Bendrong Lesung, kesenian yang tumbuh dan berkembang di Kota Cilegon yang mendapat julukan sebagai kota industri dan perdagangan.
Kota Cilegon memiliki delapan kecamatan dan 43 kelurahan. Tradisi Bendrong Lesung yang masih murni bisa warga sesulur Banten temukan salah satunya di Kelurahan Pabean, Kota Cilegon.
Bendrong Lesung merupakan kesenian tradisional unggulan di Kota Cilegon yang secara turun temurun terus dilestarikan hingga saat ini.
Istilah Bendrong Lesung memiliki arti seni yang dimainkan dengan cara memegang alu/ halu (penumbuk padi) sambil memukul-mukulkannya ke badan lesung, sehingga pukulan alu dan lesung yang dimainkan menimbulkan paduan bunyi yang merdu dan irama yang syahdu untuk didengar.
Di beberapa wilayah di Banten, kesenian Bendrong Lesung dapat dijumpai pula, diantaranya; dk Kabupaten Lebak, Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Serang dan Kota Cilegon.
Secara historis, kesenian Bendrong Lesung ditampilkan untuk menyambut panen raya. Untuk mengungkapkan kebahagiaan tersebut, warga memainkan kesenian Bendrong Lesung. Terdapat sekitar 20 orang pemain untuk menampilkan Kesenian Bendrong Lesung.
Masing-masing pemain memilikinya. Sekitar enam orang bertugas menabuh kendang, enam orang sebagai penari dan delapan orang sebagai pemain musik pengiring.
Busana yang dikenakan terdiri dari kebaya, kain, kain batik, slendang dan slayer. Sedangkan pemusik menggunakan pakaian pangsi hitam.
Lagu pengiringnya bersifat jenaka/gembira karena bersifat seni untuk menghibur.
Di Gempol Wetan Cilegon dan Kabupaten Serang, Bendrong Lesung dipercaya sebagai media tolak bala ketika hendak melakukan berbagai ritus daur hidup pernikahan
dan selamatan.
Dalam perkembangannya, Bendrong Lesung tidak hanya dipentaskan sebagai seni tradisi dalam rangka menyambut panen raya dan tolak bala saja.
Jauh dari itu, kesenian Bendrong Lesung telah dikembangkan menjadi tari kreasi yang memiliki berbagai ciri khas masing-masing dari setiap sanggarnya yang tersebar di wilayah Cilegon dan Kabupaten
Serang.
Bendrong Lesung yang dahulu berkembang sebagai kesenian yang dimainkan oleh perempuan, kini telah bertransofrmasi di mana laki-laki pun bisa ikut dalam kesenian Bedrong Lesung dalam bentuk kreasi.
Sumber : Buku Profil Sejarah Kota Cilego