Pemprov Banten Anggarkan Rp 50 Miliar Untuk Modal BUMD Agribisnis

-

Pemerintah Provinsi Banten akan mengalokasikan dana sebesar Rp 50 miliar sebagai penyertaan modal Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Agribisnis.

Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Banten Hudaya Latuconsina pada Rabu (11/4/2018) mengatakan bahwa ketika BUMD Agribisnis telah ditetapkan, dana yang akan dikeluarkan untuk penyertaan modal dikisaran Rp 50 miliar. Dana tersebut dipastikan tidak akan mengganggu penyertaan modal untuk BUMD yang lain.

"50 miliar itu cukup, asal direksinya juga harus yang operasional. Dana itu juga tidak mengganggu (penyertaan) modal yang lain,”tutur Hudaya

Hudaya mengungkapkan bahwa keberadaan BUMD Agribisnis sangat dibutuhkan masyarakat, terutama dalam rangka membeli gabah petani. Hudaya menilai, tingginya harga beras lantaran gabah selama ini dibawa ke luar daerah dan orang-orang Banten tidak ada yang membeli gabah. Oleh karenanya, BUMD Agribisnis nantinya harus datang ke sawah-sawah dan bernegosiasi langsung dengan para petani. Selain itu, yang paling penting adalah membangun imunit transmiling atau pabrik penggilingan gabah. Sehingga gabah yang terkumpul tidak dibawa kemana-mana.

"Kalau kita punya beras padi, daya jualnya juga akan tinggi. Apalagi berasnya jadi bahan baku industri makin tinggi dan bahkan lebih mahal harganya," sambungnya.

Menurut Hudaya, saat ini yang harus dipikirkan adalah bagaimana men ingkatkan daya saing pembelian gabah petani. Hingga saat ini, persentase nilai tukar petani (NTP) gabah sebesar 101 persen. Ia berharap dengan adanya BUMD Agribisnis nantinya dapat lebih meningkatkan nilai tukar petani di Provinsi Banten.