Provinsi Banten memiliki potensi dan peluang besar dalam pengembangan industri Gim di mana ekosistem kejuaraan Gim telah terbentuk di Banten, salah satunya di Kota Tangerang.
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha TIK Nasional (Aptiknas), Soegiharto Santoso mengatakan, Banten masuk 4 deretan Provinsi yang sukses menyelenggarakan kompetisi Gim, disusul dengan Jakarta, Bandung dan Surabaya.
"Kita perlu bersyukur kegiatan ini diadakan, Banten menjadi salah satu kota besar disusul dengan Jakarta, Bandung, dan Surabaya yang mengadakan kompetisi Gim, artinya kita mengetahui Gim sangat besar potensinya," ujarnya saat diwawancara usai menghadiri Rakorda Percepatan Pengembangan Ekosistem Industri Gim di hotel Le Dian, Senin (2/12/2024).
Bijak dalam bermain Gim bisa mendatangkan berbagai peluang dari mulai mengikuti kejuaraan e-sport, menciptakan Gim, membuka lapangan pekerjaan dan lainnya.
Di samping sisi baik, tentu terdapat sisi yang kurang baik apabila dalam bermain Gim sampai lupa waktu dan hanya menjadi konsumtif dengan tidak melakukan inovasi dan mencari peluang di dalamnya.
"Ini sesuatu yang berpotensi baik dan buruknya bagaimana kita sebagai manusia cerdas di mana potensi negatifnya kita hilangkan dan kurangi," kata Soegiharto.
Dijelaskan Soegiharto, anak tetap perlu diawasi oleh orang tua saat bermain Gim dengan diberikan batasan waktu dan lama bermain Gim.
"Yang paling penting perlu pengawasan dan pembatasan waktu, biarkan anak-anak bermain dengan waktu yang dijanjikan, dikasih tau ada time limit-nya dalam bermain Gim dan dalam bermain Gim saat ini bisa menghasilkan pendapatan tapi jangan hanya cuman melakukan permainan, kita juga harus menciptakan Gim juga dan di Aptiknas ada developer-developer yang menciptakan Gim-gim dan lainnya," paparnya.
"Kalau tidak dibatasi bahaya, orang bisa kecanduan terhadap Gim yang tidak produktif itu," sambungnya.
Sektor pendidikan juga turut di lirik untuk diberikan edukasi tentang Gim. Menurut Soegiharto potensi Gim di Indonesia akan dimaksimalkan dengan menggandeng berbagai pihak untuk berkolaborasi.
"Pendidikan di sekolah perlu juga diberikan edukasi tentang Gim. Potensi-potensi Gim di Indonesia akan kita maksimalkan sebab antusiasnya luar biasa dan positif, yang terpenting perlu berkolaborasi antara pemerintah, akademisi, medianya, pengusahanya dan komunitasnya semua harus dijalankan," ungkap Usman.
Soegiharto menyampaikan arahan Menteri Kebudayaan Fadli Zon agar dalam pembuatan Gim perlu memasukan aspek kearifan lokal seperti gatot kaca, semar dan lainnya disesuaikan dengan potensi daerah.
Ia juga mengajak para developer untuk membuat Gim yang memperhatikan karakter wawasan kebangsaan Indonesia sehingga menjadi daya tarik untuk dikembangkan.
"Ayo buat Gim yang karakternya berwawasan kebangsaan, berkarakter pada kebudayaan Indonesia, sehingga industri Gim ini bisa tumbuh, bisa di jual, laku dan menarik untuk dikembangkan. Tentu harus ada regulasinya seperti penampilan, hak cipta dan lainnya," jelasnya.
Dalam pengembangan industri Gim, pemerintah telah mengaturnya dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 19 Tahun 2024 tentang Percepatan Pengembangan Industri Gim Nasional.
Peraturan ini sebagai kerangka regulasi yang bertujuan untuk mempercepat pertumbuhan industri Gim di Indonesia.
Perpres dibuat untuk mengatasi tantangan yang dihadapi industri Gim, seperti kurangnya dana dan sumber daya manusia (SDM), serta permasalahan teknis.
Peraturan tersebut menjadi pedoman bagi pemerintah dan pemerintah daerah untuk menetapkan kebijakan sektoral dan tindak lanjut Program Percepatan Pengembangan Industri Gim Nasional sesuai dengan kewenangannya sebagaimana termuat dalam dokumen perencanaan pembangunan dan pemangku kepentingan lainnya dalam menjalankan Program Percepatan Pengembangan Industri Gim Nasional.
Pj Sekretaris Daerah Provinsi Banten, Usman Ashiddiqi Qohara menambahkan, Gim salah satu daya tarik para kaum muda hingga anak-anak dari berbagai jenjang pendidikan.
"Gim menjadi daya tarik kaum muda dan anak-anak, tinggal bagaimana kita mengarahkan anak-anak dalam bermain Gim ke arah positif, boleh bermain Gim tapi cari peluang di dalamnya untuk mendapatkan dan menghasilkan pemdapatn, jangan menjudge sesuatu itu buruk melainkan lihat dari sisi kebermanfaatannya,"kata Usman.
Untuk mengantisipasi hal-hal buruk dalam bermain Gim perlu berkolaborasi bersama berbagai pihak agar apa yang menjadi kehawatiran ketika anak bermain Gim bisa diantisipasi.
"Bisa berkolaborasi sehingga apa yang kita hawatirkan bisa diantisipasi. Pemerintah daerah tetap mendampingi jika ini menyebar luas di Provinsi Banten. Memanfaatkan seoptimal sehingga apa yang diharapkan bisa dijalankan secara maksimal," tutur Usman.
Sebagai informasi, Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Provinsi Banten akan melaksanakan Rapat Koordinasi Daerah Percepatan Pengembangan Ekosistem Industri Gim di hotel Le Dian pada 2 sampai Desember 2024 untuk mendukung percepatan pengembangan industri Gim Nasional dan industri Gim lokal.
Rakor digelar untuk menggali informasi, opini, atau mendapatkan solusi terkait perkembangan Gim di Banten.
Rakor diharapkan menjadi ajang berbagi pengalaman, membangun koneksi dan jaringan profesional, mengetahui kondisi kekinian, mengungkapkan kendala yang ada, dan/ atau mendapatkan solusi atas persoalan yang dihadapi oleh industri Gim di Indonesia.
Rakor ini akan diisi dengan beberapa seminar yang akan membahas tentang perkembangan Gim dan e-sport, membangun perusahaan Gim, peluang industri Gim di Banten, dan potensi ekonomi dalam industri Gim.
Sejumlah narasumber menjadi pembicara di antaranya dari Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Ekonomi Kreatif, Kementerian Komunikasi dan Digital, Kementerian Pemuda dan Olah Raga (Kemenpora), dan lain-lain.