Memiliki tubuh ideal menjadi dambaan hampir setiap orang. Namun bagaimana jika seseorang memiliki berat badan yang berlebih bahkan sampai obesitas?
Perlu diketahui, obesitas merupakan kondisi di mana terdapat lemak secara berlebih di dalam tubuh. Lemak yang berlebihan dapat menyebabkan gangguan metabolisme dan juga mengganggu kemampuan tubuh untuk mengatur kadar gula.
Baca juga: Siap-siap Para Calon Pengantin, Kemenag Wajibkan Lakukan Bimbingan Perkawinan Guna Cegah Stunting
Obesitas telah menjadi masalah kesehatan tidak hanya di Indonesia saja, obesitas sudah menjadi masalah global yang terus meningkat dan berdampak serius bagi individu serta masyarakat.
Kondisi ini tidak hanya mempengaruhi penampilan fisik, tetapi juga meningkatkan risiko berbagai macam penyakit kronis bahkan bisa sampai merusak mental dan psikologis orang yang mengalami obesitas.
Pada tahun 2023, tingkat obesitas di Indonesia telah mencapai 23,4% dari penduduk berusia di atas 18 tahun. Berdasarkan hasil survei Kementerian Kesehatan, penderita obesitas paling banyak terjadi pada perempuan berusia sekitar 40-44 tahun dengan persentase 41,7%.
Baca juga: Ayo Perangi TBC
Sedangkan pada laki-laki, angka obesitas tertinggi ada pada usia 45-49 tahun dengan persentase mencapai 19,3%. Diperkirakan pada tahun 2030, 1 dari 5 wanita dan 1 dari 7 pria akan hidup dengan obesitas. Angka itu setara dengan lebih dari 1 miliar orang di seluruh dunia.
Banyak faktor yang dapat mempengaruhi obesitas. salah satunya, pola makan yang tidak sehat dan tidak seimbang akan menyebabkan tubuh kekurangan nutrisi atau malnutrisi. Hal itu ditandai dengan kondisi pencernaan yang memburuk atau penyakit lain yang disebabkan oleh pola hidup tidak sehat.
Faktor selanjutnya, kurangnya aktivitas fisik yang tidak seimbang dengan jumlah makanan yang dikonsumsi sehingga tubuh tidak mendapatkan energi yang seharusnya didapat dari lemak.
Baca: Serupa Tapi Tak Sama, Inilah Stunting dan Wasting
Faktor genetik juga berpengaruh. Orang tua dengan obesitas yang turun pada sang anak akan menjadi obesitas dengan persentase pengaruh sekitar 40-50%, dan peluang anaknya menjadi obesitas sekitar 70-80%. Faktor lain yang dapat berkontribusi terhadap obesitas adalah kondisi sosial ekonomi.
Masyarakat yang tidak menerapkan pola gizi seimbang, kurang protein dan serat, hanya akan merasakan kenyang semata tanpa adanya asupan gizi yang seimbang.
Setiap individu berinteraksi dengan tubuhnya sehingga kesadaran terhadap obesitas perlu ditanamkan. Tidak hanya itu, ternyata obesitas tidak hanya menjadi tanggung jawab pribadi tetapi juga menjadi tanggung jawab orang sekitar.
Pasalnya, terkadang masih banyak yang menyalahkan orang yang menderita obesitas atas penyakit yang mereka derita. Bukannya membuat orang yang menderita obesitas menjadi sadar, justru hal itu akan memberikan dampak buruk pada kesehatan mentalnya.
Sebagai orang terdekat, ada baiknya mengajak orang yang menderita obesitas untuk mengganti pola hidup lama. Karenanya, seringkali obesitas yang diderita seseorang tidak bisa dikendalikan dengan sendirinya.
Baca: 6 Persiapan Menghadapi Musim Hujan
Merubah pola hidup adalah salah satu solusinya dengan menanamkan pola pikir tentang obesitas bukan hanya tentang berat badan. Namun, hal yang harus dilakukan oleh orang yang menderita obesitas adalah mengelola penyakit dan meningkatkan kesehatan. Dengan badan yang sehat, berat badan pasti akan ikut menurun juga.
Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi dan mencegah obesitas, menurut WHO dan Kemenkes, antara lain :
Makan sayur dan buah segar setiap hari penting untuk menjaga kesehatan dan mencegah obesitas. Kandungan serat, vitamin, dan mineral dalam sayur dan buah membantu menjaga metabolisme tubuh dan membuat perut kenyang lebih lama. Hal ini dapat membantu mengontrol asupan kalori dan mencegah makan berlebihan.
Makanan tinggi lemak jenuh dan gula dapat meningkatkan berat badan dan memicu penyakit seperti diabetes dan tekanan darah tinggi.
Pilihlah makanan yang dimasak dengan cara sehat, seperti direbus, dikukus, atau dipanggang tanpa tambahan gula atau garam berlebihan. Hal ini membantu mengontrol jumlah kalori yang dikonsumsi dan menjaga keseimbangan nutrisi.
Minuman beralkohol mengandung banyak kalori, namun tidak memberikan nutrisi pada tubuh. Konsumsi alkohol yang berlebihan dapat mengakibatkan timbulnya lemak, terutama di bagian perut, serta meningkatkan risiko gangguan kesehatan penyakit hati.
Menghindari alkohol membantu menjaga komposisi lemak tubuh tetap ideal, mencegah kenaikan berat badan, dan meningkatkan kesehatan secara keseluruhan.
Menjalani hidup aktif sehari-hari merupakan bagian penting dalam pencegahan obesitas. Aktivitas fisik seperti berjalan kaki, naik tangga, atau melakukan pekerjaan rumah tangga membantu kalori tubuh dan meningkatkan metabolisme.
Olahraga teratur membantu membakar kalori, meningkatkan kebugaran, serta memperkuat otot dan tulang. Latihan fisik juga penting untuk mengatur hormon yang mengontrol rasa lapar dan kenyang, serta meningkatkan kualitas tidur. (Nida/MGNG)
Sumber :
1. indonesiabaik.id
2. www.kemkes.go.id
3. p2ptm.kemkes.go.id