Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten Deden Apriandhi, mengatakan bahwa Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) merupakan sarana penting untuk menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an, sekaligus memperkuat nilai keimanan dan ketakwaan. Selain itu, MTQ juga dinilai mampu membangun karakter islami pada generasi muda serta menjadi momentum untuk mempererat ukhuwah islamiah.
Hal tersebut disampaikan Sekda Deden saat membuka secara resmi MTQ XIV Tingkat Kota Serang Tahun 2026 di GOR Stadion Maulana Yusuf, Kota Serang, Senin (19/10/2026).
“MTQ memiliki arti dan nilai yang mendalam sebagai bagian dari internalisasi nilai keimanan dan ketakwaan,” ungkap Sekda Deden.
Ia berharap, ajang ini dapat melahirkan generasi qurani yang tidak hanya berprestasi di tingkat daerah, tetapi juga mampu mengharumkan nama Provinsi Banten di kancah nasional hingga internasional. Deden menjadikan prestasi Kafilah Banten pada MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 di Semarang—yang berhasil naik dua peringkat ke posisi ketujuh—sebagai tolok ukur.
“Capaian prestasi tersebut harus menjadi penyemangat untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan, memperkuat regenerasi qari dan qariah, serta menumbuhkan bibit-bibit unggul,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Deden turut mengapresiasi program Serang Mengaji yang digagas Pemerintah Kota (Pemkot) Serang. Program ini dinilai sejalan dengan upaya Pemprov Banten dalam memperkuat pembelajaran Al-Qur’an, khususnya bagi anak usia sekolah.
Berdasarkan data Pemkot Serang, tingkat kemampuan membaca Al-Qur’an di Kota Serang saat ini telah mencapai 90,53 persen pada jenjang Sekolah Dasar (SD) dan 97,12 persen pada jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP).
“Capaian ini sekaligus menjadi pengingat bahwa pembinaan harus terus dilanjutkan, agar semakin banyak anak-anak kita yang memiliki kemampuan membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar,” tambah Sekds Deden.
Lebih lanjut, Sekda Deden menegaskan komitmen Gubernur Banten Andra Soni dalam memperkuat pendidikan karakter melalui pembelajaran Al-Qur’an bagi pelajar muslim tingkat SMA dan SMK—baik negeri maupun swasta—melalui mata pelajaran muatan lokal, bukan sekadar kegiatan ekstrakurikuler.
“Bapak Gubernur menilai pembiasaan membaca Al-Qur’an secara rutin merupakan salah satu fondasi penting dalam membentuk karakter, menata akhlak, serta menanamkan kebiasaan positif kepada para pelajar,” katanya.
Fokus Bina Warga Lokal
Sementara itu, Wali Kota Serang Budi Rustandi menyatakan bahwa MTQ XIV Tingkat Kota Serang tahun ini mengusung tema 'Menebar Cahaya Al-Qur’an dalam Kehidupan Masyarakat Kota Serang yang Berbudi'. Tema tersebut dinilai sangat selaras dengan visi program Serang Mengaji.
Budi juga menekankan kebijakan baru yang mewajibkan seluruh peserta MTQ merupakan warga asli Kota Serang. Aturan ini diterapkan agar penyelenggaraan MTQ benar-benar berfungsi sebagai wadah pembinaan, mengasah kemampuan, serta pencarian bakat anak-anak daerah.
“Harapan besar saya, ketika yang menjadi juara adalah warga Kota Serang, saya merasa bangga karena itu murni hasil dari pembinaan dan kemampuan warga kita sendiri. Fokus kita adalah mencari bakat dan mengasah anak-anak asli Kota Serang,” tegas Budi.
Sebagai informasi, berdasarkan laporan panitia pelaksana, MTQ XIV Tingkat Kota Serang Tahun 2026 berlangsung selama tiga hari, yakni pada 19–21 Oktober 2026. Ajang keagamaan ini diikuti oleh perwakilan kafilah dari enam kecamatan dan delapan lembaga pendidikan se-Kota Serang.