Porto
  • Profil Provinsi
    • Sejarah Banten
    • Geografi
    • Demografi
    • Arti Lambang
    • Kebudayaan
  • Profil Pemerintah
    • Profil Pimpinan dan Pegawai
    • Visi dan Misi Provinsi Banten
    • Struktur Organisasi
    • Organisasi Perangkat Daerah (OPD)
    • Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN)
  • Informasi Publik
    • Informasi Publik
    • Daftar Informasi Publik
    • Permohonan Informasi
    • Keberatan Informasi Publik
    • Standar Pengumuman Informasi
  • Berita Update
    • Press Release
    • Gallery Video
    • Artikel
  • Pengumuman
  • IPKD
    • 2023
    • 2024
  • SAKIP
    • Pedoman SAKIP
    • RPJPD
    • RPJMD
    • RKPD
    • LPPD
    • LKPD
    • PERKIN GUBERNUR
    • Indikator Kinerja Utama (IKU)
    • Pengadaan Barang dan Jasa Strategis

Mengenal Tradisi Munggahan dan Kupatan di Banten Menjelang Puasa Ramadan, Sarat Nilai-nilai Keagamaan 

Mengenal Tradisi Munggahan dan Kupatan di Banten Menjelang Puasa Ramadan, Sarat Nilai-nilai Keagamaan 

 06 Mar 2024   1240 dilihat
Sumber Gambar :

Tak terasa waktu puasa ramadan sudah dekat dan tinggal menghitung hari. Biasanya di Banten terdapat tradisi munggahan yang masih dilaksanakan menjelang puasa ramadan. 

Kurun waktu munggahan variatif, ada yang H-1 menjelang puasa, H-3 sampai H-7. Tradisi munggahan dapat dilaksanakan dengan mengisinya melalui silaturahmi pada yang masih hidup dan yang sudah meninggal dunia dengan berziarah kubur untuk meningkatkan empati sehingga disebut munggahan. 

"Biasanya H-1 menjelang puasa munggahannya, sekarang berkembang karena banyaknya aktivitas masyarakat sehingga berkembang menjadi H-3 bahkan H-7 karena kepadatan acara sehingga mundur waktunya. Rasa empati inilah akan ditingkatkan di bulan Ramadan sehingga disebut munggah. Empatinya akan naik sehingga disebut munggahan," Kata Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Banten, Iwan Falahudin. 

Dijelaskan Iwan, mengisi munggahan bisa dengan cara silaturahmi pada yang masih hidup dan mengajak yang masih hidup untuk berziarah pada yang sudah meninggal dunia sebagai pengingat akan kematian. 

Sehingga ziarah kubur masuk dalam rangkaian munggahan untuk meningkatkan kadar keimanan agar seseorang mempersiapkan diri dalam menghadapi kematian. 

"Mengisi munggahan dengan cara silaturahmi pada yang masih hidup dan mengajak yang hidup ke kuburan untuk ziarah, supaya kita yang masih hidup mengingat bahwa kita akan dikubur seperti yang ada di kuburan, hari ini kita di atas kuburan, besok lusa kita engga tahu apakah masih di atas kuburan atau sudah masuk ke dalam kuburan, dalam rangka mengingat itulah maka acara munggahan menjelang puasa ramadan diadakan," jelasnya. 

"Silaturahmi kepada yang hidup masuk ke wilayah kuburan dalam rangka meningkatkan kadar keimanan supaya punya persiapan lebih tinggi lagi menghadapi kematian," sambungnya. 

Selain itu, bagi yang mampu, dalam munggahan juga terdapat tradisi "Kupatan". Kata Kupatan berasal dari kata kupat yang asal katanya dari kalimat "Kelepatan" atau kesalahan sehingga disimpulkan "Lepat" karena setiap manusia tidak terlepas dari kesalahan. Ajaran itu dibawa oleh Sunan Gunung Jati ke Banten dan berkembang sampai saat ini. 

Ketupat merupakan makanan tradisional yang bahan utamanya dari beras dan dibungkus secara tradisional wadahnya menggunakan anyaman dari pucuk daun kelapa. Makna lain dari membuat ketupat yaitu selain melestarikan tradisi, juga menikmati makanan di masa lalu. 

"Makna kupat itu dari kata ketupat, asal katanya kita mengakui kalau kita punya kelepatan atau kesalahan artinya di munggahan ini kita mengakui sebagai manusia kita memiliki kelepatan sehingga disimpulkan lepat karena kita banyak kelepatan sehingga kita menyadari bahwa kesalahan itu harus diperbaiki karena tidak ada manusia yang tidak salah, sehingga kita tobat dan tidak mengulanginya lagi, itu yang dibawa dari Sunan Gunung Jati (Ayah Maulana Hasanuddin Banten, raja pertama Kesultanan Banten). 
Makna lain dari membuat 0ketupat pertama melestarikan tradisi yang baik kedua menikmati makanan di masa lalu," ungkap Iwan. 

