Ahmad Jueni
Kesederhanaan bentuk, angka 26 yang kuat, serta fleksibilitas penerapan menjadi nilai utama.
Dewan juri menetapkan tiga pemenang berdasarkan kekuatan konsep, keterbacaan, kedisiplinan visual, dan kemampuan logo merepresentasikan semangat Menjaga Trust & Dignity.
Logo ini unggul karena kesederhanaan bentuk dan kekuatan angka 26 sebagai simbol utama. Identitas Banten diperkuat melalui aksen ragam hias dan wordmark yang mudah dikenali.
Penilaian dilakukan melalui pembahasan dewan juri terhadap kekuatan branding, konsep, visual, keterbacaan, warna, dan eksplorasi ragam hias Banten.
Kesederhanaan bentuk, angka 26 yang kuat, serta fleksibilitas penerapan menjadi nilai utama.
Karya memiliki anchor sejarah dan budaya yang jelas melalui Menara Banten, ragam hias, dan warna hijau.
Gestur visual kuat dengan warna merah dan kuning yang memberi kesan berani, meriah, dan energik.
Kekuatan angka 26 sebagai identitas utama, konstruksi bentuk, diferensiasi, dan komposisi.
Kemampuan logo mengompresi cerita besar Banten menjadi satu gagasan visual yang kuat.
Keterbacaan angka, ketahanan detail saat diperkecil, dan kemudahan logo dikenali sekilas.
Kedisiplinan sistem warna, kontras, kesan perayaan, dan kesesuaian untuk identitas publik.
Kedalaman eksplorasi motif sebagai DNA visual, bukan sekadar dekorasi yang ditempel.
Status lomba berubah dari regional menjadi nasional agar desainer grafis dari seluruh Indonesia dapat berpartisipasi. Keterbukaan informasi juga diperkuat melalui laman khusus lomba, publikasi media sosial, serta pengumuman finalis dengan pratinjau logo.
Dewan juri menilai logo HUT Provinsi Banten perlu berbicara pada level identitas kolektif provinsi. Logo tidak wajib memuat seluruh elemen kabupaten/kota secara literal karena hal itu berisiko membuat visual terlalu ramai dan melemahkan daya ingat.
Penyaringan dari sekitar 220 peserta menjadi finalis dilakukan melalui pembahasan panjang dengan tetap mengacu pada kriteria yang disepakati. Tiga pemenang dipilih karena karya mereka memiliki konsep, narasi, dan kemungkinan pengembangan identitas yang paling kuat.
Trust diterjemahkan melalui bentuk yang stabil, seimbang, dan mudah dibaca. Dignity diwujudkan melalui komposisi yang proporsional, penggunaan simbol budaya secara terhormat, dan visual yang tidak sekadar mengikuti tren.