Sebanyak 55 Pengurus Wilayah Relawan Teknologi Informasi Komunikasi (TIK) Indonesia se-Provinsi Banten Masa Bakti 2024-2028 dilantik di lantai 3 Aula Dinas Kominfo, Statistik dan Persandian Provinsi Banten, Kamis (19/12/2024).
Acara dilaksanakan secara berani dan menawan. Pelantikan tersebut dihadiri langsung oleh Ketua Umum Relawan TIK Indonesia Hani Purnawanti, Dewan Pembina Relawan TIK Provinsi Banten Eneng Nurcahyati, Ketua Relawan TIK Provinsi Banten Taufiq Jamaludin, Plt Kepala Dinas Kominfo, Statistik dan Persadian Provinsi Banten Nana Suryana dan seluruh perwakilan pengurus TIK tingkat Kota/ Kabupaten di Banten dan lainnya.
Plt Kepala Dinas Kominfo, Statistik dan Persandian Provinsi Banten Nana Suryana berpesan agar ke depan para relawan TIK dapat menjalankan tugas, dan fungsi lebih baik lagi.
“Semoga relawan TIK bisa berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Banten, kita berharap lebih maju dan memanfaatkan era digitalisasi dengan tujuan informasi dipublikasikan kepada masyarakat bagaimana pemanfaatan teknologi yang baik untuk dilaksanakan dan juga beberapa dampak negatifnya bisa disampaikan secara bijak kepada masyarakat,” tuturnya.
Turut menambahkan, Ketua Umum Relawan TIK Indonesia, Hani Purnawanti mengatakan, perkembangan teknologi saat ini sudah semakin pesat sehingga tidak bisa dibendung lagi.
Jalan keluarnya adalah mengedukasi masyarakat dan memberikan pemahaman tentang teknologi informasi yang sedang berkembang agar terhindar dari tindakan oknum curang yang merugikan orang lain dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi.
“Teknologi suatu hal yang tidak bisa dibendung lagi, semuanya sudah sangat global, informasi otomatis sudah deras sekali turunnya ke masyarakat kalau tidak memiliki kapasitas atau kemampuan untuk menyaring ini akan menjadi berbahaya,” ujarnya saat ditemui di lokasi.
Karena tidak semua informasi yang hadir melalui teknologi digital benar-benar semua, adanya teknologi dan lainnya yang bisa memasukkan dan meniru orang-orang seolah-olah berpengaruh-olah mengatakan sesuatu masyarakat itu seringkali bisa mempengaruhi masyarakat ketika kita kurang punya pemikiran kritis, jadi bahaya itu harus kita antisipasi dengan membiasakan masyarakat tahu dan belajar bagaimana memilah informasi yang benar,” sambungnya.
Hani berharap kepengurusan relawan TIK yang baru harus lebih peduli terhadap kebutuhan di masyarakat sekitar agar terhindar dari masalah-masalah atau jebakan-jebakan kemajuan teknologi.
“Harus lebih aktif lagi memberikan literasi digitalnya dengan berkolaborasi dalam pemanfaatan teknologi,” harapnya.
Ketua Relawan TIK Provinsi Banten, Taufiq Jamaludin menjelaskan, pasca dilantik, para pengurus relawan TIK ini akan melaksanakan rapat kerja (Raker) kemudian menentukan kepengurusan di tingkat cabang seluruh Kota/Kabupaten di Banten dan segera dibuat Surat Keputusan (SK) penugasan.
Menghadapi tahun 2025, saya sudah menggagas program Gerebek Digital yang menyasar seluruh wilayah pelosok di Banten guna memberikan informasi terkait literasi digital.
“Tahun 2025 kami sudah menggagas Gerebek Digital dan coba akan berkeliling di seluruh Provinsi Banten hingga ke daerah pelosok, kami akan berupaya dan berkolaborasi dengan berbagai mitra termasuk pedesaan hingga ke masyarakat tingkat bawah. Kami juga menggagas beyoutik untuk mewujudkan TIK yang inklusif,” paparnya.
Taufiq menambahkan, untuk menjadi anggota relawan TIK, membuka diri terhadap masyarakat luas yang memiliki minat dan hobi di bidang TIK, memiliki jiwa sosial, mampu bekerja sama dalam waktu serta berpengalaman di bidang organisasi.
“Ke depan kami akan melakukan jejaring kepada anak muda untuk bisa bergabung dengan TIK untuk membangun Banten yang lebih baik,” jelasnya.
Untuk diketahui, relawan TIK adalah komunitas yang berjenjang dari tingkat pusat, wilayah, hingga cabang di Kota/Kabupaten serta memungkinkan terbentuknya komisariat di tingkat Perguruan Tinggi atau setingkat Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM).
“Kami dibentuk untuk membantu dan menjadi garda pemerintah dan sektor lainnya khususnya di bidang pemberdayaan TIK dan literasi digital di masyarakat,” ucapnya.
Ia berharap ke depan melalui relawan TIK ini dapat membangun masyarakat Banten cakap digital.
“Harapan kami bisa membangun masyarakat Banten semakin cakap digital dengan segala potensi yang ada di Banten, seluruh pegiat TIK, programmer designer dan di bidang TIK bisa bersama-sama dalam membangun Banten yang lebih baik sehingga teknologi di Banten lebih unggul,” harapnya.