Rahman Taufik, atau yang akrab disapa Dadang, bisa bernapas lega menjajakan hewan kurbannya menjelang Idul Adha 2026. Pelapak yang sudah merintis usaha penjualan dan pembibitan ternak di Kota Serang sejak tahun 1994 ini mengaku omzet dan kepercayaan konsumennya meningkat tajam.
Dari 250 ekor domba dan 25 ekor sapi dari hasil ternaknya dan sebagian didatangkan dari Lampung dan Garut, puluhan ekor sudah laku terjual berkat adanya jaminan kesehatan resmi dari pemerintah.
"Saya sangat senang sekali, sebelumnya di daerah asal sudah diperiksa dan di sini diperiksa lagi sehingga tambah meyakinkan konsumen bahwa hewan kurban di sini sehat-sehat. Tanggapan konsumen juga sangat positif, mereka sekarang selalu menanyakan apakah hewan sudah diperiksa atau belum," ujar Dadang saat ditemui di lapaknya Cipocok Kota Serang, Senin (11/5/2026).
Untuk menjamin kepuasan pembeli, Dadang bahkan berani memberikan garansi ganti 100 persen tanpa tambahan ongkir atau biaya pemeliharaan jika hewan kurban yang dibeli sakit atau mati sebelum hari H.
Langkah Dadang merupakan potret respon positif program pemerikaan lapak kurban yang sedang digalakan oleh Pemerintah Provinsi Banten, kabupaten/kota didampingi aparat kepolisian dan Satpol PP yang berlangsung 11 hingga 25 Mei 2026 ke depan.
Merespons antusiasme para pelapak, Kabid Keswan Kesmavet Dinas Pertanian Provinsi Banten, drh. Ari Mardiana menjamin pelaksanaan ibadah kurban tahun ini berjalan aman.
"Di pemeriksaan lapak, kita memastikan seluruh dokumen sertifikat veteriner lengkap, sanitasinya bagus, dan kesejahteraan hewannya terjaga. Setelah itu baru kita pasang stiker resmi. Kami mengimbau masyarakat untuk membeli hewan kurban yang ada stiker pemeriksaan dari dinas terkait," kata Ari.
Fakta Angka & Defisit Ternak di Provinsi Banten
Total estimasi kebutuhan hewan kurban di Banten mencapai 63.171 ekor, namun stok peternak lokal Banten hanya tersedia 11.969 ekor.
Peternak di Banten hanya mampu memenuhi 19% kebutuhan mandiri, sedangkan 81% sisanya didatangkan dari Lampung, Jawa Timur, NTB, NTT dan sekitarnya.
Kelangkaan stok disebabkan oleh minimnya minat masyarakat lokal Banten untuk membudidayakan hewan besar seperti sapi dan kerbau.
Pasokan luar daerah memicu pengetatan siaga terhadap penyakit menular dari hewan ke manusia.
Program Pengawasan 4 Tahap oleh Pemprov Banten
Edukasi dini bersama instansi terkait, kabupaten/kota, dan DKM, termasuk manajemen 9 ekor sapi bantuan Presiden RI (1 ekor provinsi, 8 ekor kabupaten/kota).
Operasi gabungan bersama Labkeswan, kepolisian, dan Satpol PP untuk memeriksa kelayakan dokumen veteriner dan sanitasi di 1.808 lapak yang akan diperiksa serta dipasang stiker sebagai tanda lapak telah diperiksa dan hewan kurban aman.
Pemeriksaan fisik berkala di masjid-masjid sebelum penyembelihan menjelang Idul Adha guna memastikan kelayakan klinis hewan.
Pemeriksaan jeroan dan kualitas daging pasca disembelih agar terbebas dari cacing hati atau penyakit zoonosis.
Panduan Cerdas Memilih Hewan Kurban & Kesejahteraan Hewan
Pastikan fisik tidak kurus, bulu mengkilap, mata bersinar (tidak merah), tidak batuk/beringus, dan anus bersih tidak mencret.
Wajib berjenis kelamin jantan, tidak cacat, tidak dikebiri, dan cukup umur melalui cek poel gigi (sapi/kerbau minimal berumur 2 tahun, domba minimal 1 tahun).
Sapi dan kerbau hanya mengenali perawat rutinnya. Tempatkan di lokasi tenang, beri makan dulu, pisahkan dari lokasi penyembelihan, hindari kerumunan massa yang berlebihan, dan wajib disembelih dalam sekali sayat.
Hewan betina produktif dilarang keras untuk dikurbankan agar populasi peternakan domestik tidak semakin merosot.
Imbauan Penting untuk Warga Banten
Cari Stiker Resmi
Dukung Peternak Lokal
Nomor Aduan Darurat