Press Realease

Pemprov Fasilitasi Penambahan Lahan Tol Serang-Panimbang

Photo Name

Berdasarkan hasil kunjungan sekaligus monitoring Pemprov Banten melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Banten ke lokasi pembangunan Tol Serang-Panimbang pekan lalu, salah satu proyek strategis nasional (PSN) di Banten itu membutuhkan penambahan lahan sekira 81 hektare. Atas hal tersebut, Pemprov melakukan fasilitasi dan tengah mempersiapkan kebutuhan lahan tersebut agar pembangunan dapat segera dilanjutkan dan selesai sesuai target. 

 

Pj Sekda Banten Ino S Rawita mengatakan, saat ini usulan penambahan lahan guna pembangunan Tol Serang-Panimbang sedang proses di Biro Bina Infrastruktur Setda Provinsi Banten. “Mudah-mudahan secepatnya selesai,” ujar Pj Sekda

 

Kepala Bappeda Banten Muhtarom mengatakan, rencana panjang Tol Serang-Panimbang yakni 83 persen. Sementara itu, pembangunan fase pertama tol tersebut hingga akhir April lalu sudah mencapai 43,8 persen.

 

“Pembangunannya dibagi dua fase. Fase pertama 50,3 kilometer yang dibiayai dan dilaksanakan BUMN. Sedangkan fase kedua 32,7 kilometer yang dibiayai pemerintah,” ujar Muhtarom, Minggu (19/5/2019).

 

Muhtarom yang didampingi Kepala Bidang Prasarana Wilayah Bappeda Banten Khaerudin menjelaskan, pihaknya memang berkewajiban untuk melakukan monitoring agar PSN dapat bersinergi dengan pemerintah daerah. Pihaknya juga harus melihat kendala dan persoalan agar bisa diatasi, sehingga PSN dapat berjalan dengan baik. Berdasarkan hasil monitoring itu, pelaksana Tol Serang-Panimbang ingin meminta penambahan kebutuhan lahan di interchange pada titik nol lantaran ada sedikit kebutuhan untuk penyempurnaan desain. Dengan begitu, tol ini akan terintegrasi dengan Tol Tangerang-Merak.

 

Namun, tambahnya, usulan penambahan lahan itu tak hanya untuk interchange saja, tapi juga guna kebutuhan lain misalnya pembangunan rest area. Karena, sepanjang 83 kilometer panjang tol Serang-Panimbang direncanakan terdapat empat rest area.

Kata dia, hasil monitoring itu akan dilaporkan ke pimpinan. Pihaknya juga secara rutin diundang pemerintah pusat terkait evaluasi pelaksanaan PSN di daerah.

 

“Kami sendiri akan mengadakan rapat koordinasi dan evaluasi progress PSN. Kami akan undang satker-satker,” terangnya. 

 

Ia menyakini pembangunan Tol Serang-Panimbang ini akan rampung tepat waktu. Selama ini yang membuat pembangunan agak lama yakni proses pembebasan lahan. Sedangkan pembangunan fisik relatif cepat.

 

“Pemprov akan membantu ini lebih cepat selesai dengan membantu percepatan penetapan lokasi usulan lahan yang baru,” ujarnya.

 

 

Ia menerangkan, dari panjang 83 kilometer itu, ada tujuh exit tol yang perlu disinergikan. Salah satu tujuan sinergitas yakni mendukung kawasan ekonomi khusus Tanjung Lesung. Selain itu, untuk membuka akses dalam rangka pengembangan wilayah selatan Banten.

 

“Dua hal ini yang perlu disinergikan dengan program daerah,” tutur Muhtarom. 

 

Pihaknya juga harus memastikan tujuh exit tol itu bersentuhan dengan jalan provinsi, jalan nasional, jalan kabupaten/kota, dan jalan desa. Begitu ada exit tol yang bersentuhan dengan jalan kabupaten dan desa, maka harus diperlebar.

 

“Kami juga memikirkan bagaimana di exit tol terjadi pusat pertumbuhan baru, tapi tidak mengganggu fungsi ruang, misalnya kawasan pertanian jangan jadi industri,” urainya.

 

Dengan begitu, apabila ada pertumbuhan, maka disesuaikan dengan fungsi dan karakter wilayah. 

 

Kata dia, sebagai instansi perencanaan, pihaknya juga merencanakan agar ketujuh exit tol mempunyai potensi unggulan, tapi berbeda-beda. Misalnya di exit tol pertama menjadi sentra emping, sedangkan di exit tol kedua sentra lainnya. Dengan begitu, setiap exit tol akan dikunjungi dan pertumbuhan ekonomi di masing-masing exit tol lebih merata. 

 

Muhtarom menambahkan, fase pertama pembangunan tol dibagi menjadi dua sesi yakni sesi pertama 26 kilometer dan seksi kedua 24,3 kilometer. Sesi pertama ini diperkirakan akan rampung pada akhir tahun ini. “Makanya kami cek. Ternyata baru enam kilometer. Tapi pelaksana optimistis asalkan lahan clear,” tuturnya. Sementara sesi kedua akan dilaksanakan tahun depan.