Pertama Kali Digelar, Banten Langsung Sabet Baznas Award

-

JAKARTA – Gubernur Banten Wahidin Halim dinilai sebagai kepala daerah tingkat provinsi terbaik dalam menberikan dukungan terhadap upaya Baznas atau badan amil dan zakat nasional mengumpulkan zakat dari anggota masyarakat. Diwakili Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy, Wahidin menerima penghargaan Gubernur Pendukung Kebangkitan Zakat Terbaik dalam acara Baznas Award 2017 di Aula KH Muh Rasyidi Kantor Kementerian Agama, Jakarta, Jumat (25/8) malam.

Bersama Gubernur Banten, sejumlah gubernur juga ikut menerima penghargaan untuk kategori yang sama yakni Gubernur Nusa Tenggara Barat, Gubernur Sulawesi Tengah, Gubernur Sumatera Utara dan Gubernur Sumatera Selatan. Penghargaan juga diberikan kepada kepala daerah tingkat kabupaten/kota, baznas daerah hingga perusahaan yang dinilai mendukung Baznas dalam upaya pengumpulan zakat dari masyarakat.

“Tentu saja kami bangga dengan penghargaan ini, dan kami berharap ini bisa terus menjadi motivasi kami dalam upaya mendukung pengumpulan zakat di Banten melalui Baznas. Serta bisa memotivasi pihak-pihak lain untuk bisa melakukan hal serupa, terutama pemerintah kabupaten/kota, perusahaan dan semua stake holder di Banten,” kata Andika saat ditanya pers, usai acara.

Dikatakan Andika, pihaknya akan terus mengupayakan  pengumpulan zakat melalui Baznas di Banten, utamanya di Pemprov Banten dengan memperkuat kerja sama bersama Baznaz Banten. “Sekarang ini di kami, ASN memang sudah ada semacam ketentuan untuk berzakat melalui Baznas. Nah, itu akan kami perkuat lagi, dan ruang lingkupnya akan kami perluas,” imbuhnya.

Andika mengaku, Wahidin bersama dirinya meyakini jika kekuatan dana hasil penghimpunan zakat dapat menyamai kekuatan dana hasil penghimpunan pajak, jika dilakukan pengelolaan dan disertai dukungan regulasi yang memadai. Saat ini saja, kata Andika, meski tingkatan gerakan zakat tersebut belum sebesar kewajiban membayar pajak, namun hasil dari penghimpunan pajak sudah sangat terasa dampaknya oleh masyarakat, terutama masyarakat yang ber hak menerima zakat.  “Baznas Banten dengan dukungan semua pihak tahun lalu itu berhasil menghimpun Rp 2,7 miliar, dan tahun ini mereka menargetkan Rp 4 miliar,” ujarnya.

Sementara itu dalam sambutannya, Ketua Baznas RI Bambang Sudibyo mengatakan festival zakat dan "baznas award" ini, baru kali pertama digelar dan merupakan rangkaian dari kegiatan untuk memperingati Hari Ulang Tahun ke-72 Kemerdekaan RI, bertajuk zakat untuk Indonesia. Ia berharap kegiatan berskala nasional ini memberi dampak positif untuk terus menginspirasi dan mendukung program kebangkitan zakat di Indonesia bahkan di dunia.

Bambang mengaku sangat setuju dengan wacana dibuatnya regulasi tentang zakat sebagaimana regulasi pajak diterapkan di Indonesia selama ini. Karena, menurutnya, berbagai kajian telah menyebutkan bahwa zakat dapat digunakan sebagai model perekonomian Negara, demi melihat potensinya yang sangat besar. “Kemarin saya bertemu Bu Sri (Menteri Keuangan Sri Mulayani), dia kaget ternyata pandangan beliau tentang zakat sama dengan kita, yakni butuh didorongnya potensi zakat oleh regulasi untuk perekonomian Bangsa. Saya akan follow up ini nanti,” kata mantan Menteri Pendidikan Nasional dan Menteri Keuangan ini.