Press Realease

Malam Tahun Baru, Gubernur Gelar Istighosah di Lokasi Bencana

WhatsApp Image 2018-12-30 at 20.08.44

Gubernur Banten Wahidin Halim akan menggelar istighosah di lokasi bencana Taunami Selat Sunda pada malam tahun baru 2109 M. "Kita meminta kepada Allah SWT untuk diberi keselamatan dan dijauhkan dari bencana,” tandasnya. Untuk itu Gubernur menginstruksikan kepada seluruh OPD agar mempersiapkan segala keperluannya. 

Gubernur Banten rencananya akan bersama Wakil Gubernur Banten H. Andika Hazrumy, Pj. Sekretaris Daerah Ino S Rawita, para kepala OPD di Lingkungan Pemerintah Provinsi Banten serta seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk hadir dalam istighosah tersebut. Gubernur juga akan mengundang anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD) Provinsi Banten beserta aparaturnya, Bupati Pandeglang beserta aparaturnya, instansi vertikal di Provinsi Banten, dalam istighosah tersebut.

 Gubernur juga akan mengundang  dan  menghadirkan para ulama setempat, guru ngaji, masyatakat dan aparatur pemerintah setempat mulai dari camat sampai dengan ketua RT, serta para korban yang berada di area tersebut. 

"Kita berdzikir dan berdoa. Memohon terus kepada Allah SWT, agar diberikan keselamatan. Dan hadir bersama dengan warga yang terkena bencana". Ujar Gubernur Banten. Agenda istighosah yang akan di gelar pada Malam Tahun Baru tersebut adalah pembacaan Surat Yassin, Dzikir, dan sambutan.

Gubernur juga meminta agar Pemprov Banten menyediakan buku Surat Yasin dan buku doa ukuran kecil untuk dibagikan kepada warga masyarakat yang hadir.

          Gubernur menyatakan, digelarnya istighosah pada perayaan malam pergantian tahun baru ini,  bertujuan memohon kebaikan, keberkahan dan keselamatan untuk Pemerintah dan masyarakat Provinsi Banten.“ Selain itu, do’a dan dzikir bersama ini supaya diber

Kelancaran dalam proses tanggap darurat penanganan bencana Tsunami Selat Sunda dan dampak-dampaknya cepat dipulihkan..

        Lebih lanjut gubernur berharap, Istighosah yang digelar di tempat pengungsian para korban tsunami ini, bisa diikuti oleh masyarakat dan tokoh agama yang ada di Provinsi Banten ini untuk menggelar acara yang sama. “Ya Kita hiasi perayaan pergantian malam tahun baru nanti itu dengan berdo'a, dan penuhi dengan berbagai amalan dzikir, ini kan lebih positif dari pada kita hura-hura, dan nantinya mendapat murka Allah," tegasnya.

      Sebagaimana diketahui Provinsi Banten Sabtu malam, ditempa bencana tsunami dan gelombang tinggi. 

             Sampai   tanggal 28 Desember 2018 pukul 24.00 WIB data BPBD Provinsi Banten menyebutkan,  309 orang meninggal sebanyak 757 orang luka-luka dan 9 orang hilang, 39.425 orang mengungsi.  Sedangkan kerugian material mencapai 602 rumah rusak, 14 hotel rusak, 85 unit kendaraan roda 4 (empat) rusak,  14 unit kendaraan roda dua, 60 warung kuliner, 215 gazeebo, 44 unit perahu.

          Respon cepat Pemerintah Provinsi Banten bersama-sama dengan pemerintah pusat, Pemkab Pandeglan beserta masyarakat membuahkan hasil. Meski demikian, tim tanggap darurat belum usai bekerja.   Gubernur Banten, H. Wahidin Halim telah menetapkan tanggap darurat penanganan bencana tsunami Selat Sunda di Wilayah Provinsi Banten mulai dari 27 Desember 2018 sampai dengan tanggal 9 Januari 2019.  Penetapan tersebut termaktub dalam Keputusan Gubernur Nomor 366/Kep.350-Huk/2018 tentang Penetapan Status tanggap darurat penanganan bencana tsunami Selat Sunda di Wilayah Provinsi Banten. Keputusan tersebut berdasarkan kepada Keputusan Bupati Pandeglang Nomor 362/Kep.425/2018 tentang Penetapan Status Tanggap Darurat Penanganan Bencana Tsunami di Kabupaten Pandeglang dan Keputusan Bupati Serang Nomor 360/Kep.504-Huk/2018 tentang Penetapan Status Tanggap Darurat Penanganan Bencana Tsunami di Kabupaten Serang.

       Apalagi, potensi bencana masih terus mengancam. Berdasarkan informasi yang update dari BMKG yang tetap memonitor kondisi Gunung Krakatau, berada dalam status siaga.  Dan, Gubernur Banten memberikan himbauan dan meminta kepada warga agar tidak melakukan aktivitas di sepanjang pantai dan menjauhi minimal radius 1 (satu) kilometer dari pantai. Dan, kepada wisatawan untuk sementara tidak mengunjungi pantai sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Gubernur juga menghimbau, warga tidak panik dan tetap tenang. Namun, tetap waspada. (PRESS RELEASE HUMAS PEMPROV BANTEN)