Porto
  • Home
  • Profil Provinsi
    • Sejarah Banten
    • Geografi
    • Demografi
    • Arti Lambang
    • Kebudayaan
  • Profil Pemerintah
    • Profil Pimpinan dan Pegawai
    • Visi dan Misi Provinsi Banten
    • Struktur Organisasi
    • Organisasi Perangkat Daerah (OPD)
    • Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN)
  • Informasi Publik
    • Informasi Publik
    • Daftar Informasi Publik
    • Permohonan Informasi
    • Keberatan Informasi Publik
    • Standar Pengumuman Informasi
  • Berita Update
    • Press Release
    • Gallery Video
    • Artikel
  • Pengumuman
  • IPKD
    • 2023
    • 2024
  • SAKIP
    • Pedoman SAKIP
    • RPJPD
    • RPJMD
    • RKPD
    • LPPD
    • LKPD
    • PERKIN GUBERNUR
    • Indikator Kinerja Utama (IKU)
    • Pengadaan Barang dan Jasa Strategis

Sekda Provinsi Banten Deden Apriandhi: Jabatan Harus Ditunjang Kepemimpinan

Sekda Provinsi Banten Deden Apriandhi: Jabatan Harus Ditunjang Kepemimpinan

 21 Jul 2026   31 dilihat
Sumber Gambar : Biro Adpimpro Banten

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Banten Deden Apriandhi mengatakan, jabatan harus ditunjang dengan jiwa kepemimpinan. 

Kewenangan jabatan yang didukung oleh kepemimpinan mampu memberikan arah, menghadirkan solusi, menjadi teladan, membangun kepercayaan, dan menggerakkan sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan.

Hal tersebut disampaikan dalam sambutan Sekretaris Daerah yang dibacakan oleh Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Banten Rina Dewiyanti pada Pembukaan Pelatihan Kepemimpinan Administrator Angkatan XII, XIII, dan XIV, serta Pelatihan Kepemimpinan Pengawas angkatan XXII Tahun 2026 di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Banten Jl. AMD Lintas Timur No. 6, Kadumerak, Kecamatan Karang Tanjung, Kabupaten Pandeglang, Selasa (21/7/2026).

“Pelatihan kepemimpinan tidak boleh hanya dipandang sebagai persyaratan administratif atau pengembangan karier. Pelatihan ini harus menjadi proses pembentukan pemimpin perubahan,” kata Rina membacakan.

Pejabat administrator dan pejabat pengawas, menurutnya memiliki posisi strategis sebagai penghubung antara kebijakan pimpinan dengan pelaksanaan pelayanan kepada masyarakat. 

Ia meminta peserta mampu bekerja dua arah dan memahami visi pimpinan sekaligus mendengar kebutuhan pegawai dan masyarakat.

“Harus mampu menjaga target organisasi sekaligus memastikan proses kerja berjalan secara manusiawi, profesional, dan bertanggungjawab,” tambahnya.

Rina juga menekankan, saat ini birokrasi memiliki sejumlah tantangan yang semakin kompleks. Masyarakat menuntut pelayanan yang mudah, cepat, adil, transparan, dan akuntabel. 

Masyarakat juga menurutnya menilai pemerintah dari kemudahan pelayanan, kecepatan penyelesaian, serta manfaat yang mereka rasakan.

Rina juga berpesan, teknologi digital harus digunakan untuk mempercepat pelayanan, menyederhanakan proses, memperkuat pengawasan, dan meningkatkan keterbukaan kepada masyarakat. 

Digitalisasi harus mengubah proses kerja menjadi lebih sederhana, cepat, terintegrasi, dan mudah diakses.

"Jangan sampai justru menambah tahapan, menambah beban pegawai, atau menyulitkan masyarakat,” ucapnya.

Tantangan lainnya, lanjut Rina, adalah kolaborasi lintas perangkat dan lintas instansi untuk menyelesaikan masalah masyarakat melalui pembangunan.

Peserta harus cakap membangun komunikasi, berbagi data, menyatukan sumberdaya, dan fokus pada hasil yang ingin dicapai.

“Keterbatasan anggaran menuntut kita kerja lebih efektif. Efisiensi berarti memastikan setiap rupiah anggaran digunakan untuk kegiatan yang memiliki manfaat jelas, sasaran yang tepat, dan hasil yang dapat diukur,” ujarnya.

Yang juga penting, Rina berpesan kepada para peserta tentang integritas yang menjadi dasar utama kepemimpinan. 

Pejabat harus mencegah korupsi, gratifikasi, penyalahgunaan wewenang, dan konflik kepentingan. Integritas harus terlihat dalam keputusan, penggunaan anggaran, pemilihan mitra kerja, pemberian pelayanan, dan pembinaan pegawai.

Rina juga mengungkapkan, aksi perubahan menjadi bagian penting dalam pelatihan. Aksi perubahan harus dirancang untuk menjawab kebutuhan organisasi dan perangkat.

“Harus realistis, terukur, dapat dilaksanakan, dan memiliki peluang untuk terus dikembangkan,” pesannya.

Bagikan Artikel

Anda dapat menyiarkan ulang, menulis ulang, dan atau menyalin konten ini dengan mencantumkan sumber bantenprov.go.id

  Facebook   Twitter   Whatsapp
  • Kabar Populer
  • Kabar Terkini
  • Gubernur Andra Soni Tinjau Pembangunan Ruang Kelas Baru SMA Negeri 30 Kabupaten Tangerang
  • MTQ XXIII Provinsi Banten Resmi Dibuka, 477 Peserta Siap Berkompetisi dan Cetak Generasi Qurani Berprestasi
  • Tutup MTQ XXIII Provinsi Banten 2026, Wagub Dimyati Serahkan Piala Bergilir ke Bupati Tangerang
  • Audiensi dengan DMI Banten, Gubernur Andra Soni Sambut Baik Program Kemakmuran Masjid
  • Gubernur Andra Soni Resmikan Payment Point Gerai Samsat untuk Permudah Layanan Pajak
  • Sekda Provinsi Banten Deden Apriandhi: Jabatan Harus Ditunjang Kepemimpinan
  • Irbansus Banten: Korupsi Berawal dari Kebiasaan Kecil, Guru Harus Jadi Teladan Integritas
  • Wagub Dimyati Sampaikan Pelaksanaan Program Sekolah Gratis ke Kepala Staf Kepresidenan
  • Setelah 25 Tahun Menanti, Jembatan Piano Desa Mekarsari Kabupaten Serang Mulai Dibangun
  • Vietnam Lirik Banten Jadi Pusat Investasi, Gubernur Andra Soni Paparkan Berbagai Keunggulan
Statistik Kunjungan

Pengunjung Hari ini: Loading...
Pengunjung Kemarin: Loading...
Pengunjung Bulan ini: Loading...
Total Hits: Loading...
Statistik Kunjungan Bantenprov.

Kabupaten/Kota
  • Kota Tangerang
  • Kota Tangerang Selatan
  • Kota Serang
  • Kab. Pandeglang
  • Kota Cilegon
  • Kab. Lebak
  • Kab. Tangerang
  • Kab. Serang
Popular Links
  • Press Release
  • Struktur Organisasi
  • Gallery Video
  • Kebudayaan
  • Permohonan Informasi
Hubungi Kami
  • Alamat:
    Jl. Syech Nawawi Al-Bantani No.1, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B)
    Kecamatan Curug, Kota Serang, Provinsi Banten.
  • admin@bantenprov.go.id
  • Senin - Jumat 9.00 - 17.00

Provinsi Banten © 2023. All Rights Reserved.