Kasus cacar air menjadi perhatian utama Dinas Kesehatan (Dinkes) tingkat provinsi, kabupaten, kota, rumah sakit, dan puskesmas di Indonesia. Seperti halnya Corona Virus Desesase 19 yang pernah menggemparkan seluruh dunia termasuk Indonesia.
Indonesia terbukti berhasil menempuh berbagai langkah mitigasi efektif demi menahan laju penyebaran penyakit tersebut.
Begitupun dengan ancaman wabah penyakit cacar air yang meluas di kalangan pelajar di sejumlah sekolah di Indonesia. Meskipun cacar air umumnya dianggap sebagai penyakit ringan pada anak-anak, namun bisa berisiko lebih tinggi pada orang dewasa, bayi dan individu dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.
Baca juga: Hindari Bencana Hidrometeorologi
Dilansir dari laman Indonesia.go.id, cacar air merupakan penyakit yang dapat menular dengan mudah dan cepat disebabkan oleh infeksi virus varicella. Gejalanya berupa demam tinggi, bintik ruam berair, serta keluhan batuk dan pilek.
Banyaknya kasus cacar air yang meluas di kalangan pelajar di sejumlah sekolah di Indonesia membuat Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI kembali dihadapkan pada tuntutan untuk memberikan respons cepat.
Fokus utamanya adalah mencegah terjadinya peningkatan kasus yang lebih besar dan melindungi pelajar dari risiko yang lebih lanjut.
Menanggapi peningkatan kasus di kalangan pelajar ini, Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes, Aji Muhawarman menyatakan pihaknya kini memperketat pengawasan di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan, mulai dari puskesmas hingga rumah sakit.
Setiap fasilitas kesehatan diharapkan melaporkan setiap temuan baru melalui aplikasi SKDR (Sistem Kewaspadaan Dini & Respons) melalui Event Based Surveillance (EBS) maupun Public Health Emergency Operation Centre (PHEOC).
Baca juga: Tanaman Herbal, Resep Obat Nusantara Pelengkap Kesehatan Modern
Langkah ini bertujuan untuk memungkinkan deteksi lebih awal, sehingga tindakan cepat dapat diambil untuk mencegah penyebaran kasus yang lebih luas.
Tidak hanya itu, Kemenkes juga memberikan imbauan kepada masyarakat luas agar meningkatkan kewaspadaan guna menekan penyebaran wabah cacar air melalui berbagai cara, yaitu:
Upaya pencegahan lainnya yang menjadi fokus pemerintah daerah dan sekolah yang telah terdampak, yaitu dengan memberlakukan pembelajaran jarak jauh (daring) sementara waktu guna melindungi pelajar lain yang sehat dan memutus penyebaran.
Metode yang sama digunakan pada saat penanganan wabah Covid-19. Pemerintah berharap agar masyarakat dan pihak sekolah terus bersinergi, khususnya dalam menerapkan upaya-upaya pencegahan sejak dini.
Selain itu, sekolah diharapkan dapat menyediakan fasilitas cuci tangan dan mengedukasi siswa mengenai pentingnya menjaga kebersihan, terutama pada saat maraknya wabah penyakit menular.
Menurut Aji, langkah ini juga harus dibarengi dengan edukasi tentang kebiasaan hidup sehat dan penerapan etika batuk, seperti menutup mulut dan hidung saat bersin atau batuk, guna mengurangi penyebaran virus di lingkungan yang padat.
Dengan upaya-upaya tersebut diharapkan dapat menekan dan membantu upaya menurunkan penyebaran penyakit cacar air di Indonesia. (Ades/MGNG)
Sumber : indonesia.go.id