Porto
  • Profil Provinsi
    • Sejarah Banten
    • Geografi
    • Demografi
    • Arti Lambang
    • Kebudayaan
  • Profil Pemerintah
    • Profil Pimpinan dan Pegawai
    • Visi dan Misi Provinsi Banten
    • Struktur Organisasi
    • Organisasi Perangkat Daerah (OPD)
    • Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN)
  • Informasi Publik
    • Informasi Publik
    • Daftar Informasi Publik
    • Permohonan Informasi
    • Keberatan Informasi Publik
    • Standar Pengumuman Informasi
  • Berita Update
    • Press Release
    • Gallery Video
    • Artikel
  • Pengumuman
  • IPKD
    • 2023
    • 2024
  • SAKIP
    • Pedoman SAKIP
    • RPJPD
    • RPJMD
    • RKPD
    • LPPD
    • LKPD
    • PERKIN GUBERNUR
    • Indikator Kinerja Utama (IKU)
    • Pengadaan Barang dan Jasa Strategis

Gen Z dan WFA: Fleksibel atau Burnout?

Gen Z dan WFA: Fleksibel atau Burnout?

 11 Sep 2025   288 dilihat
Sumber Gambar : Ilustrasi Work From Anywhere. Design by Freepik.

Sejak Indonesia terkena pandemi Covid-19, istilah Work From Anywhere (WFA) semakin akrab di telinga kita. Bekerja tanpa datang ke kantor bukan lagi karena keadaan darurat, melainkan menjadi tren yang banyak diikuti oleh masyarakat hingga saat ini. 

Gen Z, generasi paling adaptif menghadapi budaya kerja seperti ini. Gen Z sudah terbiasa hidup berdampingan dengan teknologi, maka tidak heran jika saat ini banyak dari mereka yang bekerja secara WFA.

Baca Juga:  Teknologi Digital Jadi Senjata Ampuh Pasarkan UMKM
 

Bagi Gen Z, fleksibel adalah surga duniawi, bekerja di rumah, kafe, atau saat berlibur bukanlah masalah.

Dengan WFA, mereka bisa mengatur jam kerja sesuai keinginan, menghemat biaya transport, tidak mempunyai tekanan fisik, lebih terbuka untuk melakukan hobi.

Di Indonesia, pada 2024 sebanyak 34 persen Gen Z memilih bekerja secara WFA. Sementara itu, Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) Banten, pada 2024 terdapat 18,01 persen pekerja paruh waktu. Hal ini sejalan dengan tagline gen z “work life balance” yang menjadi prioritas utama. 

Baca Juga: Generasi Melek Finansial: Langkah Tepat Berinvestasi untuk Pemula
 

Realita Work From Anywhere
Meskipun WFA terlihat lebih enjoy, nyatanya tidak seindah itu. Bekerja dengan jarak jauh membuat kita tidak tahu batas antara jam kerja dengan kehidupan pribadi. Tuntutan untuk balas pesan cepat membuat kita seringkali harus 24/7 standby handphone. 

Disamping itu, kebiasaan multitasking dan aktif bermedia sosial juga berisiko mengalami burnout karena jam kerja yang tidak jelas, merasa tidak punya teman karena tidak berinteraksi tatap muka, dan biasanya tuntutan untuk lebih perfectionist jauh lebih besar. 

Akibatnya, kesehatan fisik maupun mental ikut terganggu karena tidak bisa membagi waktu dan pikiran antara pekerjaan dengan kehidupan pribadi. Jika hal ini terus terjadi, motivasi bekerja akan menurun dan kualitas kerja akan rendah. 

Pilihan atau Tantangan?
Namun, poin utamanya tetap pada prinsip diri sendiri. Apakah dengan WFA lebih banyak waktu santainya atau justru membuat burnout?

WFA bukan soal fleksibel, tapi juga tentang apakah sudah terampil dalam literasi digital Jawabannya ada pada kebiasaan tiap generasi, karena sama-sama saling memiliki keseharian yang berbeda.

Jika mampu membagi waktu, disiplin, tidak mudah bosan, dan cekatan, WFA bisa menjadi solusi untuk pekerjaan yang dimimpikan banyak orang.

Sebaliknya, jika dibiarkan tanpa kendali, WFA bisa membuat kita terjebak dalam lingkaran stress dan lelah. 

WFA layaknya angin, memberi kesejukan tapi juga menyimpan risiko jika terlalu larut. WFA bukan hanya soal bekerja di mana saja, melainkan bagaimana kita mampu mengelola energi, waktu, dan diri sendiri. 

 

(Nadila Alsadila/MGNG)
Sumber: banten.bps.go.id  & goodstats.id

Bagikan Artikel

Anda dapat menyiarkan ulang, menulis ulang, dan atau menyalin konten ini dengan mencantumkan sumber bantenprov.go.id

  Facebook   Twitter   Whatsapp
  • Kabar Populer
  • Kabar Terkini
  • Wagub Banten: Program MBG 3B Kunci Kesejahteraan Keluarga dan Generasi Emas 2045
  • Solusi Izin Tanpa Tinggalkan Lapak: Ini Syarat dan Manfaat Punya NIB bagi Pedagang Banten
  • Wagub Dimyati Arahkan Duta Pariwisata Angkat Potensi Wisata Banten
  • LKPj 2025 Disahkan, Pemprov Banten Komitmen Tindaklanjuti Rekomendasi DPRD
  • Di Peringatan May Day, Andra Soni Siap Tindak Tegas Praktik Percaloan Tenaga Kerja
  • Triwulan I 2026, Ekonomi Banten Tumbuh 5,64 Persen, Serapan Tenaga Kerja Meningkat
  • Syarat dan Cara Mendapatkan Bantuan Alat Mesin Pertanian di Banten
  • Provinsi Banten Tembus Delapan Besar Lumbung Beras Nasional, Andra Soni Soroti Ketahanan Pangan
  • Andra Soni: Stabilitas Kamtibmas adalah Fondasi Pembangunan Banten
  • Wagub Dimyati Apresiasi Wakaf 100 Ribu Al-Qur’an oleh Johan Arifin Muba untuk Warga Banten
Statistik Kunjungan

Pengunjung Hari ini: Loading...
Pengunjung Kemarin: Loading...
Pengunjung Bulan ini: Loading...
Total Hits: Loading...
Statistik Kunjungan Bantenprov.

Kabupaten/Kota
  • Kota Tangerang
  • Kota Tangerang Selatan
  • Kota Serang
  • Kab. Pandeglang
  • Kota Cilegon
  • Kab. Lebak
  • Kab. Tangerang
  • Kab. Serang
Popular Links
  • Press Release
  • Struktur Organisasi
  • Gallery Video
  • Kebudayaan
  • Permohonan Informasi
Hubungi Kami
  • Alamat:
    Jl. Syech Nawawi Al-Bantani No.1, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B)
    Kecamatan Curug, Kota Serang, Provinsi Banten.
  • admin@bantenprov.go.id
  • Senin - Jumat 9.00 - 17.00

Provinsi Banten © 2023. All Rights Reserved.