Porto
  • Profil Provinsi
    • Sejarah Banten
    • Geografi
    • Demografi
    • Arti Lambang
    • Kebudayaan
  • Profil Pemerintah
    • Profil Pimpinan dan Pegawai
    • Visi dan Misi Provinsi Banten
    • Struktur Organisasi
    • Organisasi Perangkat Daerah (OPD)
    • Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN)
  • Informasi Publik
    • Informasi Publik
    • Daftar Informasi Publik
    • Permohonan Informasi
    • Keberatan Informasi Publik
    • Standar Pengumuman Informasi
  • Berita Update
    • Press Release
    • Gallery Video
    • Artikel
  • Pengumuman
  • IPKD
    • 2023
    • 2024
  • SAKIP
    • Pedoman SAKIP
    • RPJPD
    • RPJMD
    • RKPD
    • LPPD
    • LKPD
    • PERKIN GUBERNUR
    • Indikator Kinerja Utama (IKU)
    • Pengadaan Barang dan Jasa Strategis

Kesehatan Anak Terancam, Bagaimana Rokok Menyebabkan Stunting

Kesehatan Anak Terancam, Bagaimana Rokok Menyebabkan Stunting

 16 Oct 2024   528 dilihat
Sumber Gambar : Ilustrasi bahaya asap rokok, ilustrasi by freepik

Stunting masih menjadi masalah kesehatan serius yang kian mengkhawatirkan di Indonesia, terutama bagi anak-anak yang berada pada masa pertumbuhan, penyebab utamanya yaitu karena malnutrisi yang berlangsung lama yaitu sejak 1000 hari pertama kehidupan. 

Namun, siapa sangka di balik berbagai faktor penyebab stunting ada satu ancaman yang sering kali tidak disadari oleh banyak orang, yaitu paparan asap rokok. Lalu, apa yang menyebabkan rokok dapat berperan dalam memicu stunting pada anak-anak?

Dilansir dari laman Kemenkes RI, perilaku merokok yang dilakukan oleh orang tua atau orang di sekitar anak, dapat berpengaruh pada terjadinya sunting. 

Baca juga: Kenali Layanan Tarif Nol Rupiah akan Kebutuhan Data di BPS

Asap rokok yang dihasilkan tidak hanya berdampak pada kesehatan perokok itu sendiri, tetapi juga pada anak-anak yang terpapar sebagai perokok pasif.  

Paparan ini dapat menghambat pertumbuhan seorang anak secara signifikan, karena zat-zat berbahaya  dalam rokok seperti karbon monoksida, nikotin, tar, hidrogen sianida, benzena, formaldehida, arsenik, kadminum, serta amonia, dapat mempengaruhi proses perkembangan fisik dan kognitif anak.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk berusia di bawah 18 tahun yang merokok tembakau di Indonesia tercatat sebesar 3,69% pada tahun 2021. Angka ini mengalami penurunan menjadi 3,44% pada tahun 2022, namun kembali meningkat menjadi 3,65% pada tahun 2023.

Ketua Satuan Tugas Remaja Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Dr. Bernie Endyarni Medise menjelaskan, bahwa terdapat dua cara utama yang dapat menyebabkan stunting pada anak akibat paparan asap rokok. 

Baca juga:  Menjadi Sekutu dalam Era Digital: Mari Lawan Cyberbullying

Pertama, asap rokok dapat menghambat penyerapan nutrisi pada anak sehingga menganggu proses tumbuh kembang mereka, dan yang kedua dari biaya belanja rokok sehingga mengurangi jatah kebutuhan pokok anak. Misalnya, mengurangi pembelian nutrisi dan menunda jatah asupan gizi yang dibutuhkan anak.

“Asap rokok mengganggu penyerapan gizi pada anak, yang pada akhirnya akan mengganggu tumbuh kembangnya. Pengaruh perilaku merokok yang kedua, dilihat dari sisi biaya belanja rokok, membuat orang tua mengurangi “jatah” biaya belanja makanan bergizi, biaya kesehatan, pendidikan dan seterusnya,” ujar Dr. Bernie Endyarni Medise dikutip dari laman Kemenkes RI. 

Dilansir dari laman Kemenkes RI, anak-anak yang tinggal di lingkungan dengan orang tua perokok cenderung mengalami pertumbuhan yang lebih lambat, baik secara berat badan maupun tinggi badan. 

Kondisi ini berpotensi anak mengalami stunting 5,5% lebih tinggi, berbanding terbalik dengan anak-anak yang tinggal dari lingkungan bebas asap rokok, mereka memiliki berat badan 1,5 kg lebih berat dan tinggi badan 0,34 cm lebih tinggi dibandingkan mereka yang tinggal bersama perokok.

Lindungi masa depan anak-anak kita, ketahui bagaimana rokok diam-diam menjadi penyebab stunting. Yuk warga sedulur Banten, pahami bahaya rokok bagi tumbuh kembang anak dan bersama-sama ciptakan lingkungan sehat untuk mereka (Ifaa/MGMG).

Artikel lainnya dapat diakses di sini 

 

Sumber :
1. Kemenkes RI
2. Badan Pusat Statistik

Bagikan Artikel

Anda dapat menyiarkan ulang, menulis ulang, dan atau menyalin konten ini dengan mencantumkan sumber bantenprov.go.id

  Facebook   Twitter   Whatsapp
  • Kabar Populer
  • Kabar Terkini
  • Wagub Banten: Program MBG 3B Kunci Kesejahteraan Keluarga dan Generasi Emas 2045
  • Solusi Izin Tanpa Tinggalkan Lapak: Ini Syarat dan Manfaat Punya NIB bagi Pedagang Banten
  • Gubernur Andra Soni Minta Puteri Indonesia 2026 Suarakan Pentingnya Pendidikan di Banten Banten
  • Triwulan I 2026, Ekonomi Banten Tumbuh 5,64 Persen, Serapan Tenaga Kerja Meningkat
  • Wagub Dimyati Arahkan Duta Pariwisata Angkat Potensi Wisata Banten
  • Provinsi Banten Raih Kategori Daerah Terbaik Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Paritrana Award
  • Pemprov Banten Harap HIPMI Jadi Rumah Besar Lahirnya Wirausaha Muda
  • Gubernur Andra Soni: Pramuka Harus Jadi Gerakan Tulus dan Ikhlas untuk Bangun Banten
  • Gubernur Andra Soni Ajak Masyarakat Meriahkan Gebyar Tradisi Betawi Kota Tangerang Selatan
  • Wagub Dimyati Minta BPS dan Pemprov Banten Perkuat Kolaborasi Data
Statistik Kunjungan

Pengunjung Hari ini: Loading...
Pengunjung Kemarin: Loading...
Pengunjung Bulan ini: Loading...
Total Hits: Loading...
Statistik Kunjungan Bantenprov.

Kabupaten/Kota
  • Kota Tangerang
  • Kota Tangerang Selatan
  • Kota Serang
  • Kab. Pandeglang
  • Kota Cilegon
  • Kab. Lebak
  • Kab. Tangerang
  • Kab. Serang
Popular Links
  • Press Release
  • Struktur Organisasi
  • Gallery Video
  • Kebudayaan
  • Permohonan Informasi
Hubungi Kami
  • Alamat:
    Jl. Syech Nawawi Al-Bantani No.1, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B)
    Kecamatan Curug, Kota Serang, Provinsi Banten.
  • admin@bantenprov.go.id
  • Senin - Jumat 9.00 - 17.00

Provinsi Banten © 2023. All Rights Reserved.