Tuberkulosis (TB) rentan menular pada beberapa kelompok. Siapa pun yang berada di dekat orang yang mengidap TBC bisa terkena dampaknya.
Namun yang paling berisiko adalah anak-anak, orang penderita HIV/AIDS, orang lanjut usia (Lansia), orang dengan Diabetes Melitus (DM), orang yang sering kontak langsung dengan penderita TBC, serta perokok aktif.
Penyakit TB menyerang sistem kekebalan tubuh, terutama orang yang memiliki daya tahan tubuh rendah.
Selain itu, risiko penularan TBC juga cukup besar pada orang yang tinggal di tempat tinggal yang tidak memenuhi syarat kesehatan, misalnya lingkungan padat dan kumuh, tempat pendidikan dengan asrama, rumah tahanan atau lembaga pemasyarakatan.
Baca juga: Batuk Biasa vs Batuk TBC
TBC atau TBC, adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberkulosis. Penyakit yang TBC dapat menyerang siapa saja dan organ tubuh.
Organ tubuh yang diserang biasanya paru-paru, tulang belakang, kulit, otak, kelenjar getah bening, dan jantung.
Proses pengobatan pada orang yang TBC maupun terpapar TBC proses pengobatannya berlangsung selama 6-8 bulan yang terbagi dalam 2 tahap.
Baca juga: Kunci Sembuh dari TBC
Pada tahap awal, obat diminum setiap hari selama 2 atau 3 bulan. Kemudian pada tahap akhir, obat diminum 3 kali seminggu selama 4 atau 5 bulan. TBC dapat disembuhkan dengan menerapkan beberapa hal diantaranya pola hidup sehat.
Baca: Kesehatan Anak Terancam, Bagaimana Rokok Menyebabkan Stunting
Gaya Hidup Sehat dan Pencegahan TBC
Artikel lainnya dapat diakses di sini
Sumber: Ayosehat.kemkes.go.id