Press Realease

Tingkatkan Kompetensi Widyaiswara, Pemprov Gelar PITNAS Ke-5

Photo Name

Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Pemprov Banten Ino S Rawita mewakili Gubernur Banten Wahidin Halim hadir dalam Seminar Internasional Widyaiswara dengan tema creating an adaptive and respondsive bureaucracy, bertempat di Aula Kantor Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Banten, Pandeglang pada Selasa (26/2/2019). Dalam sambutannya, Gubernur melalui Pj Sekda menyatakan bahwa Widyaiswara perlu meningkatkan kemampuannya dan mengasah wawasannya serta beradaptasi dengan perkembangan terkini terkait birokrasi pemerintahan. Hal ini penting untuk mendukung upaya peningkatan kompetensi ASN dalam pelaksanaan tupoksi dan pelayanan publik. 


Pj Sekda menjelaskan, sesuai amanat Undang-Undang Nomor 05 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) dan PP Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen ASN, setiap Aparatur Sipil Negara dituntut untuk lebih meningkatkan kompetansinya. Widyaiswara sebagai tenaga pendidik memiliki peran dan fungsi yang sangat menentukan kualitas setiap kegiatan pengembangan kompetensi atau dengan kata lain memiliki peran sangat penting dalam mewujudkan ASN yang kompeten, berdedikasi, disiplin dan berintegritas. Tersedianya Aparatur Sipil Negara yang berintegritas yang mempunnyai disiplin dan motivasi yang tinggi akan meningkatkan kinerja aparatur dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.


“Sebagaimana diketahui bersama, widyaiswara adalah jabatan fungsional yang memiliki tugas pokok dan fungsi mendidik, mengajar, dan melatih ASN. Dengan demikian, widyaiswara adalah satu kunci sukses penyelenggaran pemerintahan dan pelayanan publik di Indonesia,”tuturnya

 

Oleh karenanya, ujar Pj Sekda, widyaiswara harus memiliki profesionalisme dan kompetensi yang spesifik dan dibutuhkan dalam penyelenggaraan pemerintahan. Salah satu unsur pengembangan profesi widyaiswara adalah menyusun Karya Tulis Ilmiah (KTI) yang dihasilkan dari pengamatan, observasi, pengalaman, atau riset dalam urusan pemerintahan dan kediklatan. Menurutnya, semakin banyak KTI yang dapat dihasilkan, maka kualitas dan kompetensi widyaiswara akan semakin tinggi. Sebaliknya, widyaiswara yang tidak memiliki kemampuan menulis, jarang melakukan kajian atau analisis terhadap suatu permasalahan tertentu, maka kualitas keilmuan widyaiswara tersebut patut dipertanyakan. 


“Pertemuan Ilmiah Tahunan Nasional atau PITNAS ini adalah salah satu media bagi para widyaiswara untuk saling berbagi pengalaman dan mempresentasikan temuannya dalam bidang kediklatan. Budaya menyusun KTI dan mempresentasikannya dalam forum lokakarya, seminar, konferensi baik tingkat nasional maupun internasional adalah tantangan baru bagi para widyaiswara,”terangnya


Pj Sekda menegaskan, peningkatan profesionalisme ASN sudah tidak dapat ditawar lagi. Karena, Pemerintah sudah tidak bisa lagi mentoleransi PNS yang “asal kerja” saja. Setiap PNS saat ini dituntut untuk memberikan kontribusi kinerja yang jelas dan terukur kepada organisasinya. Dengan profesionalisme, ujarnya, diharapkan akan terwujud standar kompetensi pegawai sehingga untuk jabatan yang sama di berbagai tingkatan dan organisasi akan memiliki kualitas dan kapasitas yang setara.


“Hal ini tentu juga menjadi tanggung jawab widyaiswara untuk lebih meningkatkan kapasitas dalam mendukung keberhasilan program pembelajaran yang berkualitas. Bagaimanapun, widyaiswara merupakan aktor yang penting dalam menentukan pengembangan kompetensi ASN melalui kualitas pendidikan dan pelatihan yang dijalankannya,”imbuh Pj Sekda


Kepala LAN RI Adi Suryanto yang turut hadir dalam seminar menyampaikan apresiasi tinggi kepada Pemprov Banten yang telah menyelenggarakan kegiatan PITNAS ke-5. Adi meyakini, kegiatan tersebut menjadi momen penting agar para widyaiswara tidak hanya memiliki perspektif lokal atau nasional dalam mengasah dan meningkatkan kompetensinya, tetapi juga harus menyentuh dan menguasai perspektif global dengan  mengikuti tren dan isu baru kaitan dengan pemerintahan, birokrasi hingga solusi terbaru  meningkatkan efisiensi dan efektifitas penyelenggaraan pemerintahan.

 

“Forum yang sangat baik ini nantinya diharapkan tidak hanya menjadikan seorang widyaiswara sekedar mengajar dan melatih, tapi juga mampu mengembangkan cara-cara baru untuk mengembangkan kompetensi ASN melalui teknologi seperti e-learning dan sebagainya,”tutur Adi 


Dalam laporannya, Kepala BPSDMD Provinsi Banten Endrawati mengatakan, pertemuan ilmiah tahunan ini dilaksanakan dalam rangka menyikapi perkembangan ilmu pengetahuan dan isu-isu terkini tentang penyelenggaraan pemerintahan yang lebih baik dan berkualitas. Dalam rangka mendukung penyelenggaraan pemerintahan yang berkualitas, maka dibutuhkan SDM atau ASN yang juga berkualitas. ASN yang berkualitas didukung oleh tenaga pendidik atau widyaiswara yang berkualitas dengan terus mengembangkan kompetensinnya sesuai tuntutan birokrasi yang juga terus berkembang.

“Salah satu upayanya adalah dengan menyusun karya tulis ilmiah yang akan dilakukan pada PTINAS kali ini, dengan menggunakan dua bahasa yakni Indonesia dan Inggris. Diharapkan, hasil 100 KTI dari 100 peserta ini akan memberikan dampak positif terhadap peningkatan kompetensi widyaiswara dan tentunya seluruh ASN di Indonesia,”ujar Endra.