Wagub Banten Minta Ormas Pemuda Kawal RPJMD

-

TANGERANG – Enam bulan pasca-dilantik sebagai Gubernur-Wakil Gubernur Banten terpilih, Wahidin Halim-Andika Hazrumy tak urung masih tetap meminta dukungan dari seluruh unsur dan stake holder pembangunan di Banten. Termasuk salah satunya dari unsure pemuda. Permintaan dukungan ini kembali diungkapkan Andika saat membuka acara seminar sehari Kader Penggerak Pembangunan Banten (KP2B) Kabupaten Tangerang di Hotel Istana Nelayan Jatiuwung, Kabupaten Tangerang, Minggu (12/11).

Menurut Andika, adalah sesuatu yang mustahil pembangunan di Banten dapat berhasil sesuai perencanaan dan dukungan jika tanpa dukungan dari berbagai kalangan di Banten. “Oleh karena itu, apalagi ini terhadap KP2B yang sejak awal memang sudah mengawal pasangan Wahidin-Andika, kami meminta untuk terus melanjutkan pengawalan terkait program-program pembangunan yang Pemprov Banten canangkan saat ini,” ujar Andika pada acara yng juga turut dihadiri oleh Anggota DPD RI asal Banten, Andiara Aprilia Hikmat tersebut.

Dikatakan Andika, saat ini visi-misi kampanye pasangan Wahidin-Andika telah secara resmi masuk ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menangah Daerah (RPKMD) Provinsi Banten 2017-2022. Perda tentang RPJMD tersebut telah direvisin dan disahkan DPRD Banten baru-baru ini, disesuaikan dengan visi-misi Wahidin-Andika.

Andika memaparkan, dalam RPJMD tersebut, sejumlah visi-misi Wahidin-Andika yang akan diwujudkan dalam beberapa tahun pertama masa pemerintahan keduanya di antaranya adalah terkait pembangunan kesehatan dan infrastruktur. “Kami melihat ke dua hal ini yaitu kesehatan dan infrastruktur adalah dasar-dasar yang harus diletakkan untuk dapat melakukan pembangunan di Banten dalam meweujudkan  masyarakat Banten yang sejahtera,” imbuhnya.

Diulas oleh Andika, saat ini ada sekitar 700 ribu warga miskin di Banten yang harus diperjuangkan akses pelayanan kesehatannya. Untuk itu, Pemprov Banten saat ini tengah merancang sebuah program berobat gratis bagi warga miskin tersebut.  “Program berobat gratis warga miskin hanya dengan menggunakan e-KTP saat ini on progress,” katanya.

Terkait pembangunan infrastruktur, Andika mengungkapkan, hal tersebut sangat vital kaitannya dengan pemerataan bagi warga Banten terhadap akses perekonomian. Dengan dimilikinya sarana an prasarana infrastruktur yang baik seperti jalan dan jembatan secara merata di seluruh wilayah Banten, kata Andika, hal itu sebagai dasar dari akan terjadinya pemerataan ekonomi. “Jadi nanti tidak ada lagi istilah wilayah selatan Banten tertinggal disbanding wilayah utara. Kami rencanakan hal ini akan terjadi dalam 3 tahun ke depan,” ujarnya.

Masih terkait dengan hal tersebut, Andika meminta ormas pemuda termasuk KP2B Kabupaten Tangerang untuk memberikan bantuan terhadap dieksekusinya program-program pembangunan Pemprov Banten tersebut melalui dimilikinya program-program oleh ormas pemuda yang konkrit dan bersifat melakukan pengawalan. “Kami, saya dan Pak Gubernur, selalu terbuka untuk hal itu. Bahkan kami mengudang menunggu. Karena mustahil kami pemprov bisa melakukannya sendiri,” kata Andika disambut riuh tepuk tangan peserta acara pembukaan seminar tersebut.

Permintaan bantuan dari Andika tersebut merujuk kepada di antaranya dilakukannya program-program oleh ormas pemuda yang bersifat pendampingan terhadap msyarakat, sehingga pelaksanaan program Pemprov Banten dapat dilakukan secara lancer dan jauh lebih ringan serta lebih realistus untuk dilakukan. “Misal terhadap program berobat gratis, barangkali ormas pemuda bisa membantu kami untuk mensosialisasikan, lalu pada tahap pelaksanaan programnya, ormas pemuda seperti KP2B ini bisa melakukan pendapmpinagn terhadap warga miskin dalam mengakses pelayanan kesehatan gratis tersebut,” paparnya.

Sementara itu Pembina KP2B Kabupaten Tangerang Surta Wijaya menyambut baik ajakan Wagub tersebut. Ia mengaku bertekad akan menghidupkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) di Kabupaten Tangerang. Hal ini dilakukan agar masyarakat di pedasaan menjadi sejahtera dan berdikari. (*)