Pemerintah Tawarkan Investor Destinasi Pariwisata Prioritas

  • Dinas Penanaman Modal dan Perijinan Terpadu Satu Pintu
  • 1.903 Views
  • 02 Oct 2017
-

Destinasi pariwisata prioritas akan menjadi daya tarik utama dalam kegiatan Regional Investment Forum (RIF) 2017 di Padang, Sumatera Barat, pada 15-17 Oktober 2017. Forum tersebut digelar oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal didukung oleh Kementerian Pariwisata, Bank Indonesia dan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.

Pada RIF 2017 ini, enam dari 10 destinasi pariwisata prioritas pemerintah yakni Danau Toba (Sumatera Utara), Tanjung Kelayang (Bangka Belitung), Tanjung Lesung (Banten), Kepulauan Seribu & Kota Tua (DKI Jakarta), Borobudur (Jawa Tengah), dan Bromo-Tengger-Semeru (Jawa Timur) serta dua kawasan pariwisata terpadu di Sumatera Barat yakni Mandeh dan Gunung Padang akan menjadi fokus utama yang ditawarkan.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Thomas Trikasih Lembong menyampaikan bahwa destinasi pariwisata tersebut akan ditawarkan kepada investor asing maupun domestik. Destinasi pariwisata yang dipilih sangat prospektif untuk dikembangkan oleh investor.

"Kami akan mengundang kurang lebih 300 investor baik asing maupun pengusaha swasta nasional yang memiliki kemampuan untuk melakukan investasi terutama dalam mengembangkan infrastruktur pariwisata," ujarnya, dalam keterangan resminya, di Jakarta, Senin 2 Oktober 2017.

Ia menjelaskan kegiatan RIF tahun ini mengangkat tema 'Showcasing Investment Opportunities in the Indonesian Tourism Industry' sesuai dengan prioritas pemerintah untuk mengembangkan investasi di sektor pariwisata. Sektor pariwisata sangat strategis untuk membangun pemerataan pembangunan.

"Sehingga investasi yang dilakukan juga menyebar tidak hanya terpusat di Pulau Jawa," ungkapnya.

Dari data BKPM, selama periode 2012-2016 realisasi investasi di sektor pariwisata tumbuh rata-rata 17 persen per tahun. Jika merujuk pada data realisasi investasi pariwisata di semester I-2017, nilai realisasi investasi pariwisata mencapai USD929,14 Juta atau Rp12,4 triliun. Nilai ini tumbuh 37 persen dari realisasi investasi pariwisata pada semester I-2016.

Pertumbuhan investasi di sektor pariwisata yang positif tersebut menunjukkan bahwa peluang investasi disektor ini sangat prospektif. "Top tiga Penanaman Modal Asing (PMA) yang menanamkan modalnya di sektor pariwisata Indonesia pada semester I-2017 adalah Singapura 43 persen, Tiongkok 29 persen, dan Malaysia lima persen," pungkasnya.[]