permintaan barang dan jasa berpotensi meningkat jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru). Kondisi tersebut mempengaruhi tingginya aktivitas dan mobilitas masyarakat yang melonjaknya permintaan.
Situasi ini mempengaruhi perubahan pola konsumsi masyarakat dan tekanan harga kebutuhan pokok, transportasi, harga emas perhiasan dan lainnya yang dapat memicu kenaikan harga/inflasi.
Baca juga: Curah Hujan Meningkat 40 Persen saat La Nina, Manfaatkan Pengelolaan Infrastruktur Air dengan Tepat
Inflasi yang terus menerus terjadi dapat mengganggu stabilitas ekonomi, daya beli dan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.
Di Provinsi Banten terdapat Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) yang bertugas memastikan stabilitas harga dan menjaga daya beli masyarakat.
Pengendalian inflasi jelang akhir tahun 2024 di Banten menekankan pada pengamanan produk dan peningkatan efisiensi rantai pasok untuk mendukung stabilitas harga sesuai dengan Arahan Presiden Prabowo Subianto.
Baca juga : Pemprov Banten Berdayakan Masyarakat Bekali Pelatihan Penanganan Stunting
Pj Sekda Banten, Usman Asshiddiqi Qohara mengatakan, dalam pengendalian inflasi diperlukan sinergi 4k meliputi ketersedian pasokan, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi dan komunikasi yang efektif menjadi strategi dan upaya pengendalian inflasi yang harus tetap dijalankan.
Hal itu disampaikan Usman dalam Rakor TPID Provinsi Banten dan Kabupaten/Kota di Kantor Perwakilan Bank Indonesia, Rabu (4/12/2024).
Langkah Mitigasi Pemprov Banten dalam Pengendalian Inflasi Jelang Akhir Tahun
Mitigasi yang dilakukan Pemprov Banten dalam mengantisipasi potensi gejolak harga dengan memperkuat koordinasi lintas sektor antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, Badan Pusat Statistik, pelaku usaha dan masyarakat.
Memantau secara berkala harga kebutuhan pokok di pasar tradisional dan modern. Melakukan langkah cepat jika ada indikasi harga yang tidak wajar.
Baca juga: Pemerintah Gencarkan Temuan Kasus TBC Hingga Upayakan Pengobatan Secara Tuntas
Mendorong inovasi pengelolaan distribusi pangan melalui kolaborasi dengan pelaku usaha dan pengguna platform digital. Menyosialisasikan masyarakat mengenai pentingnya belanja bijak dan hemat khususnya menjelang Nataru.
Sumber: Siaran Pers Biro Adpimpro Setda Provinsi Banten