Press Realease

Wagub Ingin Ekraf Jadi Tulang Punggung Baru Perekonomian di Banten

Photo Name

Ekonomi kreatif akan menjadi sektor ekonomi yang penting pada masa depan karena berbasis kreativitas yang merupakan sumber daya terbarukan. Berbeda dengan sektor lain yang sangat tergantung pada eksploitasi sumber daya alam, kekuatan ekonomi kreatif lebih bertumpu kepada keunggulan sumber daya manusia. Ekonomi kreatif sebagai kegiatan ekonomi dimana input dan output utamanya adalah kreativitas dan gagasan diharapkan dapat menciptakan kesejahteraan serta lapangan pekerjaan melalui penciptaan dan pemanfaatan daya kreasi dan daya cipta individu tersebut.

Demikian diungkapkan Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy dalam sambutannya pada acara malam grand final pemilihan Pemuda Inspiratif 2018 yang digelar Kementerian Pemuda dan Olahraga di halaman pendopo Bupati Serang, Kota Serang, Minggu (11/11/2018). Rangkaian acara pemilihan duta pemuda inspiratif se-Indonesia tahun 2018 tersebut resmi ditutup malam itu oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi yang diwakili oleh Asisten Deputi Kemenpora, Zainal Aminin.  

“Ekonomi kreatif di Banten memiliki potensi besar untuk dikembangkan,” kata Wagub yang malam itu tampil dengan busana kasual khas anak muda dengan mengenakan sweater berwarna gelap yang dipadu dengan jeans berwarna serupa serta sepatu kets hitam.

Diungkapkan Wagub, pada bulan Maret tahun 2017 Bekraf RI meliris survei bahwa Banten menjadi salah satu daerah pengekspor ekonomi kreatif ke Amerika Serikat dan berbagai negara di Eropa serta Asia. Nilai ekspor ekonomi kreatif Provinsi Banten mencapai US$ 3,04 miliar atau 15,66 persen dari total nilai ekspor ekonomi kreatif yang mencapai US$ 19,4 miliar. Dimana nilai ekspor ekonomi kreatif menurut sub sektor fashion (56 persen), kriya (37 persen) dan kuliner (6 persen).

“Berdasarkan hal tersebut, Pemerintah Provinsi Banten berharap melalui kegiatan Pemuda Inspiratif 2018, segenap pemuda terus berkarya dengan kreativitas dan inovasi menghasilkan terobosan-terobosan baru dalam penguatan dan pengembangan pada berbagai aspek kehidupan di masyarakat,” papar Wagub.

Lebih jauh Wagub mengungkapkan, kurun 2020-2030 Indonesia diprediksi mendapatkan bonus demografi. Sebuah momentum besar bangsa Indonesia dengan meningkatnya jumlah penduduk usia produktif secara signifikan. Akan terdapat lonjakan pesat usia produktif sebesar 70 persen. Pada saat itu, roda perekonomian akan didominasi oleh usia produktif, khususnya anak-anak muda. “Lonjakan usia produktif tersebut diharapkan akan menggerakkan roda perekonomian bangsa sehingga mampu mengantarkan kita menjadi bangsa yang maju,” imbuhnya.

Namun demikian, lanjutnya, untuk meraih keuntungan dari bonus demografi harus diupayakan melalui peningkatan pendidikan yang berkualitas, kemampuan kognitif, dan kecakapan hidup yang tinggi, berketerampilan teknis, produktif dan berdaya saing. Berkenaan dengan hal tersebut, kata dia, Pemerintah Provinsi Banten dalam RPJMD 2017-2022 menetapkan prioritas pembangunan pada peningkatan sumber daya manusia khususnya peningkatan aksesibilitas dan pendidikan yang berkualitas.

Masih terkait hal itu, Wagub mengatakan, Pemerintah Provinsi Banten telah menetapkan Peraturan Daerah Provinsi Banten Nomor 10 Tahun 2014 tentang Pembangunan Kepemudaan, dimana untuk mendukung Program Kepemudaan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) paling sedikit 2 % (dua persen) dari total APBD. Menurutnya, melalui program pembangunan kepemudaan, potensi dan peran pemuda dalam pembangunan terus ditingkatkan melalui 3 penyadaran, pemberdayaan, dan pengembangan kepemudaan.

Secara khusus, kepada seluruh peserta Pemuda Inspiratif 2018 Andika meminta agar tetap mempertahankan sebagai individu yang cerdas kreatif dan inovatif dengan mengolah berbagai sumber daya sebagai produk-produk yang bernilai ekonomi dan bernilai sosial pada bidangnya masing-masing. “Khususnya dalam pengembangan ekonomi kreatif pada 9 bidang yang menjadi fokus utama kegiatan Pemuda Inspiratif 2018 yaitu bidang pariwisata, lingkungan, olahraga, musik, teknologi, wirausaha, pendidikan, kesehatan, dan pertanian,” pungkasnya.