"Kalau makanannya lebih, kita bisa berbagi ke tetangga kita baik yang ada di kanan, kiri, depan, belakang, terlepas dari agamanya apa itu bagian dari simbol menghargai sesama bisa dengan saling berbagi ketupat," jelasnya. 

Seiring dengan perkembangan zaman, terdapat modifikasi dalam tradisi kupatan yang ditandai dengan munculnya kuliner ramadan atau pasar ramadan, bazar yang berlangsung menjelang ramadan, awal puasa ramadan dan seterusnya sampai akhir puasa. 

Biasanya dalam pasar atau bazar kuliner ramadan dijajakan makanan khas Banten yang sudah ada sejak zaman dulu yaitu rabeg, bontot, ketan bintul dan beragam makanan lainnya. 

"Dalam tradisi munggahan dilakukan acara kupatan bagi yang mampu, bagi yang tidak mampu boleh mengikuti acara tersebut boleh tidak itu kan pilihan jadi jangan dipaksakan bagi yang tidak mampu ekonominya dan waktunya. Itu acara-acara sejak dahulu ditradisikan, kemudian mulai berkembang dengan acara kuliner ramadan atau pasar ramadan, bazar dan berlanjut dari menjelang ramadan, awal ramadan dan seterusnya," terangnya.

"Saat bulan ramadan berburu kuliner termasuk makanan khas yang ada di Banten berupa rabeg, bontot, ketan bintul. Ini tradisi yang baik, jangan sampe kita tidak tahu rabeg apa, bintul apa dan bontot apa, tidak salah-salah amat kalau kita melestarikan tradisi-tradisi yang memang baik. Melestarikan tradisi lama yang baik dan mengambil tradisi yang baru lebih baik," sambungnya. 

Menanggapi tradisi munggahan yang berkembang di Banten, pihak Kemenag menyikapinya secara positif karena dalam tradisi munggahan sarat akan nilai-nilai positif yang diajarkan agama seperti silaturahmi antar tetangga dan saudara, saling berbagi, menghormati serta menghargai. 

"Kami dari Kanwil Kemenag Provinsi Banten menanggapi dan menilai hal ini secara positif, bukankah silaturahmi itu ajaran dari agama, seluruh agama mengajarkan silaturahmi dan berbagi, inti tradisi munggahan adalah nilai-nilai yang terkandung di dalamnya saling berbagi, menghormati, menghargai bahkan terhadap agama yang berbeda," tuturnya. 

"Saya berharap tradisi yang sudah baik ini tetap dijaga, dan kalau ada yang lebih baik lagi lebih ditingkatkan lagi, kalau ada tradisi yang kurang berkesesuaian dengan nilai-nilai kemanusaiaan dan hukum tentu kita evaluasi lagi," sambungnya.

Bagikan Artikel

Anda dapat menyiarkan ulang, menulis ulang, dan atau menyalin konten ini dengan mencantumkan sumber bantenprov.go.id

  Facebook   Twitter   Whatsapp
  • Kabar Populer
  • Kabar Terkini
  • Gubernur Andra Soni Harap Alumni Daar El-Qolam Tingkatkan Kontribusi ke Masyarakat
  • Resmikan Renovasi Masjid Assa’adah, Gubernur Banten Andra Soni Apresiasi Kekompakan dan Gotong Royong Warga
  • Wagub Dimyati Minta Pertandingan dan Eksibisi Olahraga Tinju Diperbanyak
  • Gubernur Andra Soni: Peringatan HPN Jadi Momentum Pers sebagai Mitra Pembangunan
  • Gubernur Andra Ramaikan Pertandingan Persahabatan BangBro Badminton Triple
  • Gubernur Andra Soni: Peringatan HPN Jadi Momentum Pers sebagai Mitra Pembangunan
  • Gubernur Andra Soni dan Forkopimda Provinsi Banten Dengarkan Arahan Presiden Prabowo
  • Pemprov Banten Matangkan Skema Sekolah Gratis untuk Madrasah Aliyah Swasta
  • Wagub Dimyati Jalin Kebersamaan dengan Masyarakat, Mancing dan Catur Bareng Komunitas
  • Gubernur Andra Soni Harap Alumni Daar El-Qolam Tingkatkan Kontribusi ke Masyarakat
Statistik Kunjungan

Pengunjung Hari ini: Loading...
Pengunjung Kemarin: Loading...
Pengunjung Bulan ini: Loading...
Total Hits: Loading...
Statistik Kunjungan Bantenprov.

Kabupaten/Kota
  • Kota Tangerang
  • Kota Tangerang Selatan
  • Kota Serang
  • Kab. Pandeglang
  • Kota Cilegon
  • Kab. Lebak
  • Kab. Tangerang
  • Kab. Serang
Popular Links
  • Press Release
  • Struktur Organisasi
  • Gallery Video
  • Kebudayaan
  • Permohonan Informasi
Hubungi Kami
  • Alamat:
    Jl. Syech Nawawi Al-Bantani No.1, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B)
    Kecamatan Curug, Kota Serang, Provinsi Banten.
  • admin@bantenprov.go.id
  • Senin - Jumat 9.00 - 17.00

Provinsi Banten © 2023. All Rights Reserved.