Dari Desa Kumpay, Pesan Persatuan Digulirkan Para Elite Banten

-

Tercatat lah sebuah sejarah baru, dari sebuah desa di wilayah selatan Banten atau oleh warga setempat sering disebut Banten Pakidulan, bernama Desa Kumpay. Pada Kamis (11/5/2018) pagi sekitar pukul 11.00 siang, di saat sebagian besar masyarakat Indonesia tengah menikmati hari libur terkait peringatan hari besar umat Kristiani, sejumlah tokoh atau elite Banten justru memilih untuk bertemu. Yang menarik, mereka adalah para tokoh yang notabene pernah “berseteru” saling memperebutkan kekuasaan pada gelaran Pilgub Banten tahun lalu.

Adalah Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy dan sejumlah tokoh Banten yang pernah berseberangan dengannya pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) lalu, yang bertemu dalam suasana penuh keakraban siang itu. Para tokoh dimaksud diantaranya mantan Ketua KPK Taufiqurrahman Ruki sebagai tuan rumah acara, dan tokoh yang didukung Ruki dalam Pilgub lalu sebagai Calon Wakil Gubernur Banten, yaitu Embay Mulya Syarief. Juga tak ketinggalan, turut hadir mantan Bupati Lebak Mulyadi Jayabaya. Jayabaya yang adalah politisi PDI Perjuangan, juga saat itu mendukung Embay yang berpasangan dengan Calon Gubernur petahana dari PDI Perjuangan, Rano Karno.

Namun siang itu tak tampak sedikit pun sisa-sisa “permusuhan” sebagaimana pernah sangat nampak pada saat gelaran Pilgub. Pada masa kampanyenya misalnya, kedua kubu,  tak jarang saling menjelekkan dan saling “menyerang”.  Nuansa rekonsiliasi di antara kedua kubu semakin kental tatkala tokoh agama setempat diberi kesempatan untuk menutup acara pertemuan usai shalat Dzuhur berjamaah itu, membacakan doa.

“Ya Allah berikan lah kami warga Banten, dan juga para pemimpin kami rasa persatuan...” demikian antara lain bait doa sang ustad desa dari wilayah yang masuk ke Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Lebak itu. Maka acara pun ditutup dengan babacakan atau makan bersama dengan alas daun pisang yang digelar di teras  masjid. Andika nampak berbagi nasi dari bakul yang sama dengan Embay dan Jayabaya. Sementara Ruki yang duduk berselang beberapa orang dari ketiganya, tampak menemani tamunya yang lain yang juga diundangnya di acara tersebut, yaitu Direktur Utama  BJB Ahmad Irfan.

Dalam sambutannya, Ruki lebih banyak mengungkapkan sejumlah persoalan yang terjadi, baik secara umum di Banten maupun yang terjadi di sekitar kampung halamannya tersebut. Menurut dia, persoalan infrastruktur, pendidikan dan kesehatan, masih lah masalah utama, sehingga perlu mendapatkan perhatian serius dari Pemprov Banten di bawah kepemimpinan Wahidin Halim dan Andika. “Kepada siapa lagi kita sekarang berharap kalau bukan kepada pemerintah. Dan hari ini di sini ada Pak Andika, Wakil Gubernur Banten,” kata Ruki.

Sementara itu, Jayabaya yang lebih sering menyebut Wagub dengan sapaan Aa, dalam sambutannya, meminta semua pihak di luar pemerintahan untuk membantu pemerintah dalam melaksanakan tugasnya melayani rakyat. “Di sini yang hadir banyak orang-orang hebat dari berbagai bidang. Mari kita bantu pemerintah dalam melayani masyarakat agar kalau ditanggung bersama-sama semua akan menjadi ringan,” katanya.

Wagub sendiri yang mendapatkan giliran terakhir memberikan sambutan, berulang kali meminta dukungan dan bantuan kepada para tokoh yang disebutnya sebagai orang tuanya sendiri. Tak lupa Andika membeberakan sejumlah program Pemprov Banten yang kini tengah dilakukan. Dia menyebut, Pemprov Banten saat ini tengah berfokus untuk melakukan pembangunan infrastruktur, di antaranya memperbaiki 100 km sisa jalan rusak yang masih ada, dalam 3 tahun ke depan. 

Di bidang pendidikan, Wagub menyebut, Pemprov Banten saat ini tengah ingin mewujudkan pendidikan gratis di tingkat SMA/SMK. Serta di bidang kesehatan, kata dia, saat ini program Pemprov Banten berupa berobat gratis warga miskin menggunakan E-KTP sudah mendapat persetujuan dari  Kementerian Kesehatan yang sebelumnya mendapatkan penolakan. “Sekali lagi kepada kasepuhan, para orang tua saya, saya mohon kiranya kita dapat bersama-sama untuk memajukan daerah kita ini,” ujarnya.