Gubernur Minta Baznas Optimalkan Pengelolaan Zakat di Banten

-

Gubernur Banten Wahidin Halim dan Wakil Gubernur Andhika Hazrumy menghadiri pada acara Gebyar Zakat 1439 H/2018 M, yang diselenggarakan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Banten dengan tema “Keteladanan Pimpinan Dalam Berzakat”, bertempat di Pendopo Gubernur Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Curug, Kota Serang pada Rabu (6/5/2018).

Gubernur mengatakan, zakat fitrah adalah sebuah ibadah yang diwajibkan bagi setiap muslim. Zakat fitrah wajib bagi yang mampu sebagai penyempurna ibadah puasa ramadhan yang dijalankan. Begitu juga dengan zakat-zakat lainnya, seperti zakat penghasilan yang wajib dikeluarkan oleh muslim yang bekerja.

“Dengan potensi zakat di Provinsi Banten yang cukup besar, karena itu dalam pengelolaannya harus di-manage dengan baik oleh BAZNAS Provinsi Banten baik dalam hal penarikan, pengumpulan yang tidak hanya fokus saat bulan suci Ramadhan saja, tetapi di luar bulan Ramadhan harus lebih dioptimalkan,”ungkap Gubernur

Gubernur juga menuturkan, para pejabat serta aparatur pemerintahan seyogyanya harus menjalankan kewajiban membayar zakat agar bisa dijadikan contoh atau panutan bagi masyarakat tentang ketaatan dalam kewajiban membayar zakat.

Gubernur juga mengingatkan agar sebaiknya para pejabat serta pegawai yang bekerja di Banten, dapat memenuhi atau membayar zakatnya di Banten sebelum mudik ke daerahnya masing-masing.

“Mudah-mudahan kesadaran menunaikan kewajiban membayar zakat lebih meningkat lagi tahun ini,” ujarnya

Pada kesempatan yang sama, Ketua BAZNAS Provinsi Banten Suparman Usman menyampaikan tugasnya dalam melaksanakan fungsi BAZNAS yang diamanatkan  undang-undang yakni untuk mengambil, menghimpun dan menyalurkan (mendistribusikan) dana zakat serta mempertanggungjawabkan pengelolaannya. Kegiatan tersebut rutin dilakukan setiap tahun dan bersifat nasional, yang merupakan tindaklanjut dari perintah pemerintah pusat terkait pengelolaan zakat.

“Serta melaporkan dalam tiga tahun terakhir terkait penerimaan zakat BAZNAS Provinsi yang terus meningkat, tidak termasuk penerimaan zakat kabupaten/kota,”paparnya

Suparman merinci, pada tahun 2015 zakat yang terkumpul sebesar Rp2,5 Milyar, tahun 2016 terkumpul sebesar Rp3 Milyar dan tahun 2017 terkumpul sebesar Rp6,7 Milyar.  Ia berharap, zakat yang terkumpul pada 2018 ini bisa mencapai kisaran Rp 8 Milyar.

“Serta penerimaan zakat BAZNAS seluruh kabupaten/kota tahun 2017 terkumpul sebesar Rp 60 Milyar. Penerimaan zakat kabupaten/kota tertingi adalah Kabupaten Serang sebesar Rp 12 Milyar,”tukasnya

Suparman juga menyampaikan beberapa program pendistribusian zakat.  Salah satunya beberapa warga miskin di Provinsi Banten telah mendapatkan program bedah rumah dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Banten, sebagai upaya meringankan beban masyarakat yang kurang mampu. Baznas Provinsi Banten melalui program Banten Peduli menyalurkan bantuan bedah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebanyak 40 unit se-Provinsi Banten pada 2018 senilai Rp17.500.000,/unit. 

“Termasuk program beasiswa dengan tujuan untuk menjawab tantangan bangsa Indonesia, khususnya dalam mencerdaskan kehidupan bangsa,”tegasnya

Penerima manfaat program ini, lanjut Suparman, adalah para pelajar di Provinsi Banten mulai dari tingkat dasar, menengah sampai tingkat perguruan tinggi baik jenjang DIII maupun S1. Dimana pelajar tersebut memiliki prestasi yang bagus namun tergolong dalam keluarga kurang mampu. Sehingga membutuhkan biaya pendidikan terutama masyarakat yang berada di daerah tertinggal dan miskin.

“Untuk tahun ini besaran zakat fitrah sudah ditetapkan senilai Rp 35.000 dalam berupa uang, sedangkan jika berupa beras seberat 2,5 kilo atau 3,25 liter,” tutup Suparman.