Miliki Alat Deteksi Tsunami, BPBD Banten Siap Siaga Bencana

-

SERANG – Kepala BPBD Provinsi Banten, Suma Wijaya mengatakan, Provinsi Banten merupakan salah satu wilayah di Indonesia yang memiliki potensi rawan bencana. Sedikitnya ada 14 potensi bencana yang ada di Provinsi Banten, seperti banjir genangan, banjir bandang, tanah longsor, gempa bumi, erupsi gunung berapi, puting beliung, kekeringan, bencana gagal industri, penyakit endemik, kebakaran, bencana sosial dan sunami.

Hal itu diungkapkan Sumawijaya dalam apel gelar pasukan dan peralatan dalam rangka kesiapsiagaan penanggulangan bencana di halaman Mapolda Banten, Selasa 31/10/2017. Dari 8 kabupaten/kota yang ada di Provinsi Banten, Kabupaten Lebak dan Pandeglang diplot menjadi dua daerah rawan bencana.

“Kabupaten Lebak dan Pandeglang jona merah di Banten, yang setiap saat tidak diduga akan terjadi bencana. Semua daerah ada titik rawan bencana, tetapi ada kriterianya, ada jenisnya,” paparnya

Pihaknya mengaku, BPBD Banten selalu memiliki kesiapsiagaan untuk mengantisipasi dan menangani bencana tersebut, selain memiliki satgas-satgas bencana di tingkat desa dan kelurahan, yang dinamakan satgas desa/kelurahan tangguh, BPBD saat ini sudah memiliki peralatan canggih untuk mendeteksi akan terjadinya bencana tsunami.

Hal itu diproritaskan oleh BPBD karena, kata Sumawijaya Banten memiliki daerah yang berpotensi rawan sunami, yakni wilayah Banten Selatan. Selain memiliki alat deteksi tsunami, pihaknya pun mengaku sudah melakukan rencana pengadaan alat deteksi banjir pada tahun 2017 ini.

“Kita preoritaskan jalur evakuasi yang berhubungan dengan bencana tsunami. Kita memiliki alat ditektor tsunami yang dibunyikan setiap tanggal 26, itu mulai daerah panimbang sampai ke Pasauran sampai ke Cilegon, itu berbunyi. Kalau alat ditektor banjir baru 2017 ini kita akan adakan,” terangnya

Sementara Wakapolda Banten, Kombes Pol T. Korniawan yang menjadi inspektur upacara  dalam apel siap siaga tersebut, mengaku siap dalam menanggulangi bencana yang mungkin terjadi di Provinsi Banten. Meski demikian, dirinya enggan jika  bencana tersebut sampai terjadi, "Harapan kita walaupun siap siaga betul, kita tidak ingin bencana tersebut terjadi.” tukasnya