Pemerintah Provinsi Banten meluncurkan Banten Bebas Tuberkulosis (TBC) sebagai langkah serius Pemprov Banten dalam menangani TBC.
Tidak hanya penanganan kasus TBC, Pemprov Banten juga fokus terhadap kesehatan masyarakat seperti penanganan dan pencegahan gizi buruk, gizi kurang dan stunting.
Baca juga: Pemerintah Gencarkan Temuan Kasus TBC Hingga Upayakan Pengobatan Secara Tuntas
Program tersebut sejalan dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia.
“Tadi kita Launching Banten Bebas Tuberculosis (TBC) menyatakan bahwa Pemprov Banten serius menangani TBC. Kemudian kita konsen juga terhadap penanganan dan pencegahan gizi buruk, gizi kurang dan stunting,” Kata Pj Gubernur Banten Al Muktabar usai membuka Harvesting Gerakan Nasional BBI dan BBWI dalam Peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-60 tingkat Provinsi Banten di Lapangan Kantor Gubernur Banten, KP3B, Curug Kota Serang, Rabu (12/11/2024).
Kementerian Kesehatan RI memberikan apresiasi kepada Pemprov Banten atas pencapaian 102 persen temuan kasus TBC di Banten.
Staf Ahli Menteri Kesehatan Bidang Ekonomi Kesehatan, Bayu Teja Muliawan mengatakan, Banten telah melampaui target nasional temuan kasus TBC.
Ia juga menginformasikan bahwa Provinsi Banten merupakan daerah terbaik dalam penanggulangan TBC se-Indonesia.
“Kemenkes RI memberikan apresiasi khusus kepada Pemerintah Provinsi Banten yang telah memenuhi target 102 persen angka keberhasilan penemuan penyakit TBC,” ucapnya.
Sekadar informasi, di Provinsi Banten hingga Oktober 2024 telah ditemukan 45.644 kasus TBC dari estimasi/perkiraan 50.391 kasus.
Adapun jumlah pasien TBC di Bantenampai Oktober 2024 sebanyak 39.068 orang dengan jumlah pasien TBC sembuh mencapai 33.459 atau 86 persen dengan target kesembuhan 90 persen dan target eliminasi TBC pada tahun 2030.
Baca juga: Pemprov Banten Berdayakan Masyarakat Bekali Pelatihan Penanganan Stunting
Sementara itu, temuan kasus TBC di Indonesia dalam 4 tahun terakhir berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI pada tahun 2023 dan 2022 estimasi kasus TBC mencapai 1.060.000.
Selanjutnya pada tahun 2021 mencapai 969.000 dan pada tahun 2020 mencapai 824.000 kasus TBC. Pada Oktober 2024 TBC di Indonesia sudah mencapai 692.000 kasus yang ditemukan. Data ini masih akan terus meningkat hingga akhir tahun dengan perkiraan 1.092.000 kasus.
Baca juga: Gaya Sehat Suku Baduy Dalam: Bakar Kalori dengan Jalan Kaki
Kemenkes RI menargetkan pada tahun 2025 sebanyak 1 juta kasus TBC bisa ditemukan. Kenaikan TBC di Indonesia terjadi karena pemerintah sedang aktif melakukan penemuan kasus TBC di seluruh daerah.
Lebih banyak kasus TBC ditemukan artinya lebih banyak pasien mendapat pengobatan tepat waktu. Penularan pun bisa dihentikan lebih cepat.
Sumber: Siaran Pers Biro Adpimpro Setda Provinsi Banten