Press Realease

Gubernur Peringati Isra Miraj Bersama Masyarakat sekitar Rumah Dinas

Photo Name

Gubernur Banten Wahidin Halim Gelar Peringatan Isra’ Mi'raj Bersama Masyarakat sekitar di Rumah Dinas Gubernur Banten Jl Ahmad Yani No 161 A Kota Serang, Kamis (4/4/2019).. Dalam kesempatan ini, Gubernur menjelaskan bahwa setiap bulan di rumah dinas ini biasa digelar pengajian bersama para staf, satpol, dishub, ajudan, walpri serta masyarakat sekitar. 

"Masyarakat itu senang kalau diundang Gubernur, karena saya harus pahami hati warga masyarakat saya. Dan Saya juga besar di kampung yang terbiasa dengan bekerja keras dan guyub satu sama lainnya.  Mereka adalah orang-orang yang selalu dapat men jaga dengan sungguh-sungguh hati mereka, karena selalu yakin  disanalah berkah untuk anak2 mereka berada.”.

Hal ini diungkapkan Gubernur Banten mengawali sambutannya. Demikian pula keyakinan dan kepercayaannya bahwa Rasulullah Muhammad saw melakukan perjalanan itu, salah satu hasilnya adala menjalankan sholat lima waktu. "Kita haqqul yaqin perjalanan Rasullah saw dari Mekkah ke Baitul Maqdis terus ke Sidratulmuntaha, Itu sebabnya kita harus utamakan sholat dan sabar. Karena kita hidup di dunia dan akherat. Kalau dunia susah masa akherat sengsara,” ungkap Gubernur.

Dalam peringatan ini, dibuka dengan pembacaan Al Qur'an oleh Qoriah Mimi Jamilah yang meruapakan juara pertama Murottal MTQ XVI Provinsi Banten. Sedangkan tausiah diisi oleh Ustadz Wahyu, S.Pd.I.

“Kerja dengan landasan keimanan.  Shalat wajib harus ke Masjid. Sesibuk apapun dalam pekerjaan di kantor. Dan itu sudah saya tanamkan sejak saya menjabat Gubernur,” ungkap Gubernur.

Jelang Pemilu 2019, Gubernur juga mengajak untuk menjaga hubungan dan persatuan dengan sesama.

“Jaga hubungan di antara kita. Perbedaan di antara kita merupakan khazanah. Jalin persatuan, ukhuwah islamiyah dan ukhuwah wathoniyah,” pesan Gubernur.

Gubernur juga mengungkapkan jika berbagai keberhasilan Pemerintah Provinsi Banten yang dalam prestasi dan apresiasi Pemerintah Pusat juga karena selalu ada bersama masyarakat. Diantaranya,  dua tahun berturut mendapatkan pengelolaan keuang terbaik, WTP (Wajar Tanpa Pengecualian), setidaknya bisa membuktikan kepada masyarakat jika Banten terbebas dari korupsi. 

Begitu pula berbagai apresiasi dari Pemerintah Pusat saat penanganan bencana tsunami kemaren yang dianggap Pemda tanggap dan selalu hadir dengan masyarakat. "Itulah indahnya Islam, selalu saling memberikan pertolongan,” kata Gubernur. 

Gubernur juga ungkapkan komitmennya untuk terus membangun Banten, tidak korupsi, mengedepankan kejujuran, keikhlasan, serta amanah untuk membangun Banten.

“Kita berdoa untuk Banten yang baldatun thoyibatun warabbun ghoffur. Amiin,” pungkas Gubernur. (PRESS RELEASE HUMAS PEMPROV BANTEN)