PAD Pemprov Terkumpul Rp 2,7 Triliun

-

Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Banten merilis pendapatan asli daerah (PAD) jelang akhir semester I 2018 dengan capaian sekitar Rp 2,7 triliun. Dari raihan tersebut, pajak kendaraan bermotor (PKB) maish menjadi yang paling dominan.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Banten Opar Sochari mengatakan, secara keseluruhan PAD hingga akhir Mei telah mencapai 44 persen dari target senilai Rp 6,3 triliun. “Sekarang sudah mau masuk semester II dan hingga saat ini sudah mencapai 44 persen. Kalau target 100 persennya itu Rp 6,3 triliun,” ujarnya pada Kamis (31/5/2018).

Opar menuturkan, pendapatan daerah sendiri masih didominasi oleh PKB. Bahkan, trennya pendapatan dari sektor tersebut semakin meningkat jelang Hari Raya Idul Fitri. Sebab, banyak wajib pajak yang membeli kendaraan baru, baik roda dua maupun roda empat. 

“Trennya bagus. Meningkat, karena daya beli masyarakat bagus karena banyak yang membeli kendaraan baru. Mungkin ingin gaya, pulang (mudik) bawa mobil baru, motor baru,” ujarnya

Agar target PAD bisa tercapai, kata Opar, pihaknya akan melakukan beberapa upaya, salah satunya dengan melakukan penagihan secara door to door (rumah ke rumah). Itu diprioritaskan untuk menagih tunggakan sektor kendaraan tidak melakukan daftar ulang (KTMDU) alias belum bayar pajak tahunan. 

“Upayanya penangihan door to door, penagihan melalui pos sampai samling (samsat keliling). Kita juga menggerakkan satu pegawai Bapenda minimal mendapat 15 wajib pajak per bulannya,” ungkapnya.