu’ti Apresiasi Terobosan Andra Soni Gratiskan Sekolah Swasta di Banten
Statistik Kunjungan

Pengunjung Hari ini: Loading...
Pengunjung Kemarin: Loading...
Pengunjung Bulan ini: Loading...
Total Hits: Loading...
Statistik Kunjungan Bantenprov.

Kabupaten/Kota
  • Kota Tangerang
  • Kota Tangerang Selatan
  • Kota Serang
  • Kab. Pandeglang
  • Kota Cilegon
  • Kab. Lebak
  • Kab. Tangerang
  • Kab. Serang
Popular Links
  • Press Release
  • Struktur Organisasi
  • Gallery Video
  • Kebudayaan
  • Permohonan Informasi
Hubungi Kami
  • Alamat:
    Jl. Syech Nawawi Al-Bantani No.1, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B)
    Kecamatan Curug, Kota Serang, Provinsi Banten.
  • admin@bantenprov.go.id
  • Senin - Jumat 9.00 - 17.00

Provinsi Banten © 2023. All Rights Reserved.