Press Realease

Wagub Targetkan Tahap Awal Sport Centre Selesai 3 Tahun

Photo Name

Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy membuka Kejuaraan Daerah Futsal Piala Gubernur Banten di Gedung Olahraga Sultan Maulana Yusuf Ciceri, Kota Serang, Jumat (23/11/2018). Di hadapan ratusan remaja peserta kejuaraan, Wagub mengatakan, Pemprov Banten menargetkan pembangunan tahap pertama Sport Centre berskala internasional di Desa Kemanisan, Kecamatan Baros, Kabupaten Serang akan selesai dalam 3 tahun.

Dikatakan Wagub, Pemerintah Provinsi Banten akan melanjutkan pembangunan pusat kegiatan olahraga atau Sport Center Provinsi Banten pada Tahun 2018 ini. Pihaknya menekankan pentingnya pembangunan sport centre guna memberikan sarana olahraga yang baik kepada masyarakat dengan menyediakan sarana olahraga terpadu. “Untuk itu, konsentrasi pembangunan sport centre terus diupayakan guna terwujudnya kawasan olahraga terpadu dalam kurun waktu 3 tahun kedepan,” katanya.

Pembangunan sport centre juga, lanjut Wagub, diharapkan dapat memberikan dampak terhadap peningkatan pertumbuhan ekonomi kawasan. “Untuk itu, mohon doa dan dukungan dari seluruh elemen masyarakat agar pembangunan sport centre dapat segera dilakukan,” imbuhnya.

Terkait dengan kejurda futsal antar SMA/SMK se-Banten itu sendiri, Wagub mengatakan, Pemerintah Provinsi Banten menyambut baik dan berharap kejuaraan itu dapat menghasilkan atlet-atlet yang potensial dan akan melahirkan atlet-atlet muda yang mengharumkan nama futsal Banten baik di kancah nasional maupun internasional.

Untuk diketahui, Pemerintah Provinsi Banten menganggarkan sebesar Rp80 miliar dalam RAPBD 2019 untuk melanjutkan pembangunan sarana olahraga atau `sport center yang rencananya akan diawali dengan pembangunan stadion berskala internasional. "Tahun ini dianggarkan Rp16 miliar untuk pagar dan jalan akses masuk dulu. Tahun depan dianggarkan Rp80 miliar untuk fondasi stadion utama," kata Kepala Dinias Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Banten, HM Yanuar sebelumnya.

Menurut Yanuar, pembangunan kawasan sport center seluas 60 hektar tersebut akan dibangun secara bertahap dengan sistem penganggaran `multi years`. Di mana, tahap awal pembangunannya dimulai dengan pembangunan stadion utama yang ditargetkan selesai selama tiga tahun anggaran yakni 2019 sampai 2021. "Ini membutuhkan waktu yang panjang untuk pembangunan kawasan ini karena luasnya 60 hektare. Tahap awal ini bangun stadion dulu," kata Yanuar.

Setelah dianggarkan Rp80 miliar pada 2019, kata Yanuar, selanjutnya anggaran yang lebih besar direncanakan dalam APBD Banten 2020 sekitar Rp628 miliar untuk pembangunan stadion dan pada 2021 akan dianggarkan sekitar Rp281 untuk menyelesaikan pembangunan stadion utama tersebut. "Nanti kan setelah 2019 pembangunan jalan provinsi selesai, nah anggarannya bisa dialihkan untuk sport center. Jadi anggarannya bisa lebih besar," kata Yanuar.

Sedangkan untuk pembangunan sarana olahraga lainnya, kata Yanuar, nanti tidak hanya mengandalkan dari APBD Banten karena bisa dikerjasamakan dengan pihak lain. Sedangkan khusus untuk stadion utama yang akan mampu menampung 30 ribu penonton akan dibangun oleh Pemprov Banten dengan sisitem anggaran tahun jalam atau multi years. "Venue-venue yang lainnya kan nilainya kecil, nanti bisa bertahap saja dan juga bisa dikerjasamakan dengan badan usaha," kata Yanuar.

Pemerintah Provinsi Banten kembali memulai pembangunan pusat olahraga atau Sport Center pada 2018, karena Detail Enginering Design (DED) pembangunan sport center tersebut sudah dibuat sejak 2009. (PRESS RELEASE HUMAS PEMPROV BANTEN)