Porto
  • Home
  • Profil Provinsi
    • Sejarah Banten
    • Geografi
    • Demografi
    • Arti Lambang
    • Kebudayaan
  • Profil Pemerintah
    • Profil Pimpinan dan Pegawai
    • Visi dan Misi Provinsi Banten
    • Struktur Organisasi
    • Organisasi Perangkat Daerah (OPD)
    • Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN)
  • Informasi Publik
    • Informasi Publik
    • Daftar Informasi Publik
    • Permohonan Informasi
    • Keberatan Informasi Publik
    • Standar Pengumuman Informasi
  • Berita Update
    • Press Release
    • Gallery Video
    • Artikel
  • IPKD
    • 2023
    • 2024
    • 2025
  • SAKIP
    • Pedoman SAKIP
    • RPJPD
    • RPJMD
    • RKPD
    • LPPD
    • LKPD
    • PERKIN GUBERNUR
    • Indikator Kinerja Utama (IKU)
    • Pengadaan Barang dan Jasa Strategis

Rampak Bedug, Seni Religi dari Banten

Rampak Bedug, Seni Religi dari Banten

 27 Feb 2025   11995 dilihat
Sumber Gambar : Informasi septar Rampak Bedug. Design by rijal

Halo warga sedulur Banten! Pernah gak sih melihat pertunjukan tabuhan bedug yang diiringi dengan musik dan tarian? Nah, pertunjukan itu disebut dengan Rampak Bedug yang berasal dari Banten, lho. 

Tak hanya menjadi bagian dari budaya Banten, kesenian ini juga menjadi simbol keharmonisan dalam menyambut momen-momen penting.

Di balik Tabuhan Bedug Penuh Makna

Kata “Rampak” merujuk pada makna serempak yang termanifestasi dalam setiap penabuhan bedug yang dilakukan secara bersamaan. Bedug merupakan alat yang terbuat dari kulit sapi atau kerbau. Bedug biasa dijumpai di masjid yang digunakan untuk menyerukan panggilan shalat. 

Namun, pada kesenian Rampak Bedug, fungsi bedug yang ditabuh oleh sejumlah penari berperan sebagai media ekspresi budaya yang menyatu dengan tarian dan iringan musik yang indah.

Dijelaskan dari berbagai sumber, pertunjukan Rampak Bedug pertama kali digelar sekitar tahun 1950-an di Pandeglang. Penambahan tarian kreatif oleh Haji Ilen pada 1960-an membuat kesenian Rampak Bedug menjadi semakin berkembang. 

Awalnya, pemain Rampak Bedug didominasi oleh laki-laki. Seiring berjalannya waktu, peran perempuan turut memberikan warna dalam pertunjukan Rampak Bedug. 

Biasanya, pertunjukan Rampak Bedug dipentaskan oleh sekitar 10 pemain yang terdiri dari 5 orang laki-laki dan 5 orang perempiam.

Para pemain laki-laki menggunakan busana pesilat dengan sentuhan warna-warna cerah dan sorban khas Banten. Sedangkan pemain perempuan mengenakan busana khas tari tradisional.  

Keunikan Rampak Bedug tidak lepas dari penggunaan berbagai jenis waditra (alat musik tradisonal khas Sunda). 

Kombinasi permainan yang kompak dengan irama tabuhan yang menggema mengiringi tarian yang penuh makna sehingga tercipta suatu pertunjukan yang lebih dari sekedar hiburan, tetapi juga penghormatan pada nilai-nilai religi yang ada.

Rampak Bedug, Tanda Kehadiran Momen Penting
Awalnya kesenian ini dipergunakan untuk menyemarakkan bulan Ramadan dan hari raya Idul Fitri. Seiring berjalannya waktu, Rampak Bedug tak hanya dipentaskan dalam acara keagamaan, kini telah berkembang menjadi pertunjukan yang turut meramaikan berbagai momen penting seperti pernikahan, khitanan, hingga peringatan hari-hari nasional.

Dengan segala perjalanan dan perkembangannya, Rampak Bedug bukan hanya sebagai sarana memperkuat ikatan keagamaan dan sosial, tetapi juga menjadi daya tarik budaya yang terus hidup di tengah masyarakat. 

Warga sedulur Banten, mari bersama jaga dan lestarikan kekayaan budaya yang telah diwariskan oleh nenek moyang kita.

 

(Rijal/MGNG).

 


Sumber :
1. indonesia.go.id
2. kebudayaan.kemdikbud

Bagikan Artikel

Anda dapat menyiarkan ulang, menulis ulang, dan atau menyalin konten ini dengan mencantumkan sumber bantenprov.go.id

  Facebook   Twitter   Whatsapp
  • Kabar Populer
  • Kabar Terkini
  • Dewa United Basketball Academy Jadi Wadah Pembinaan Talenta Muda Banten
  • Gubernur Andra Soni Minta Ikatan Alumni Menwa Banten Perkuat Nilai Bela Negara Generasi Muda
  • Gubernur Banten Andra Soni Tata Kawasan Zona Industri Serang Barat
  • Bawa Semangat 'Matahari Pagi', Gubernur Banten Andra Soni Harap MPI Jadi Jembatan Aspirasi Warga Banten
  • Wali Kota Serang Apresiasi Dukungan Gubernur Banten Andra Soni Pada Kemajuan Pembangunan Ibu Kota
  • Buka Kejurnas Hoki 2026, Gubernur Andra Soni Tegaskan Kesiapan Banten Jadi Tuan Rumah Ajang Nasional
  • Puji Peran Orang Tua di UKT INKAI Tangsel, Gubernur Banten Sebut Olahraga Kunci Kedisiplinan
  • Lepas Gowes Merdeka 2026, Gubernur Banten: Bersepeda Rawat Silaturahmi dan Kebahagiaan
  • Meriahkan Bulan Kemerdekaan, Wagub Banten Dimyati Ajak Muda-mudi Perkuat Persatuan
  • Gubernur Banten Andra Soni Dorong Kompetisi Diperbanyak untuk Cetak Atlet Berprestasi
Statistik Kunjungan

Pengunjung Hari ini: Loading...
Pengunjung Kemarin: Loading...
Pengunjung Bulan ini: Loading...
Total Hits: Loading...
Statistik Kunjungan Bantenprov.

Kabupaten/Kota
  • Kota Tangerang
  • Kota Tangerang Selatan
  • Kota Serang
  • Kab. Pandeglang
  • Kota Cilegon
  • Kab. Lebak
  • Kab. Tangerang
  • Kab. Serang
Popular Links
  • Press Release
  • Struktur Organisasi
  • Gallery Video
  • Kebudayaan
  • Permohonan Informasi
Hubungi Kami
  • Alamat:
    Jl. Syech Nawawi Al-Bantani No.1, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B)
    Kecamatan Curug, Kota Serang, Provinsi Banten.
  • admin@bantenprov.go.id
  • Senin - Jumat 9.00 - 17.00

Provinsi Banten © 2023. All Rights Reserved.